Room 1908 - La Grande Internazionale | Members Area : Register | Sign in

Site Languange

My Users

Translator's

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Room 1908 - La Grande Inter

Battle of WAGS Inter vs Juventus

Sabtu, 30 Maret 2013



LGI – Tak pernah ada yang bisa menolak jika cinta sudah berbicara. Jauhnya perbedaan antara pemain bola yang terbiasa berlarian diatas lapangan hijau beradu strategi untuk mencetak gol, dan model cantik yg terbiasa melenggok diatas catwalk dengan balutan high heels di kakinya justru disatukan oleh cinta bahkan sampai menuju ke pernikahan.

Laga Grande Partita pekan ini antara Internazionale kontra Juventus dipastikan akan akan berjalan seru. Partai menarik ini akan semenarik pesona para WAGS yang akan mendampingi mereka bertarung.

Berikut kami sajikan kolom aduhai bertema 'Battle of Wags: Inter vs Juventus' untuk menyemarakkan laga akbar Serie A Italia akhir pekan ini.

WAGS Inter (Atas Kiri ke Kanan)
DALILA – ANDREA STRAMACCIONI
Dalila, perempuan berparas jelita ini merupakan istri dari seorang pelatih muda berwajah tampan, Andrea Stramaccioni.

ZOJA TROBEC – SAMIR HANDANOVIC
Zoja Trobec, istri Samir Handanovic ini adalah mantan gadis cheerleader di KK Olimpija. Kiper timnas Slovenia keturunan Bosnia tersebut menikahi Trobec di bulan Mei 2012 lalu. Pasutri ini telah dianugerahi satu anak laki-laki yang bernama Alen.

ADELINA ELISEI – CRISTIAN CHIVU
Adelina berusia 31 tahun, wanita berparas cantik ini mengawali karirnya di televisi. Dia adalah wanita biasa dari Rumania. Nama Adelina Elisei populer dari acara ANTENA 3 Festival Callatis, adalah istri dari Cristian Chivu. Mereka bertunangan pada 2007 dan pada akhirnya mereka menikah. Pada 12 Februari 2009 Adelina melahirkan anak pertama mereka, seorang anak perempuan diberi nama Natalia.

CAROLINA MARCIALIS – ANTONIO CASSANO
Carolina Marcialis, istri Antonio Cassano ini merupakan pemain polo air, keduanya bertunangan pada 2008. Keduanya mengikat janji setia untuk menikah menikah pada 19 Juni 2010 di gereja San Martino, Portofino. Kini mereka memiliki seorang anak laki-laki yang baru berusia dua tahun dan diberi nama Cristopher.

GIULICA LUCARINI – ANDREA RANOCCHIA
Bagi belum tahu, Giulia Lucarini adalah kekasih Andrea Ranocchia sejak Ranocchia bermain bagi Perugia.

MISKA HAMSIKOVA – WALTER GARGANO
Miska Hamsikova merupakan wanita cantik istri dari Walter Gargano. Miska Hamsikova ini adalah kakak kandung dari pemain Napoli, Marek Hamsik.

WAGS Juventus (Bawah Kiri ke Kanan)
DEBORAH ROVESI – ANDREA PIRLO

Deborah Roversi, wanita yang dinikahi Andrea Pirlo pada 2001 lalu. Keduanya kini telah dianugerahi dua orang anak yakni Niccolo dan Angela.

ALENA SEREDOVA – GIANLUGI BUFFON
Alena Seredova adalah istri kapten Juventus, Gianluigi Buffon. Meski sudah mempunyai 2 orang anak yaitu Louis Thomas dan David Lee, keseksian dan paras cantik Alena masih terpancar. Di mana ada Buffon, disitu pasti ada Alena yang setia mendampingi.

MADDALENA NULLO – ANDREA BARZAGLI

Maddalena Nullo adalah istri dari centre back Juve, Andrea Barzagli. Wanita anggun tersebut merupakan seorang mantan model, keduanya menikah pada bulan Desember 2004 silam dan telah dikarunia sepasang anak yang bernama Mattia dan Camilla.

FEDERICA NARGI – ALESSANDRO MATRI
Model dan presenter seksi Federica Nargi ini merupakan kekasih dari 'Sang Playboy', Alessandro Matri. Federica adalah pemenang Miss Roma, namun begitu ikut pemilihan Miss Italia tahun 2007 ia hanya menduduki peringkat 14. Namun tak jadi soal gadis berkulit eksotis ini segera disambar striker Juventus untuk jadi kekasihnya.

MARTINA MACCARI – LEONARDO BONUCCI
Martina Maccari merupakan kekasih dari Leonardo Bonucci, pasangan ini sangat dikenal publik Italia karena keduanya sama-sama muda, ganteng-cantik dan juga stylish. Seperti WAGs pada umumnya, Maccari juga memiliki latar belakang sebagai seorang model. Puas di dunia model, kini si seksi Maccari menekuni dunia jurnalistik.

ROBERTA MORISE – FABIO QUAGLIARELLA
Roberta Morise, wanita seksi ini merupakan pacar barunya Fabio Quagliarella. Morise berprofesi dikenal sebagai penyanyi dan bintang TV. Beberapa waktu lalu striker Juventus, Quagliarella terlihat sedang berlibur di pantai Porto Cervo, Sardinia dengan ditemani Morise. [bolanet]

Inter vs Juventus: Adu Gengsi Dua Allenatore Muda

LGI - Liga Italia sudah tidak menarik, katanya. Liga yang terlambat untuk melakukan regenerasi dan dipenuhi oleh pertandingan-pertandingan bertempo lambat yang dilakukan oleh pemain-pemain tua.

Apalagi jika dikaitkan dengan prihal transfer. Alih-alih mengimpor pemain-pemain bintang seperti era 1990-an, Seri A malah ditinggalkan banyak pemain bintangnya. Zlatan, Veratti, dan Lavezzi sudah ditarik oleh PSG, sementara Sanchez diambil oleh Barcelona. Bahkan pemain sekelas Sneijder pun kini berlabuh di negara Turki, lepas dari tangan Massimo Moratti sang pemilik Internazionale. Maka ketika pemain yang sudah lewat dari masa keemasannya, seperti Dimitar Berbatov, lebih memilih bermain untuk Fulham ketimbang Fiorentina atau Juventus, tak banyak orang yang keheranan. Ya, liga ini memang sudah tak lagi menarik perhatian dunia.

Namun, di balik meredupnya lampu sorot yang menyinari liga ini, ada satu hal yang konstan dilakukan oleh Seri A: regenerasi pelatih. Sementara Manchester United dan Arsenal masih mengandalkan Alex Ferguson dan Arsene Wenger, dan Bayern Munich berpaling pada Pep Guardiola, baik Juventus, Inter Milan, AC Milan, Fiorentina dan banyak klub lainnya sudah berani mempercayakan kursi kepelatihan pada generasi baru.

Lewat bukunya, “The Italian Job”, Gianluca Vialli sempat menjelaskan masalah regenerasi ini. Berbeda dengan Inggris, mereka yang menjadi pelatih di Italia memang memiliki cakupan tugas lebih sempit. Dengan adanya posisi sporting director, mereka tak mengurusi kesinambungan tim, kebijakan pemain muda, atau tetek bengek masalah transfer.

Karena itu tak heran jika banyak pemilik klub dengan mudah memecat para allenatore. Dan tak aneh pula jika di pertengahan musim lalu saja ada 10 klub yang sudah mendapatkan pelatih baru. Mengganti pelatih dianggap memiliki risiko rendah karena tidak mengganggu kontinuitas perkembangan klub.

Di satu sisi, hal ini terdengar janggal. Namun, dengan kondisi seperti ini lah Seri A, selain karena memiliki Coverciano, mendapatkan banyak pelatih-pelatih baru. Dengan ancaman mudah untuk dipecat dan diganti, para pelatih Seri A harus terbiasa bekerja di bawah tekanan untuk mengantarkan hasil maksimal. Tak ada waktu untuk bereksplorasi dan tak ada ruang untuk bersembunyi di balik kurangnya pengalaman melatih, atau usia yang masih muda. Seri A bagaikan kawah candradimuka untuk mereka-mereka yang ingin menguasai seni melatih sepak bola.

Tapi perputaran yang tinggi dalam hal kepelatihan juga berarti klub-klub besar yang membukakan jalan untuk para pelatih muda, walau dengan pengalaman ‘hanya’ dari klub kecil. Milan memberikan kesempatan bagi Allegri untuk lompat dari Cagliari, sementara Montella mendapatkan pengalamannya di Catania sebelum melatih Fiorentina. Tak ada kata malu bagi klub-klub besar ini untuk merekrut pelatih dari klub papan bawah, atau bahkan dari Seri B.

Hal ini lah, terutama, yang membedakan Seri A dan Liga Inggris. Hegemoni Ferguson dan Wenger di MU dan Arsenal, serta Abramovich yang cenderung mengikat pelatih berpengalaman, menjadikan pelatih muda Inggris minim pengalaman di level tertinggi. Baru-baru ini saja lah pelatih muda seperti Brendan Rodgers atau Andres Villas Boas (dengan catatan sudah membawa Porto juara) mendapatkan tempat di klub sekelas Liverpool atau Tottenham Hotspur.

Di antara pelatih-pelatih muda yang kini menukangi klub-klub Seri A, Antonio Conte dan Andrea Stramaccioni jadi dua nama yang akhir-akhir ini sering diperbincangkan publik Italia, walau dengan nada yang berbeda.

Conte lagi-lagi membuktikan kehandalannya dalam melatih dengan memantapkan posisi Juventus di puncak klasemen, sementara Staramaccioni baru saja menempuh masa-masa kritis dengan Inter.

Jika Sporting Director Juventus, Fabio Paratici, tak bisa membayangkan Juventus tanpa Conte, nasib berbeda harus dialami Stramaccioni. Dengan mudahnya Moratti bergurau lewat telepon pada Strama bahwa ia sedang berbicara dengan Mircea Lucescu (pelatih Shakhtar Donetsk yang digadang-gadang menggantikan Strama). Walau Stramaccioni berkilah bahwa gurauan ini menunjukkan kedekatannya dengan Moratti, makna tersiratnya bisa ditangkap oleh banyak orang: “segera berbenah, atau bersiap-siaplah untuk diganti”.

