Pada leg kedua yang digelar di Giuseppe Meazza, Jumat (15/3/2013) dinihari WIB, Inter harus mengejar defisit tiga gol. Hal inilah yang membuat skuad Nerazzurri tampil sangat fantastis dan mereka nyaris lolos ke fase perempatfinal, meski akhirnya harus menuai kegagalan.
Sejak menit awal Inter langsung mengambil inisiatif serangan dan tak memberikan kesempatan sedikit pun untuk tim tamu mengembangkan permainan. Alhasil setelah 90 menit laga, La Beneamata memimpin 3-0 melalui gol Antonio Cassano, Rodrigo Palacio dan gol bunuh diri William Gallas.
Karena Agregat 3-3, memaksa pertandingan harus diteruskan ke perpanjangan waktu 2x15 menit dan di fase ini Spurs berhasil mencuri gol tandang melalui Emmanuel Adebayor. Kondisi ini membuat Inter harus membuat minimal dua gol untuk lolos di waktu tersisa extra time.
Sayangnya cuma satu gol berhasil dibuat lewat Ricky Alvarez di menit 110, dan Inter harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka gagal lolos meskipun menang 4-1 karena kalah agresifitas gol tandang. Spurs berhak melangkah ke fase perempatfinal.
Keajaiban memang gagal dibuat Inter di laga itu dan bahkan permohonan fans melalui spanduk yang bertuliskan "Paus, Tolong Berikan Kami Keajaibanmu" -- Sehari sebelum laga ini Vatikan baru saja memilih Paus baru dari Argentina -- tidak jua terkabulkan.
Tersingkir dari ajang Europa League memang sedikit mengecewakan kubu Inter, namun Stramaccioni tetap bangga dengan performa dan perjuangan skuadnya dengan semangat pantang menyerah meski tertinggal lebih dulu defisit tiga gol.
"Penampilan yang begitu penting malam ini. Atmosfer begitu aneh dan kami banyak dikritik. Kami selalu memberikan respon di atas lapangan. Kami membuat sebuah langkah besar dalam hal penampilan kami, menemukan konsistensi penampilan yang tidak selalu kami dapatkan. Kami tetap bersatu dan ingin finis sebaik mungkin musim ini," ujar Stramaccioni di Football Italia.
"Kami sangat kesulitan dengan adanya Moussa Dembele dan Scott Parker, di mana kami hari ini memutuskan untuk memberi ruang lebih di posisi bek sayap. Mereka bikin kami khawatir dan tidak mengambil keuntungan dari celah yang kami buat," lanjutnya.
“Tim melepas rasa takut mereka dan selalu mengambil inisiatif serangan. Hasilnya memang mengecewakan di mana kami kebobolan ketika kami sedang menciptakan banyak peluang," tuntas pelatih berusia 37 tahun ini.
FORZA INTER.....

0 komentar:
Posting Komentar