Antonio Conte

Jika Gianluigi Buffon dan Andera Pirlo pernah mengatakan bahwa Antonio Conte adalah pelatih terbaik yang mereka punya, maka tentu pujian ini bukan main-main. Baik Buffon maupun Pirlo membawa titel juara dunia di bawah Marcello Lippi, dan Pirlo pernah dapat 2 kali gelar Liga Champion dengan Ancelotti. Buffon bahkan pernah dilatih oleh salah seorang pelatih terbaik Italia sepanjang masa, Fabio Capello.

Menurut Pirlo sendiri, kelebihan Conte adalah pada ketelitiannya dalam mempersiapkan pertandingan dan pada caranya menyampaikan sesuatu sehingga keinginannya sampai pada para pemain Juventus. Sebelum pertandingan, ia biasa menyaksikan video lawan-lawannya untuk mencatat kelebihan dan kekurangan mereka. Conte pun bahkan mengatur makanan apa yang jadi asupan timnya sebelum pertandingan.

Di bawah Conte, Juventus sendiri lebih memfokuskan pada passing-passing pendek dan pergerakan tim. Ia ingin melihat Juvetus yang fasih melakukan possession football dan mampu untuk membangun serangan dari lini belakang. Conte juga membentuk timnya agar tetap memainkan bola-bola mendatar. Kemampuan teknikal yang baik dalam mengolah bola ia satukan dengan kekuatan fisik dan kecepatan dalam menghalau serangan lawan.

Selain itu, lini belakang Juventus pun acap kali mengundang lawan-lawannya dalam bertahan. Ini dimaksudkan agar lini depan memiliki ruang yang dapat dieksploitasi saat melakukan serangan balik.

Dalam situasi bahaya, atau saat lawan masih melakukan tekanan di areal bertahan Juventus, Conte pun tetap meminta ketiga center-back untuk secara tenang menggiring bola ke areal tengah lapangan. Pirlo, Vidal, atau Marchisio kemudian dengan hanya satu-dua sentuhan mengirimkan bola kepada pemain sayap, yang dengan kecepatannya akan mengisi ruang-ruang yang ditinggalkan lawan.

Namun, di balik semua itu, salah satu kelebihan Conte lainnya adalah kemampuannya meningkatkan mental pemain Juventus. Sebagai pemain dan mantan kapten, Conte sendiri memang dikenal karena mentalitasnya yang tak mau kalah. Bahkan, sebagai bahan ‘tugas akhir’-nya di Coverciano, Conte menuliskan tentang metodologi psikologis sebagai pelatih.

Tak heran di bawah asuhannya, Juventus menjadi tim yang padu dan seakan tak (mau) mengenal kata kalah. Hal ini juga diakui oleh Buffon sekembalinya Conte ke pinggir lapangan setelah terkena sanksi larangan 4 bulan.

Menurutnya, walau Massimo Carera dan Angelo Alessio mampu memberikan instruksi dengan baik, mereka tak mampu menggantikan kehadiran Conte. “Adanya Conte di ruang ganti menjadikan kami tak mungkin untuk bermain dengan tidak fokus,” ujar kiper berusia 35 tahun tersebut.

Andrea Stramaccioni

Berbeda dengan Conte yang mendapatkan pengalaman dari melatih tim-tim kecil, Stramaccioni memiliki jalur kepelatihan berbeda. Di usianya yang masih 37 tahun, ia sudah dipercaya untuk menukangi Inter berkat prestasinya bersama tim muda Inter menjuarai Next Gen Series. Bahwa Stramaccioni belum memiliki pengalaman baik bersama tim Seri A maupun Seri B, jadi risiko yang diambil oleh Moratti.

Walau kini terlihat sedang terpuruk dan kehilangan status “special two”-nya, sebenarnya prestasi Stramaccioni bisa dibilang tidak buruk-buruk amat. Pada 26 Maret lalu ia tepat setahun menjadi pelatih Inter Milan, menjadikannya pelatih ketiga terlama di Inter semenjak 2004 (setelah Roberto Mancini dan Jose Mourinho). Bermain untuk Massimo Moratti dan Inter memiliki tantangan tersendiri sehingga sulit untuk membandingkan prestasinya vis-à-vis dengan Conte.

Contohnya saja masalah Wesley Sneijder. Meski dulu memiliki pemain berbakat asal Belanda ini ditangannya, Strama sendiri tak leluasa untuk memainkannya. Proses negosiasi kontrak antara Sneijder dan Inter Milan membuat Strama acap kali harus mengeluarkan Sneijder dari tim.

Terlepas dari tetek-bengek di luar lapangan, rekor Stramaccioni dengan Inter sendiri tergolong lumayan. Selama satu tahun ia telah menangani 54 pertandingan Inter Milan, dengan catatan 29 kali menang, 10 imbang, dan 15 kali kalah. Nilai yang sebenarnya cukup baik mengingat ia tak berpengalaman sama sekali melatih tim di Seri A.

Sama seperti Conte, Strama sendiri terkenal karena detail dalam mempersiapkan pertandingan. Bahkan, bisa dibilang terlampau detail. Salah satu kritik yang sering ditujukan padanya adalah tim yang ia bentuk tak memiliki identitas karena terlampau sering berganti formasi. Memang, Strama sendiri berulang kali mengganti strategi Inter tergantung siapa lawan yang dihadapi.

Namun kritik yang sekarang ia hadapi pernah jadi pujian untuknya. Hingga bulan November, atau hingga ia mengalahkan Juventus, kemampuannya untuk menggonta-ganti taktik sering dianggap salah satu kehebatannya dalam melatih. Bahwa kini ciri khasnya melatih kini dipertanyakan, tentu memerlukan satu perspektif tersendiri untuk menjawabnya.

Serie A Giornata 30 – Inter vs Juventus

Malam ini, Conte dan Stramaccioni akan dipertemukan dalam sebuah laga big match di pekan ke-30 Serie A. Di pertemuan sebelumnya, Strama menjadi pelatih pertama yang berhasil mengalahkan Juventus di kandangnya sendiri, dan mengakhiri 49 pertandingan tanpa terkalahkan Si Nyonya Tua.

Saat itu Inter berada di posisi kedua, sedang mengintai Juventus, dan dianggap mampu memberikan persaingan ketat dalam perebutan scudetto. Strama pun kemudian dinobatkan sebagai “The Special Two” dan dianggap sebagai salah satu pelatih paling berbakat di Italia. Tapi apa lacur. Setelah Derby d’Italia, prestasi Inter justru semakin merosot. Mereka pun kini duduk di posisi 7 klasemen sementara, terpaut 18 angka dari Juventus.

Sebagaimana pertemuan pertama, Derby d’Italia malam ini tentu jadi ajang perebutan gengsi bagi kedua pelatih muda ini. Stramaccioni akan coba mengulangi kesuksesannya dalam mengalahkan Juventus, dan membuktikan bahwa ia tak kalah dengan Conte. Sementara Conte pun ingin membalaskan dendam karena rekor tak terkalahkan Juventus dipatahkan oleh Stramaccioni.

“Derbi adalah sepak bola itu sendiri: kenangan tentangnya, emosi yang ditimbulkan, kebahagiaan, kesedihan, bahkan perasaan putus asa. Derbi adalah tentang itu semua,” ujar Massimo Moratti mengenai Derby d’Italia. Pelatih mana yang akan mendapatkan kebahagiaan dan pelatih mana keputus asaan hanya akan terjawab malam ini dalam laga di Giuseppe Meazza, Sabtu (30/3/2013) malam WIB. Sangat Layak untuk ditunggu! [detik/edited/lgi]

Inter vs Juventus, Duel Sengit Dua Misi

Preview Serie A Pekan Ke-30: 
Internazionale vs Juventus

LGI - FC Internazionale Milano bertekad mengulangi kemenangan Derby d'Italia terakhir atas Juventus, saat kembali bertemu pada laga Serie A di Giuseppe Meazza, (30/3).

Kemenangan 3-1 Nerazzurri bulan November 2012 silam sekaligus berhasil mematahkan rentetan 49 laga tak terkalahkan Bianconeri. Namun kali ini, upaya untuk menghambat laju sang pemuncak klasemen tampaknya takkan berjalan mudah.

Pasalnya tim tamu yang dibesut Antonio Conte sedang berada pada bentuk terbaiknya. Kendati tengah membagi fokus dengan laga Liga Champions kontra Bayern Munich, namun skuad yang merata milik Juve layak diwaspadai.

Selain itu, tambahan tiga poin bakal sangat berarti bagi La Vecchia Signora, yang tengah mengokohkan posisi di puncak klasemen Serie A. Saat ini poin mereka masih terpaut sembilan angka dari Napoli di posisi kedua.

Sedangkan tim asuhan Andrea Stramaccioni berharap, supaya mampu mengulang performa luar biasa di laga terakhir Liga Europa, kala membekuk Tottenham Hotspur 4-1. Tercatat hanya dua nama yang dipastikan tak bakal tampil.

Juan Jesus dan Dejan Stankovic tidak akan disertakan pada laga ini, menyusul sanksi larangan bertanding dan gangguan cedera. Namun kabar baiknya, Samir Handanovic besar kemungkinan mengawal gawang Nerazzurri.

Di lini depan, Antonio Cassano berpeluang diduetkan dengan Rodrigo Palacio. Sedangkan Fredy Guarin masih diharapkan kebugarannya, setelah menjalani laga Kualifikasi Piala Dunia zona Conmebol.

Sementara bagi Juventus, kunjungan kali ini takkan menyulitkan, dengan komplitnya skuad yang dibawa Conte. Setidaknya hanya satu nama yang diistirahatkan, yakni Giorgio Chiellini yang disimpan untuk laga Eropa.

Striker Mirko Vucinic juga diperkirakan bakal disimpan, dan bakal digantikan oleh Fabio Quagliarella. Selebihnya, Conte tak bakal kesulitan menentukan skuad terbaiknya, untuk menghindari hasil di Derby d'Italia November lalu.

Perkiraan susunan pemain:

Inter (4-3-1-2): Handanovic; Zanetti, Ranocchia, Chivu, Pereira; Gargano, Kovacic, Cambiasso; Guarin; Palacio, Cassano.

Juventus (3-5-2): Buffon; Barzagli, Marrone, Bonucci; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Marchisio, Asamoah; Giovinco, Quagliarella.

Data dan Fakta Serie A Giornata 30: Inter vs Juventus

Internazionale Milan bertekad mengulangi kemenangan Derby d'Italia terakhir atas Juventus, saat kembali bertemu pada laga Serie A di Giuseppe Meazza, (30/3).

Kemenangan 3-1 Nerazzurri bulan November 2012 silam sekaligus berhasil mematahkan rentetan 49 laga tak terkalahkan Bianconeri. Namun kali ini, upaya untuk menghambat laju sang pemuncak klasemen tampaknya takkan berjalan mudah.

Selain itu masih ada sejumlah catatan menarik, yang patut dicermati jelang laga ini. Apa saja? Berikut data dan fakta laga Derby d'Italia antara Inter Milan kontra Juventus.

DATA & FAKTA

Pada pertemuan terakhir, Inter secara mengejutkan mampu menaklukkan Juventus 3-1 November lalu. Sempat tertinggal melalui Arturo Vidal, namun Nerazzurri akhirnya menang, sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan Juve di 49 laga.

Andrea Stramaccioni mencatat statistik apik, selama setahun menukangi Inter, yakni dengan 29 kemenangan, 10 kali seri dan 15 kekalahan dalam 54 pertandingan, dengan perhitungan 54 persen kemenangan.

Pertemuan sebelumnya antara kedua tim di Giuseppe Meazza terjadi pada Oktober 2011, di mana Juve memenangi laga dengan skor 2-1.

Juve hanya menang sekali, dalam lima lawatan terakhirnya ke Giuseppe Meazza.

Bianconeri bakal kokoh di puncak klasemen dengan 12 poin, andai malam nanti kembali menang dan Napoli kalah dari Torino.

Fabio Quagliarella belum pernah sekalipun menjebol gawang La Beneamata. Lebih dari itu, ia hanya berhasil mengalahkan Inter sekali, dalam 13 kali kesempatannya.

HEAD TO HEAD


Serie A - 3 November 2012 - Juventus 1 - Inter 3
Serie A - 25 Maret 2012 - Juventus 2 - Inter 0
Serie A - 29 Oktober 2011 - Inter 1 - Juventus 2
Friendlies - 18 Agustus 2011 - Inter 7 - Juventus 6
Serie A - 13 Februari 2011 - Juventus 1 - Inter 0

LIMA LAGA TERAKHIR INTER

14 Maret 2013 - Inter 4 - Tottenham 1 - Liga Europa
10 Maret 2013 - Inter 0 - Bologna 1 - Serie A
7 Maret 2013 - Tottenham 3 - Inter 0 - Liga Europa
3 Maret 2013 - Catania 2 - Inter 3 - Serie A
24 Februari 2013 - Inter 1 - AC Milan 1 - Serie A

LIMA LAGA TERAKHIR JUVE

16 Maret 2013 - Bologna 0 - Juventus 2 - Serie A
10 Maret 2013 - Juventus 1 - Catania 0 - Serie A
6 Maret 2013 - Juventus 2 - Celtic 0 - Liga Champions
1 Maret 2013 - Napoli 1 - Juventus 1 - Serie A
24 Februari 2013 - Juventus 3 - Siena 0 - Serie A

Cambiasso Tegaskan Inter Hanya Fokus ke Pertandingan

LGI - Rivalitas antara Inter dan Juventus adalah salah satu yang terpanas di Italia. Kendati demikian, Inter akan fokus ke pertandingan demi mengejar hasil akhir.

Inter akan menjamu Juve di Giuseppe Meazza dalam lanjutan Seri A, Sabtu (30/3/2013) malam WIB. Melihat sejarah persaingan kedua tim di Italia, duel tersebut bukan sekadar mempertaruhkan tiga poin, tapi juga soal gengsi dan harga diri.

Tapi, hal tersebut bukanlah prioritas Inter saat ini. Nerazzurri akan fokus memburu poin penuh agar posisi mereka di klasemen terus membaik.

"Kami hanya berpikir tentang pertandingan melawan Juventus," ungkap gelandang Inter, Esteban Cambiasso, kepada Sky Sport Italia.

"Rivalitas di antara dua tim ini sangatlah besar, tapi kami harus fokus dengan apa yang terjadi di lapangan," tuturnya.

Inter tampil kurang konsisten akhir-akhir ini. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka hanya menang dua kali, seri satu kali, dan kalah dua kali. Hal inilah yang membuat mereka tertinggal 18 poin dari Juve yang tampil sangat konsisten musim ini.

"Kami harus mendemonstrasikan kemampuan kami. Musim ini kami sempat mengalami situasi naik turun dan di liga seperti di Italia, Anda harus konsisten. Itulah yang Juventus telah lakukan, mereka tidak pernah kehilangan konsistensi,"Ujar Cambiasso.

Zanetti: Inter Hanya Bidik Tiket Liga Champions

LGI - Kapten tim FC Internazionale Javier Zanetti mengakui sempat berpikir Nerazzurri bakal meraih Scudetto setelah mengalahkan Juventus 3-1 di awal musim ini.

Inter merupakan tim pertama yang mengalahkan Bianconeri di kandang baru mereka Stadion Juventus pada November 2012. Namun selepas itu, mereka tidak bisa menjaga performa bagusnya, dan merosot ke peringkat lima klasemen, serta tertinggal 18 angka.

“Kami semua awalnya berpikir bisa mendapatkan Scudetto setelah kemenangan itu. Namun sejak itu, kami tidak pernah bisa menurunkan tim secara penuh, dan musim hilang begitu saja,” ungkap Zanetti dikutip Tuttosport.

“Target kami sekarang adalah lolos ke Liga Champions lagi.”

Inter akan berhadapan dengan Juventus pada akhir pekan ini, dan Zanetti memahami artinya Derby d'Italia.

“Ini pertandingan besar bagi kami semua, dan sarat sejarah. Sejak saya datang ke Inter, saya paham apa arti laga ini, karena segala sesuatunya terjadi di atas mau pun di luar lapangan,” tambah pemain asal Argentina itu.Ini merupakan jenis pertandingan di mana setiap pemain ingin bermain.”

Kovacic: Tak Ada Yang Spesial Dari Laga Inter vs Juve

Jumat, 29 Maret 2013

LGI – Pemain muda Inter, Mateo Kovacic angkat bicara menjelang laga Big Match melawan Juventus akhir pekan ini. Menurutnya, bertanding melawan La Vecchia Signora tak lebih dari pertandingan yang lainnya.

Inter akan menjamu Juventus di Giuseppe Meazza, Sabtu (30/3/2013). Bagi Kovacic ini adalah laga pertamanya menghadapi Bianconeri sejak bergabung dengan Nerazzurri pada bursa transfer Januari lalu.

Meski baru pertama kali melakoni laga klasik tersebut, pemain Kroasia tersebut mengaku tidak merasakan tekanan yang berlebihan. Pihaknya mengakui bahwa melawan Juventus sama saja dengan bertanding dengan tim yang lain. Yang juga wajib dimenangkan oleh Inter.

"Ini laga Inter vs Juventus pertama bagi saya, namun semua pertandingan adalah sama dan memiliki nilai tiga poin," Ujar Kovacic kepada Corriere dello sport.

"Juventus adalah tim hebat tetapi pertandingan sepakbola adalah pertandingan sepakbola. Dan kami ingin menang. Mereka juga skuad yang bagus, pelatih yang bagus dan telah melakukan yang terbaik di Liga maupun liga Champions. Bagaimanapun kami bisa mengalahkan mereka," tuntas Kovacic.

Bahagia Bersama Inter, Kovacic Tolak Tiga Raksasa Inggris

LGI – Berkat penampilan apiknya sampai sejauh ini, bintang muda Inter, Mateo Kovacic dilirik banyak klub elit, terutama Chelsea, Manchester United, dan Manchester City. Meski demikian, gelandang Kroasia itu akan menolak tawaran dari tiga tim raksasa Liga Inggris tersebut.

Inter merekrut Kovacic dari Dynamo Zagreb pada transfer Januari lalu. Meski tengah dikaitkan dengan klub besar Premier League, Namun gelandang berusia 18 tahun ini menyatakan pihaknya tidak akan meninggalkan Italia dan akan tetap memilih bertahan bersama Nerazzurri.

"Tak satu pun dari ketiga klub tersebut yang menghubungi saya secara langsung, tapi saya akan lebih memilih Inter," Ujar Kovacic.

Saat ini, Kovacic mengaku bahagia bersama Nerazzurri. Ia sejauh ini sudah mencatatkan tiga kali penampilan di Serie A, dan kini bertekad membawa timnya finis di zona eropa.

"Sulit untuk dapat menembus zona Liga Champions sebab kami berada di posisi ke enam sekarang. Namun jika kami bermain seperti ketika melawan Tottenham, kami bisa mendapatkannya," tandas Kovacic.

Stramaccioni Ingin Kalahkan Juventus Lagi

Kamis, 28 Maret 2013

LGI – Andrea Stramaccioni telah satu tahun menjadi pelatih Internazionale pada 26 Maret 2013 lalu. Stramaccioni pun ingin merayakan hal itu dengan meraih kemenangan atas Juventus, Sabtu (30/3) dini hari WIB, di Giuseppe Meazza.

Stramaccioni dipercaya menggantikan Claudio Ranieri menjadi pelatih Internazionale mulai 26 Maret 2012. Allenatore berusia 36 tahun ini dipromosikan menjadi pelatih tim utama setelah mempersembahkan trofi NextGen Series 2011/12 bersama tim Primavera Inter.

Pada pertemuan pertama musim ini, Inter berhasil mengkandaskan Juventus dengan skor 3-1. Stramaccioni pun mengungkapkan keinginan untk mengulangi hal itu pada laga kedua nanti.

"Inter mengalahkan Juventus, yang ketika itu ingin mencetak rekor 50 laga tak terkalahkan," kata Strama kepada Inter Channel. "I Nerazzurri menghukum I Bianconeri di Juventus Stadium. Kami melihat para pendukung merayakan kemenangan itu di tribun mereka dan bagian stadion lainnya hanya bisa terdiam. Kami ingin kembali mengulang memori indah itu."

"Pertandingan nanti merupakan laga penting untuk kami, baik untuk posisi di klasemen maupun gengsi yang dipertaruhkan. Kami akan bermain dengan memberikan semua kemampuan terbaik dan mengeluarkan 101 persen kemampuan. Kami akan bekerja keras dan siap untuk berjuang selama 90 menit di Giuseppe Meazza." Tuntas Strama.

Inter Sudah Capai Kesepakatan Untuk Datangkan Belhanda

Kamis, 21 Maret 2013

LGI – Setelah melepas playmaker Wesley Sneijder, Internazionale langsung bergerak cepat mencari pemain baru. Tawaran Nerazzurri terhadap gelandang serang klub Prancis, Montpellier, Younes Belhanda kabarnya kini telah diterima.

Belhanda seringkali dihubung-hubungkan dengan dua klub London, Tottenham Hotspur dan Arsenal. Akan tetapi, belakangan ia justru dilaporkan bakal menuju klub Turki Fenerbahce setelah mencapai kesepakatan pribadi. Pada prosesnya, Belhanda boleh jadi justru akan berlabuh di Inter.

"Kami sudah mencapai kesepakatan dengan Inter untuk harga transfer 14 juta euro," kata Presiden Montpellier Louis Nicollin kepada AMKSpor.

Adanya perubahan situasi transfer pemain internasional Maroko berusia 22 tahun itu disebabkan karena Montpellier dan Fenerbahce tak kunjung menyepakati harga transfer. Inter, di sisi lain, memberi tawaran lebih menggiurkan.

"Fenerbahce tak ingin membayar lebih dari 8 juta euro. Itu mengapa saya lebih memilih untuk menerima tawaran Inter. Setiap pemain punya harganya dan 8 juta euro tidak cukup untuk Belhanda," ujar Nicollin.

Tambah Skuad Tango, Inter Bidik Pemain River Plate

LGI - Internazionale kembali memburu pemain asal Argentina, dan kini mereka mengincar pemain muda River Plate, Ezequiel Cirigliano. Sebelumnya di tahun 2012 lalu, Nerazzurri pernah memberikan penawaran kepada River Plate. Namun, transfer tersebut gagal karena tidak ada kesepakatan harga.

Kini Inter kembali lagi memburu Cirigliano, dan ikabarkan La Beneamata telah memberikan penawaran sebesar tujuh juta euro untuk gelandang berusia 21 tahun tersebut.

Inter punya modal penting untuk menggaet Cirigliano. Yakni hubungan baik antara Moratti dengan presiden River Plate, Daniel Pasarella. Jika transfer tersebut terealisasi, maka dominasi pemain Argentina di skuad Biru Hitam akan bertambah.

Cirigliano sendiri memulai debut profesionalnya pada tahun 2010, ia menunjukkan performa yang cukup apik selama memperkuat Rivel Plate dan sampai saat ini telah menorehkan 50 pertandingan di liga bersama klubnya tersebut.

Inter Tertarik Datangkan Sebastian Jung

LGI – Internazionale semakin intens memantau perkembangan bek sayap Eintracht Frankfurt, Sebastian Jung. I Nerazzurri dikabarkan akan memboyong Jung ke Giuseppe Meazza pada jendela transfer musim panas 2013 mendatang.

Sebastian Jung telah dihubung-hubungkan akan pindah ke Internazionale sejak awal musim ini. Bukan tanpa alasan Nerazzurri tertarik terhadap pemain berusia 22 tahun tersebut karena ia telah menunjukan performa apiknya dalam dua tahun terakhir bersama Eintracht Frankfurt.

Seperti yang diberitakan Sport Media Set, Jika Inter tertarik untuk mendatangkan Jung, mereka harus mengeluarkan dana sebesar tujuh juta euro. Namun belum ada pernyataan resmi dari pihak La Benamata terhadap rumor transfer ini.

Jika transfer ini terjadi, diperkirakan Jung akan dipersiapkan untuk mengisi posisi Samuel yang dikabarkan bakal pensiun. Jung sendiri merupakan pemain yang telah rutin tampil membela timnas Jerman U-21.

Pada November 2012, Jung mendapat panggilan pertama kali untuk masuk ke skuad timnas Jerman senior. Pemanggilan memiliki arti yang spesial untuk Eintracht Frankfurt, karena defender tersebut merupakan pemain klub pertama yang dipanggil timnas sejak 1999.

Palacio Sangat Senang Bisa Bermain Bersama Messi

Rabu, 20 Maret 2013

LGI - Kembali dipanggil masuk ke dalam skuad Argentina membuat Rodrigo Palacio semakin bersemangat. Pasalnya, kesempatan Palacio berduet dengan Lionel Messi terbuka lebar, dan dapat bermain bersama bintang Barcelona itu sudah menjadi impiannya sejak lama.

Kesempatan tersebut tiba menjelang partai lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Venezuela. Palacio dipanggil menjadi bagian tim Tango setelah performanya yang cukup impresif bersama Internazionale musim ini.

Menurut palacio, bermain bersama Messi akan memberikan banyak pengalaman. Terutama, dirinya dapat belajar banyak dengan peraih Ballon d'Or 2012 tersebut.

"Bagi saya dan pemain lain, ini sebuah kehormatan bisa bersama Messi dalam satu tim. Ini akan menjadi sebuah mimpi untuk bermain bersama Messi. Saya selalu mencoba bermain dengan cara saya dan percaya diri," Tutur Palacio kepada ESPN Deportes.

"Kami semua selalu berusaha dekat dengan Messi agar dapat mengambil manfaat pada kesempatan ini, yaitu belajar sesuatu darinya dan meningkatkan kemampuan," Pungkasnya.

Jose Mourinho Kangen Latih Internazionale

LGI - Manajer Real Madrid, Jose Mourinho, baru-baru ini mengakui bahwa dirinya tengah dilanda rasa rindu dengan kenangan indah saat melatih Internazionale yang pernah ia tangani selama dua musim sebelum hijrah bersama El Real.

Jose Mourinho sempat mengaku bahwa dirinya akan sangat senang dan gembira apabila suatu saat nanti dia akan dapat kembali bergabung bersama Internazionale yang pernah ia bawa menjadi juara Serie-A dan Liga Champion.

Dalam sebuah wawancara dengan Coordown.it, sebuah lembaga nasional Italia yang mengurusi permasalahan orang-orang yang mengidap down syndrome, Mourinho mengatakan bahwa dirinya memiliki tempat khusus di harinya untuk Nerazzurri dan ia akan senang apabila dapat kembali bersama Inter suatu saat nanti.

"Saya sudah menghabiskan dia musim yang fantastis bersama Inter di Italia. Saya tidak tahu apakah saya akan kembali suatu hari nanti, namun bila ada kesempatan, saya akan melakukanna dengan senang hati dan penuh kegembiraan," tutur Mourinho kepada Coordown.it.

Coordown.it saat ini tengah mempersiapkan 50 video dari orang-orang terkenal untuk menunjukan dukungan mereka terhadap penderita down syndrome. Saat ini sudah ada 21 orang terkenal yang telah memberikan dukungannya, seperti Antonio Cassano, Francesco Totti, Andrea Ranocchia, Javier Zanetti, Marco Materazzi, serta dua penyanyi Italia, Tiziano Ferro dan Jovanotti.

Philippe Coutinho Bicara Soal Inter

LGI - Mantan Gelandang Internazionale yang kini memperkuat Liverpool, Philippe Coutinho, mengungkapkan curahan hatinya saat berada di Italia. Pemain Brasil tersebut dibeli The Reds dari I Nerazzurri pada jendela transfer Januari 2013.

"Karier saya positif sejauh ini dan saya telah memiliki beberapa pengalaman meski masih muda. Saya belum tahu segalanya tentang sepak bola. Saya masih belajar tetapi di sepak bola Italia seperti di sini dn saya pikir telah membantu saya." ujar Coutinho di situs resmi liverpool.

Perbedaan mencolok soal penampilan Countinho antara di Internazionale dan sekarang di liverpool. Dalam beberapa laga pemain berusia 20 tahun ini sudah memberikan kontribusi positif bagi kubu The Reds. Ia bahkan sudah mencetak dua gol dari lima pertandingan yang dilakoninya.

"Setiap pemain ingin bermain di Eropa dan sama seperti saya. Saya dibeli Inter ketika masih 16 tahun dan saya masih sangat muda. Saya tidak menyesal ketika saya tiba, mereka memiliki harapan tetapi saya pikir normal untuk sepak bola sekarang. Sayangnya, saya tidak bekerja di sana tetapi saya senang berada di sini," tuntas Coutinho.

Zanetti: Inter Tampil Fantastis, Tapi Sayangnya Harus Tersingkir

Jumat, 15 Maret 2013

LGI – Javier Zanetti dan rekan-rekan setimnya meninggalkan lapangan dengan iringan standing ovation dari penonton di Giuseppe Meazza setelah bermain sensasional selama 120 menit saat mengalahkan Tottenham Hotspur 4-1.

Pada leg II babak 16 besar Europa League yang digelar Jumat, (15/3/2013) tersebut, Inter hampir membuat keajaiban dengan unggul 3-0 di waktu normal lewat gol-gol Antonio Cassano (menit ke-20), Rodrigo Palacio (51’) dan bunuh diri William Gallas (76’). Agregat 3-3 memaksa kedua tim menjalani extra time.

Hanya butuh satu gol lagi untuk lolos, Inter justru kebobolan oleh gol Emmanuel Adebayor di babak perpanjangan waktu. Sementara Gol dari Ricky Alvarez di babak kedua extra time belum cukup bagi Inter. Meski Menang 4-1, Nerazzurri tetap tersingkir karena di leg I lalu menyerah 0-3 sehingga kalah gol tandang.

“Inilah yang membuat sepakbola menjadi indah. Kami selalu percaya. Tak ada yang menyangka kami akan mencetak empat gol ke gawang Tottenham,” kata Zanetti seperti dikutip Football Italia.

“Sayangnya kami tetap tersingkir. Tapi kami harus mengambil hal positif dari laga ini. Tadi merupakan grande Inter,” ujar pemain bernama lengkap Javier Aldemar Zanetti ini.

Selain itu, Zanetti yakin kemenangan ini  akan jadi modal Inter menjalani sisa musim ini di Liga Italia dengan target finis di posisi tiga besar agar dapat tampil di Liga Champions musim depan. Saat ini, Nerazzurri masih tertahan di posisi kelima klasemen sementara Serie A dengan 47 poin, dan tertinggal 4 poin dari rivalnya AC Milan yang berada di urutan ketiga.

“Sekarang biarkan kami mengisi ulang baterai guna melawan Sampdoria pada Minggu malam. Lalu kami akan berusaha sebaik mungkin mengakhiri fase akhir musim ini,” tuntas Zanetti.

FORZA INTER PER SEMPRE....

Saat Ini Inter Tak Sedang Cari Pelatih Baru

LGI – Massimo Moratti lagi-lagi harus angkat bicara terkait isu masa depan Allenatore timnya, Andrea Stramaccioni. Untuk kesekian kalinya, Presiden Internazionale ini menegaskan bahwa Nerazzurri saat ini sedang tidak mencari pelatih baru pengganti Stramaccioni.

Masa depan Strama memang sedang digoyang terkait hasil buruk yang didapat Inter musim ini. Di mana penampilan La Beneamata menurun di paruh kedua musim ini, hal ini membuat mereka hanya mampu berada di peringkat kelima klasemen sementara Serie A.

Beberapa nama pengganti Stramaccioni sudah muncul di mana Sinisa Mihajlovic dan Mircea Lucescu berada di urutan teratas daftar calon pelatih Inter, Bahkan keduanya diberitakan sudah dihubungi oleh Moratti untuk diseleksi sebagai calon Allenatore baru La Beneamata musim depan.

Sebelum laga leg kedua babak 16 besar Liga Europa kontra Tottenham Hotspur, Jumat (15/3/2013) dinihari WIB, Moratti dicegat para jurnalis di Giuseppe Meazza dan ditanyai perihal isu tersebut. Lalu apa jawab taipan minyak tersebut?

"Saya ingin bilang ini: Saya tidak menghubungi siapapun. Saya tidak memanggil siapapun, saya pun juga tidak dikontak oleh pihak manapun dan saya pun tidak ingin melakukan hal itu (pergantian pelatih). Itu jawaban saya," tegas Moratti kepada Sky Sport Italia.

FORZA INTER.....

Inter Semakin Percaya Diri Hadapi Sisa Musim Ini

LGI - Internazionale memang gagal melaju ke perempatfinal Europa League. Namun performa saat mengalahkan Tottenham Hotspur di leg kedua, jadi titik awal kebangkitan Nerazzurri demi meraih hasil lebih baik di sisa musim ini.

Inter nyaris melakukan comeback saat mereka menghadapi Spurs di Giuseppe Meazza, Jumat (15/3/2013) dinihari WIB. Tertinggal tiga gol pasca leg pertama midweek lalu, Nerazzurri sempat berhasil menyamakan agregat di waktu normal setelah memimpin dengan skor 3-0.

Sayangnya di masa perpanjangan waktu 2x15 menit, Inter cuma bisa menambah satu gol di saat Spurs meraih gol tandang lewat Emmanuel Adebayor. Meski menang 4-1, La Beneamata tetap tersingkir dari Europa League setelah kalah agresifitas gol tandang.

Kekecewaan pasti dirasakan Inter, namun di balik itu ada sisi positif yang bisa diambil bahwa penampilan Nerazzurri kini mulai membaik setelah di awal tahun ini mengalami penurunan performa dan membuat rumor berkembang bahwa Andrea Stramaccioni akan digantikan pelatih lain.

Penampilan melawan Spurs bisa dijadikan sinyal kepada tim-tim lain jika Inter sudah "kembali", dan tim lain harus mewaspadai kebangkitan mereka di sisa musim ini. La Beneamata masih berpeluang lolos ke Liga Champions musim depan dan masih ada kans melaju ke final Coppa Italia meskipun kalah 1-2 dari AS Roma di leg pertama.

"Ini adalah sinyal penting yang kami kirim hari ini dan hal positif yang bisa saya lihat dari malam ini adalah kami tidak harus mengkhawatirkan soal laga tengah pekan lagi. Ini adalah performa terbaik kami musim ini," ungkap Stramaccioni di Football Italia.

"Bermain selama 120 menit dengan intensitas tinggi itu begitu sulit dna beberapa pemain banyak yang mengkhawatirkan kondisinya. Tapi saya melihat tim ini membuat sebuah langkah besar malam ini," lanjutnya.

"Kini kami akan memainkan turnamen mini di 10 laga final di Seri A. Kami akan melawan Sampdoria hari Minggu lalu sesudahnya Juventus. Hal yang terpenting hari ini adalah Inter memberikan respon, menunjukkan bahwa kami tetap bersatu dan tidak pecah karena kritik yang ada," tandas pelatih berusia 37 tahun ini.

FORZA INTER PER SEMPRE....

Inter Nyaris Buat Keajaiban Di Meazza

LGI – Allenatore Internazionale, Andrea Stramaccioni sempat mengatakan timnya butuh keajaiban untuk menyingkirkan Tottenham Hotspur setelah Nerazzurri kalah 0-3 di leg pertama babak 16 besar Europa League midweek lalu.

Pada leg kedua yang digelar di Giuseppe Meazza, Jumat (15/3/2013) dinihari WIB, Inter harus mengejar defisit tiga gol. Hal inilah yang membuat skuad Nerazzurri tampil sangat fantastis dan mereka nyaris lolos ke fase perempatfinal, meski akhirnya harus menuai kegagalan.

Sejak menit awal Inter langsung mengambil inisiatif serangan dan tak memberikan kesempatan sedikit pun untuk tim tamu mengembangkan permainan. Alhasil setelah 90 menit laga, La Beneamata memimpin 3-0 melalui gol Antonio Cassano, Rodrigo Palacio dan gol bunuh diri William Gallas.

Karena Agregat 3-3, memaksa pertandingan harus diteruskan ke perpanjangan waktu 2x15 menit dan di fase ini Spurs berhasil mencuri gol tandang melalui Emmanuel Adebayor. Kondisi ini membuat Inter harus membuat minimal dua gol untuk lolos di waktu tersisa extra time.

Sayangnya cuma satu gol berhasil dibuat lewat Ricky Alvarez di menit 110, dan Inter harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka gagal lolos meskipun menang 4-1 karena kalah agresifitas gol tandang. Spurs berhak melangkah ke fase perempatfinal.

Keajaiban memang gagal dibuat Inter di laga itu dan bahkan permohonan fans melalui spanduk yang bertuliskan "Paus, Tolong Berikan Kami Keajaibanmu" -- Sehari sebelum laga ini Vatikan baru saja memilih Paus baru dari Argentina -- tidak jua terkabulkan.

Tersingkir dari ajang Europa League memang sedikit mengecewakan kubu Inter, namun Stramaccioni tetap bangga dengan performa dan perjuangan skuadnya dengan semangat pantang menyerah meski tertinggal lebih dulu defisit tiga gol.

"Penampilan yang begitu penting malam ini. Atmosfer begitu aneh dan kami banyak dikritik. Kami selalu memberikan respon di atas lapangan. Kami membuat sebuah langkah besar dalam hal penampilan kami, menemukan konsistensi penampilan yang tidak selalu kami dapatkan. Kami tetap bersatu dan ingin finis sebaik mungkin musim ini," ujar Stramaccioni di Football Italia.

"Kami sangat kesulitan dengan adanya Moussa Dembele dan Scott Parker, di mana kami hari ini memutuskan untuk memberi ruang lebih di posisi bek sayap. Mereka bikin kami khawatir dan tidak mengambil keuntungan dari celah yang kami buat," lanjutnya.

“Tim melepas rasa takut mereka dan selalu mengambil inisiatif serangan. Hasilnya memang mengecewakan di mana kami kebobolan ketika kami sedang menciptakan banyak peluang," tuntas pelatih berusia 37 tahun ini.

FORZA INTER.....

Laurent Blanc Tertarik Gantikan Posisi Stramaccioni

LGI – Posisi Allenatore Inter, Andrea Stramaccioni mulai kembali digoyang gosip pemecatan. Pasalnya, dalam beberapa pertandingan terakhir, Nerazzurri menuai hasil yang mengecewakan. Hal tersebut jelas jadi faktor utama berkembangnya rumor tentang masa depan Stramaccioni, dan kabar terakhir nama Laurent Blanc disebut akan jadi calon suksesornya.

Dari pihak Blanc yang kini masih berstatus pelatih tim nasional Prancis, diakui punya ketertarikan besar melatih Inter. Konfirmasi ini memang bukan keluar langsung dari mulut Blanc, tapi dari asistennya, Alain Boghossian yang mengklaim hal itu dan mantan bek Nerazzurri tersebut akan sangat senang jika punya kesempatan melatih La Beneamata.

“Blanc akan sangat senang bisa duduk di kursi kepelatihan Inter. Kota Milan tempat yang menarik dan Inter adalah klub penting – di sana, Anda akan punya segalanya untuk berhasil. Pada dasarnya, setiap pelatih takkan menolak tawaran dari Inter,” Ujar Boghossian.

Blanc juga bukan nama yang asing di telinga para Interisti maupun supremo Massimo Moratti, lantaran pernah berkostum Inter selama tiga tahun, 1999 hingga 2001. Kendati demikian, Boghossian memaparkan bahwa belum ada pembicaraan khusus dari Blanc sendiri maupun kontak resmi dari La Beneamata.

“Saya belum mengerti situasinya terlalu baik, tapi Blanc memang belum bilang apapun pada saya. Tetapi ini bukan kali pertama baginya dikait-kaitkan dengan suatu klub. Sekarang, segalanya masih bergantung pada klub terkait dan rencana terhadap masa depan mereka,” jelas Boghossian.

FORZA INTER PER SEMPRE....

Moratti Bangga Melihat Perjuangan Inter

LGI – Internazionale memang gagal melangkah ke perempatfinal Europa League musim ini. Tapi perjuangan yang ditunjukkan Nerazzurri saat melawan Tottenham Hotspur di leg kedua membuat Massimo Moratti sangat bangga.

Inter harus mengejar defisit tiga gol pada laga yang dihelat di Giuseppe Meazza, Jumat (15/3/2013) dinihari WIB. Nerazzurri terus menekan Spurs sejak awal pertandingan, dan hasilnya mereka membuka keunggulan di menit ke-20 lewat gol Antonio Cassano.

Di babak kedua, Inter mencetak dua gol tambahan lewat Rodrigo Palacio dan gol bunuh diri William Gallas. Dengan demikian, garegat kedua tim menjadi imbang 3-3 dan memaksa laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Di Extra time babak pertama, Inter lengah dan Spurs mampu membuat gol melalui Emmanuel Adebayor pada menit 96. Gol tersebut memaksa Nerazzuri harus mencetak dua gol lagi jika ingin melaju ke fase berikutnya.

Peluang sempat terbuka saat Ricardo Alvarez mencetak gol di menit ke-110 dan mengubah agregat menjadi 4-4. Namun sayang di sisa waktu extra time, Inter gagal menambah gol lagi. Meski menang 4-1, mereka tetap tersingkir dari Europa League karena kalah aturan gol tandang.

Melihat semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh skuad asuhan Andrea Stramaccioni itu, membuat sang Presiden Inter, Massimo Moratti merasa sangat bangga dan ia pun memberi pujian kepada para pemainnya.

"Para pemain melakukan apa yang media tidak perkirakan, yang mana membawa semua kebanggaan. Kami semua sangat bangga pada tim ini dan saya hanya bisa memuji mereka atas usahanya. Kami memang tersingkir, tapi jika ini adalah Liga Champions maka saya akan lebih kecewa," tutur Moratti kepada Inter Channel seperti dikutip Football Italia.

"Babak perpanjangan waktu tentu akan memberatkan kami di hari Minggu saat melawan Sampdoria, tapi secara psikologis ini adalah laga yang sangat penting. Kami semua fans ingin menghilangkan semuanya saat segala sesuatunya tak berjalan dengan baik, tapi ketika semuanya berjalan dengan baik kami mengerti dengan lebih baik kualitas yang dimiliki tiap pemain." lanjutnya.

"Malam ini kami menyadari bahwa kami bisa mengandalkan pemain muda dan pemain lain yang tidak lagi muda, mereka yang punya karakter dan kebanggaan. Kombinasi ini yang harus dipertahankan," tandas Moratti.

FORZA INTER PER SEMPRE....

Stramaccioni: Ini Performa Terbaik Inter Musim Ini

LGI – F.C. Internazionale tampil luar biasa saat mengalahkan Tottenham Hotspur di leg II babak 16 besar Europa League, Jum’at (15/3/2013) dinihari WIB. Meski Menang, Nerazzurri gagal Lolos ke fase berikutnya karena aturan gol tandang.

Sebelumnya pada leg I pertengahan pekan lalu, Inter menyerah 0-3 dikandang Spurs. Pada leg kedua yang digelar di Giuseppe Meazza, Nerazurri mencetak empat gol melalui Antonio Cassano, Rodrigo Palacio, bunuh diri William Gallas dan Ricky Alvarez di babak kedua extra time.

Meski tersingkir dari Liga Eropa, pelatih Inter, Andrea Stramaccioni sangat puas timnya sempat comeback dengan unggul 3-0 dalam 90 menit, dan ia juga menilai bahwa performa Inter selama 120 menit merupakan penampilan terbaik skuadnya musim ini.

“Kami telah mengambil langkah besar dari segi permainan. Kami tetap percaya sejak menit pertama. Kami punya kemampuan. Kami juga bersatu dan ingin mengakhiri musim dengan manis,” kata Stramaccioni di situs resmi Inter.

“Malam ini merupakan penampilan terbaik kami. Anak-anak bermain brilian dan menyingkirkan semua rasa takut. Sungguh disayangkan hasilnya seperti ini. Selain itu kami juga kebobolan gara-gara lengah,” ujar pelatih berusia 37 tahun ini.

Selain itu, Stramaccioni juga sedikit menyesalkan para pemainnya lengah dan gagal mencegah gol satu-satunya Spurs yang dibuat oleh Emmanuel Adebayor di babak pertama extra time.

“Penyesalan? Jelas ada kapan pun Anda terlempar dari suatu kompetisi. Tapi laga tadi merupakan pertanda baik di sisa perjalanan kami musim ini,” jelas Stramaccioni.

FORZA INTER PER SEMPRE....

Kalahkan Spurs 4-1 Dengan Funtastis, Inter Tetap Tersingkir

LGI – F.C. Internazionale Milan tampil funtastis saat mengalahkan Tottenham Hotspur 4-1 pada leg kedua babak 16 besar Europa League di Stadion Giuseppe Meazza, Jum’at (15/3/2013) dinihari WIB. Meski menang, agregat 4-4 tak membuat Nerazzurri lolos ke fase selanjutnya karena kalah agresifitas gol tandang.

Setelah kalah 0-3 di kandang Spurs pertengahan pekan lalu, Inter harus menang dengan mencetak gol sebanyak mungkin tanpa harus kebobolan jika ingin lolos. Sadar akan hal itu, Andrea Stramaccioni menginstruksikan skuadnya agar tampil menyerang dengan menampilkan formasi 4-3-1-2. Sedangkan pelatih Spurs, Andre Villas-Boas, lebih mengedepankan agar mempertahankan keunggulan agregat dengan menurunkan skema 4-4-2 dan mengakali absennya Gareth Bale.

Inter langsung tampil menyerang sejak kick off, Antonio Cassano berhasil membuat timnya unggul 1-0 di babak pertama. Di babak kedua, kemudian Nerazzurri menambah dua gol lewat Rodrigo Palacio dan bunuh diri William Gallas.

Unggul 3-0 membuat Agregat imbang 3-3 dan laga harus dilanjutkan ke 2x15 menit. Di babak pertama extra time, Spurs mencetak gol melalui Emmanuel Adebayor. Sementra Inter menambah gol lagi lewat Ricky Alvarez di babak kedua perpanjangan waktu.

Namun kemenangan Inter itu tak bisa membuat mereka lolos ke babak delapan besar karena mereka kalah aturan gol tandang.

Jalannya Pertandingan – Kick off dimulai, Inter tampil menyerang dan menekan Spurs. Di menit 17 Inter melakukan protes kepada wasit usai Cassano dijatuhkan di kotak terlarang oleh Gallas dan seharusnya mendapat hadiah penalti. Sayang wasit bergeming pada putusannya untuk tak memberikan penalti.

Inter baru bisa menjebol gawang Spurs di menit 20. Kerjasama Jonathan dan Rodrigo Palacio di sisi kanan membuat Palacio bebas mengirimkan umpan silang ke kotak penalti. Cassano yang berada di tiang jauh tanpa kesulitan menyundul bola ke gawang Brad Friedel. Inter masih tertinggal agregat 1-3 dari tim tamu.

Di menit 26 Palacio nyaris menggandakan keunggulan Inter ketika umpan lambung Cassano berhasil digapainya dan begitu memasuki kotak penalti, Palacio coba me-lob bola dan sukses melewati Friedel. Tapi sayang mistar gawang menggagalkan peluang penyerang asal Argentina itu.

Spurs punya peluang di menit 35 ketika free kick Gylfi Sigurdsson menuju kepala Kyle Walker tapi bola masih melenceng dari sasaran. Di masa injury time Freddy Guarin punya kesempatan menembak ke arah gawang tapi bola masih bisa dihadang Friedel.

Begitu juga dengan peluang emas Emmanuel Adebayor tak lama setelahnya memanfaatkan kesalahan di lini belakang Inter. Adebayor melambungkan bola ke arah gawang tapi sayangnya masih belum bisa menempatkan si kulit bundar di dalam gawang.

Di babak kedua Inter meningkat intensitas serangan demi mencari gol tambahan dan hasilnya didapat di menit 52. Umpan terobosan Esteban Cambiasso berhasil menemui Palacio yang lolos dari jebakan offside dan dengan dingin ia melesakkan bola ke jala Friedel. Inter unggul 2-0 namun masih tertinggal agregat 2-3.

Inter kemudian berhasil menyamakan agregat menjadi 3-3 di menit 74 lewat gol ketiga hasil bunuh diri Gallas. Cassano melepaskan free kick yang membentur pagar betis dan kemudian bola mengarah ke gawang sebelum akhirnya menembus jala Friedel karena menghantam kaki Gallas.

Pada menit 83 Chris Naughton memaksa Samir Handanovic melakukan penyelamatan gemilang ketika menepis bola hasil tembakan jarak jauh bek kiri Spurs tersebut. Di masa injury time, Inter nyaris menambah gol sayang tembakan Cambiasso dari sisi kiri masih menyamping tipis di samping gawang Friedel. Skor 3-0 masih bertahan dan laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu 2x15 menit.

Spurs langsung mengambil inisiatif serangan di awal perpanjangan waktu ketika umpan Scott Parker berhasil digapai Aaron Lennon yang kemudian menembak ke gawang tapi bisa ditepis Handanovic. Kemudian Handanovic memblok bola hasil sundulan Jan Vertonghen dari jarak dekat. Dari sana korner didapat Spurs lalu Gallas menyundul bola namun masih melenceng dari sasaran.

Di menit 96 Spurs mendapat gol tandang ketika Adebayor menyontek bola rebound hasil tembakan Moussa Dembele yang ditepis Handanovic. Skor kini jadi 1-3 masih untuk keunggulan Inter tapi Spurs kembali memimpin agregat 4-3.

Di menit 106 Cassano coba melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti tapi masih bisa ditepis Friedel dan amanlah gawang Spurs dari kebobolan. Harapan Nerazzurri sedikit terbuka pada menit 110, saat mereka mencetak gol keempatnya lewat tandukan Alvarez memanfaatkan crossing Cassano dari sisi kiri, Spurs masih unggul agregat gol tandang 4-4

Di sisa waktu, Inter terus berupaya mencetak satu gol lagi. Di menit 118, Andrea Ranocchia tandukannya masih melayang di atas mistar menyusul crossing Cassano. Setelah itu, Tak ada lagi gol tercipta dan La Beneamata harus tersingkir, sedangkan Spurs berhak melaju ke perempatfinal.

Susunan pemain

Internazionale Milan (4-3-1-2): 1-Handanovic; 42-Jonathan, 40-Juan, 26-Chivu, 4-J. Zanetti; 21-Gargano, 29-Kovacic (24-Benassi 79’), 19-Cambiasso; 14-Guarin (11-Alvarez 71’); 8-Palacio, 99-Cassano.

Tottenham Hotspur (4-4-2): 24-Friedel; 28-Walker, 13-Gallas, 5-Vertonghen, 16-Naughton (33-Caulker 103’); 19-Dembele, 8-Parker, 29-Livermore (7-Lennon 70’), 22-Sigurdsson; 18-Defoe (14-Holtby 56’), 10-Adebayor.

Pecat Branca, Inter Ingin Leonardo Kembali

Minggu, 10 Maret 2013

LGI - Internazionale dilaporkan ingin membawa kembali Leonardo Araujo ke Giuseppe Meazza pada musim depan. Namun, kembalinya Leonardo bukan sebagai pelatih, melainkan ia dipercaya untuk menjadi Direktur Olah Raga I Nerazzurri.

Sebelumnya, Leonardo sangat kental dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan AC Milan, karena ia pernah bermain, menjadi Direktur Olah Raga, dan melatih I Rossoneri selama berada di San Siro.

Namun, setelah memutuskan untuk melatih Internazionale mulai Desember 2010, Leonardo dicap sebagai pengkhianat oleh para pendukung Diavolo Rosso.

Leonardo sendiri hanya melatih Inter sampai akhir musim 2009/2010, dan ia hengkang ke Paris Saint-Germain. Di PSG, pria berusia 43 tahun ini tidak lagi menjadi pelatih tim, karena ia dipercaya untuk mengisi posisi Direktur Olah Raga klub asal Paris tersebut.

Sementara itu, Internazionale dikabarkan telah habis kesabaran terhadap Direktur Olahraga saat ini, Marco Branca. berbagai blunder transfer yang dilakukan Branca dinilai sebagai salah satu alasan La Beneamata ingin melakukan pergantinan di posisi itu.

Inter diberitakan akan memecat Branca pada akhir musim ini, dan berniat menggantikannya dengan Leonardo mulai musim 2013/2014.

Moratti Ungkap Alasan Bela Antonio Cassano

LGI - Presiden Internazionale, Massimo Moratti, menyatakan bahwa ia akan terus membela Antonio Cassano. Namun, Moratti berharap Cassano tidak lagi melakukan hal-hal bodoh selama berada di I Nerazzurri.

Seperti diketahui, Cassano terlibat perselisihan dengan Stramaccioni setelah sesi latihan Jumat (1/3) waktu setempat berakhir. Perselisihan itu muncul setelah Strama memutuskan untuk tidak memainkan pemain berusia 30 tahun ini pada pertandingan melawan Catania, akhir pekan kemarin.

Namun, keduanya telah berdamai, dan Cassano pun kembali bermain membela Inter saat melawan Tottenham Hotspur, pada laga leg pertama 16 Besar Liga Eropa, Jumat (8/3) lalu.

Massimo Moratti, yang bertindak sebagai penengah ketika terjadi perselisihan antara Cassano dan Stramaccioni, menyatakan bahwa ia akan selalu membela mantan pemain Real Madrid tersebut.

"Apabila saya tidak membela Cassano, maka siapa yang akan melakukan hal itu?," kata Moratti kepada Football Italia.

"Media selalu mencoba untuk memberitakan tuduhan yang mengerikan, karena mungkin mereka harus menjual isu yang tengah merebak."

"Dari hari pertama ketika kami mendatangkan Cassano, kami tahu bahwa hal semacam itu dapat terjadi. Namun, saya akan tetap membela dia. Jelas, keputusan untuk membela dia akan diiringi harapan bahwa ia tidak lagi melakukan hal-hal bodoh. Dalam kasus ini, anda harus saling bekerja sama dan begitu lah saya melihatnya."

"Selain itu, kami hanya memiliki dua penyerang di skuad, sehingga kami tidak bisa dengan mudah menghilangkan satu penyerang lagi." tuntas Moratti.

Lupakan Kekalahan Dari Spurs, Stramaccioni Fokus Ke Serie A


LGI - Menjelang laga Serie A pekan ke-28 kontra Bologna Senin (11/3) dini hari WIB, di Giuseppe Meazza, Pelatih Internazionale Andrea Stramaccioni berharap skuadnya fokus dan melupakan melupakan kekalahan telak atas Tottenham Hotspur di Liga Eropa.

Internazionale kalah tiga gol tanpa balas atas Tottenham pada laga leg pertama 16 Besar Liga Eropa, Jumat (8/3) dini hari WIB, di White Hart Lane. Meski peluang untuk lolos sangat berat, Stramaccioni tetap akan terus berjuang dan membalikkan keadaan di pertandingan kedua pekan depan.

"Sekarang, saya berharap untuk tidak berbicara mengenai kemungkinan tersingkirnya kami dari Liga Europa pada Kamis depan," kata Strama di konferensi pers sebelum pertandingan kontra Bologna.

"Jalan untuk lolos ke babak selanjutnya memang sulit, tetapi kami akan terus mencoba. Kami memiliki penyesalan besar karena menghadapi Tottenham yang sedang dalam performa terbaiknya dan kami tengah kehilangan banyak pemain penting."

"Namun, Inter tetaplah Inter. Kami akan bersaing untuk mencapai tujuan tim dan sejak hari pertama musim ini kami tahu bahwa tujuan Inter sesungguhnya adalah kembali bermain di Liga Champion."

"Setiap tim pasti pernah berada dalam periode sulit. Untuk kami, musim ini berjalan naik dan turun, tetapi sebelum tim diterpa badai cedera, kami sempat sangat dekat dengan pemuncak klasemen. Kami memiliki banyak masalah yang kemudian mempengaruhi perjalanan tim, tetapi kami tidak boleh menggunakan hal itu sebagai alasan."

"Kami sedang membangun masa depan, baik di skuad saat ini dan bursa transfer. Anda tidak dapat melepaskan pernyataan hanya berdasarkan satu kekalahan." Tuntas Stramaccioni.

Hadapi Bologna, Inter Tanpa Alvarez dan Handanovic

LGI - Pelatih Internazionale, Andrea Stramaccioni, telah merilis daftar pemain yang dipersiapkan untuk menghadapi pertandingan melawan Bologna, Senin (11/3) dini hari WIB, di Giuseppe Meazza. I Nerazzurri dipastikan tidak dapat diperkuat Samir Handanovic dan Ricky Alvarez.

Internazionale menjamu Bologna dalam lanjutan Serie A 2012/13 pekan ke-28. I Nerazzurri berada di posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi 47 poin. Sedangkan Bologna menempati urutan ke-11 dengan 32 poin.

Pada pertandingan nanti, La Beneamata tidak dapat diperkuat Ricky Alvarez dan Samir Handanovic. Alvarez absen karena mengalami cedera pada pertandingan melawan Tottenham Hotspur, Jumat (8/3) dini hari WIB, di White Hart Lane. Sedangkan Handanovic tidak boleh membela Inter pada satu pertandingan akibat terkena suspensi akumulasi kartu kuning pada pekan ke-27.

Inter juga masih tidak dapat diperkuat Diego Milito, Walter Samuel, Yuto Nagatomo, Joel Obi, Matias Silvester, Luca Castelazzi, dan Gaby Mudingayi, karena masih bergelut pada cederanya masing-masing.

Antonio Cassano kembali masuk ke dalam skuad untuk Serie A, setelah dikeluarkan dari tim pada pertandingan melawan Catania di pekan ke-27. Selain itu, Juan Pabllo Carrizo, pemain yang didatangkan Inter pada Januari 2013, berkesempatan besar akan melakukan laga debutnya di Giuseppe Meazza pada laga kontra Bologna ini.

Berikut Skuad Internazionale

Goalkeeper : Belec, Carrizo, Di Gennaro;

Defender : Zanetti, Ranocchia, Chivu, Pereira, Mbaye, Juan Jesus, Jonathan;

Midfielder : Stankovic, Schelotto, Kovacic, Guarin, Kuzmanovic, Cambiasso, Gargano, Benassi, Pasa;

Striker: Palacio, Rocchi, Cassano, Belloni

Inter Rayakan Ulang Tahun ke 105

LGI - Presiden Internazionale, Massimo Moratti merasa sangat bahagia dengan persiapan perayaan ulang tahun Nerazzurri yang jatuh pada hari ini. Pihaknya mengaku bangga dengan tim yang telah bertahun-tahun dipimpinnya itu.

Bagi Moratti, klub yang didirikan pada 9 Maret 1908 tersebut adalah segalanya. Pria 67 tahun tersebut mengaku akan menyambut hari jadi dengan penuh perasaan suka cita.

Selain itu, dalam setiap tahunnya, La Beneamata memiliki tradisi merayakan hari jadinya. "Kami telah melewati perjalanan ini bertahun-tahun bersama tim yang mencintai fans mereka," Ujar Moratti seperti dilansir Football Italia.

"Perasaan ini lebih dari sekedar uang. dan kami merayakan ulang tahun ini dengan perasaan bahagia dan bangga," tandasnya.

Buon Compleanno F.C. Internazionale Milano

Sabtu, 09 Maret 2013



9 Marzo 1908 - 9 Marzo 2013
BUON COMPLEANNO  F.C. INTERNAZIONALE MILANO...
105 ANNI NERAZZURRI..... TANTI AUGURI INTERISTI.... FRATELLI DEL MONDO...!!!


¤*¨¨*¤.¸¸...¸.¤ *¨¨*¤.
\¸.¤FORZA INTER¤*¨*¤.
.\¸.¤*¨¨*¤.¸¸.¸ .¤*¨¨*¤.
..\
☻/
.▌
/ \

Pereira: Masih Ada 90 Menit Lagi!

Jumat, 08 Maret 2013

LGI - Pertarungan leg pertama 16 Besar Liga Eropa antara Tottenham Hotspur kontra Internazionale, Jum’at (8/3) dinihari WIB, berhasil menjadi milik Gareth Bale dkk. The Lillywhites sukses menghempaskan Nerazzurri 3-0 tanpa perlawanan yang berarti.

Dengan hasil itu kesempatan Inter melenggang ke babak selanjutnya memang sangat berat. Namun, gelandang Nerazzurri, Alvaro Pereira tetap optimistis timnya masih mempunyai peluang dan bisa berbicara banyak di Europa League.

“Kami harus melupakan pertandingan. Masih ada 90 menit untuk kembali bertanding dan kami harus bekerja keras untuk melawan Spurs dan bisa melewati babak ini. Setiap pertandingan pasti berbeda, kami memiliki keyakinan bahwa kami bisa mengubah hasil ini,” ujar Pereira seperti dilansir, Football-Italia.

Sementara itu karena akumulasi kartu, Alvaro Pereira dan pemain Spurs Gareth Bale dipastikan tidak akan bermain dalam leg kedua pertengahan pekan depan.

Zanetti: Gol Bale Benar-Benar Krusial

LGI - Pemain belakang senior Internazionale Milan, Javier Zanetti menilai bahwa gol cepat yang dicetak Gareth Bale benar-benar mengubah jalannya pertandingan.

Gol Bale pada menit keenam sepertinya telah meruntuhkan mental para pemain Inter Milan. Terbukti, setelah gol tersebut, Nerazzurri benar-benar dipaksa untuk terus berada di bawah tekanan Tottenham selama hampir 90 menit pertandingan.

Zanetti pun melihat buruknya performa tim pada laga leg pertama Liga Europa tersebut nampaknya memang tidak terlepas dari gol cepat yang dicetak oleh Bale.

"Kami tidak beruntung karena mereka mencetak gol begitu cepat. Sebab hal itu telah mengubah jalan seluruh pertandingan," terang pemain asal Argentina itu seperti dilansir oleh football-italia.net.

Terlebih lagi, pemain 39 tahun ini merasa sedikit menyesal dengan terbuangnya sejumlah peluang yang dimiliki Inter.((source: bola.net))

Bale Cetak Gol Lagi, Inter Kalah Telak Dari Spurs

LGI – FC Internazionale harus menelan kekalahan telak saat bertandang ke markas Tottenham pada leg pertama 16 besar Liga Eropa, Jum’at (8/3/2013) dinihari WIB. Pasukan Andrea Stramaccioni menyerah tiga gol tanpa balas dari tim tuan rumah.

Pada laga yang digelar di White Hart Lane, Gareth Bale kembali menunjukkan performa apiknya dan menjadi momok bagi Inter. Pemain asal Wales tersebut sejak menit pertama terus meneror lini pertahanan Nerazzurri, dan sukses mencetak satu gol, sebelum dilengkapi oleh gol dari Gylfi Sigurdsson, dan Jan Vertonghen.

Sementara Inter tak mampu meladeni permainan cepat Tottenham yang dimotori oleh Bale. Usaha Nerazzurri untuk mencetak gol selalu gagal, dan mereka pun terpaksa harus mengakui keunggulan telak dari tim tuan rumah.

Hasil ini akan jadi modal berharga bagi Spurs untuk menjalani leg kedua di kandang Inter, pekan depan. Sementara itu, La Beneamata wajib menang dengan selisih empat gol di Giuseppe Meazza Jika ingin lolos ke fase Liga Eropa selanjutnya.

Jalannya Pertandingan

Spurs sudah unggul saat laga belum genap berusia enam menit. Memanfaatkan umpan silang Sigurdsson dari sisi kiri, Bale mengalahkan Esteban Cambiasso dalam duel udara di kotak penalti Inter dan mengirim bola ke dalam gawang dengan kepalanya.

Tim tuan rumah menggandakan keunggulannya pada menit ke-18. Diawali umpan silang Aaron Lennon yang diterima Jermain Defoe, Defoe menembak ke arah gawang, tapi bisa dimentahkan oleh kiper Samir Handanovic. Sigurdsson kemudian tanpa kesulitan mencocor bola rebound untuk membuat skor jadi 2-0.

Vertonghen hampir saja mencetak gol untuk Spurs pada menit ke-27. Namun, sundulannya bisa diamankan oleh Handanovic. Bale juga mendapatkan kesempatan saat laga berusia 36 menit. Dia menyambut umpan Sigurdsson dengan sundulan, tapi arah bola masih melenceng.

Memasuki menit ke-39, giliran Sigurdsson yang punya kans lewat tendangan mendatarnya dari luar kotak penalti. Namun, Handanovic menunjukkan reaksi yang baik dalam menangkap bola.

Tiga menit kemudian, Ricky Alvarez menyia-nyiakan peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan Inter. Usai lolos dari jebakan offside, dia sebenarnya tinggal menghadapi kiper Brad Friedel. Namun, penyelesaiannya melenceng.

Percobaan Alvaro Pereira pada menit ke-51 juga tak membuahkan gol untuk Inter. Tembakan menyilangnya masih melenceng. Semenit kemudian, Spurs kembali menambah gol. Sundulan Vertonghen meneruskan tendangan sudut Bale memaksa Handanovic kembali memungut bola dari dalam gawangnya.

Bale kembali mengacak-acak pertahanan Inter pada menit ke-61. Usai mengecoh beberapa pemain lawan, dia melepaskan tembakan kaki kiri, namun masih sedikit menyamping. Spurs nyaris mencetak gol lagi pada menit ke-64. Sial buat mereka, tendangan Defoe bisa digagalkan oleh Handanovic.

Di sisa waktu, tak ada lagi gol yang tercipta. Tottenham sukses mengalahkan Internazionale dengan skor meyakinkan 3-0.

Susunan Pemain:

Tottenham: Friedel; Walker, Vertonghen, Gallas, Assou-Ekotto; Dembele (Livermore 64'), Parker; Lennon (Naughton 82'), Sigurdsson (Holtby 71'), Bale; Defoe

Internazionale: Handanovic; Zanetti, Ranocchia, Chivu, Juan Jesus (Palacio 46'); Gargano, Cambiasso; Alvarez (Jonathan 67'), Kovacic (Guarin 55'), Pereira; Cassano

Inter Dilanda Krisis Pemain, Bale Jadi Sorotan

Kamis, 07 Maret 2013

Preview Liga Eropa: Tottenham vs Internazionale
LGI - FC Internazionale
kini sedang dilanda krisis beberapa pemain pilarnya saat akan bertandang ke markas Tottenham pada babak 16 besar Liga Eropa, Jum'at (08/03) WIB. Sementara pemain bintang tim tuan rumah, Gareth Bale tengah dalam kondisi on-fire setelah tampil gemilang dalam tujuh pertandingan terakhir, dan sukses menorehkan sembilan gol.

Sebelum melangkah ke 16 besar, Tottenham mampu melewati hadangan Olympique Lyon di babak 32 besar UEL. Agregat final laga tersebut berakhir 3-2 untuk Tottenham. Sedangkan Inter sukses menggagahi tim Rumania, CFR Cluj dengan agregat final yang cukup meyakinkan 5-0.

Menjelang laga tersebut, Andre Villas-Boas dan gelandang Inter, Esteban Cambiasso ikut mengomentari kualitas Bale yang tengah disorot oleh berbagai media dunia. Melalui situs resmi Uefa, keduanya menjelaskan.

"Untuk saat ini, Bale berada pada level yang berbeda. Dia pemain yang dahsyat dan menginspirasi banyak pemain (Spurs) lain. Saya juga berharap tren positif ini akan terus berlangsung saat menjamu Inter." ujar Villas-Boas.

"Bale memang berada dalam performa terbaik dan saya tak terkejut dengan hal itu. Dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Tetapi Nerazzurri juga memiliki skuad yang kuat, bahkan kompeten untuk menghentikannya." kata Cambiasso.

Diperkirakan Moussa Dembele dan Clint Dempsey tak akan berpartisipasi dengan rekan-rekannya kala melawan Inter akibat cedera. Posisi keduanya kemungkinan besar bakal digantikan Jake Livermore dan Gylfi Sigurdsson.

Sementara itu di kubu tim tamu, Andrea Stramaccioni tengah dipusingkan dengan cederanya beberapa pemain utama seperti Walter Samuel, Diego Milito, dan Yuto Nagatomo. Nama pemain terakhir disebut itu bermasalah dengan ligamen lututnya dan sudah dipastikan tak bisa ikut bermain.

Sebagai pengganti Nagatomo, Strama kemungkinan akan menurunkan Cristian Chivu. Selain itu pelatih berusia 37 tahun itu juga sudah memasukan kembali dan memainkan  Antonio Cassano setelah sempat bersitegang beberapa waktu lalu.

Laga 16 besar Liga Europa antara Tottenham dan Internazionale akan disiarkan secara langsung oleh SCTV, Jumat dini hari pada pukul 02:45 WIB.

Perkiraan starting line-up:

Tottenham (4-2-3-1):
Friedel (Gk); Walker, Dawson, Vertonghen, Naughton; Livermore, Parker; Lennon, Bale, Sigurdsson; Defoe.

Internazionale (4-3-1-2):
Handanovic (Gk); Zanetti, Juan Jesus, Chivu, Ranocchia; Gargano, Cambiasso; Guarin; Alvarez; Cassano, Palacio.

Data dan Fakta: Tottenham vs Inter:


Data dan Fakta Tottenham:


•    
Dalam sembilan pertemuan melawan klub Italia, Tottenham meraih tiga kemenangan, empat hasil imbang dan sisanya berakhir dengan kekalahan.
•    Lima laga terakhir Liga Europa, The Lilywhite bisa dibilang cukup perkasa. Mereka belum terkalahkan.
•    Hanya Jan Vertonghen dan Kyle Walker, pemain Spurs yang selalu tampil di ajang Liga Europa (720 menit).
•    Dalam pertemuan melawan La Beneamata pada leg pertama 16 besar UCL 2010/11, Gareth Bale mencetak hattrick ke gawang Julio Cesar.
Data dan Fakta Internazionale
•  Inter telah melakoni 26 laga melawan klub Inggris, mereka sukses meraih 12 kemenangan, empat hasil imbang dan sepuluh kekalahan.
•  Meski meraih sepuluh kekalahan melawan klub Inggris, track record La Beneamata di kota London cukup apik. Javier Zanetti dkk berhasil menang dua kali, imbang dan kalah sekali.
•  Dalam enam laga tandang di Liga Europa, Inter Milan berhasil meraih kemenangan lima kali, dan sekali kalah.
•  Bersama Viktoria Plzen, Nerazzurri tercatat sebagai tim yang paling banyak mencetak gol di Liga Europa dengan 16 gol sejauh ini.
•  Kemenangan 3-0 atas CRF Cluj di kandangnya adalah kemenangan tandang terbesar Inter di kompetisi ini.
•  Javier Zanetti mencapai caps terbanyak pemain Inter yang bermain di Liga Europa dan Piala Uefa (format lama) yakni 48 pertandingan.

Lima Pertandingan Terakhir Tottenham:

•    
03 Maret 2013, Tottenham 2 -Arsenal 1 (EPL)
•    25 Februari 2013, West Ham 2 - Tottenham 3 (EPL)
•    21 Februari 2013, Lyon 1 - Tottenham 1 (UEL)
•    14 Februari 2013, Tottenham 2 - Lyon 1 (UEL)
•    09 Februari 2013, Tottenham 2 - Newcastle 1 (EPL)

Lima Pertandingan Terakhir Internazionale:

•    
03 Maret 2013, Catania 2 - Internazionale 3 (Serie A)
•    24 Februari 2013, Inter 1 - AC Milan 1 (Serie A)
•    21 Februari 2013, CFR Cluj 0 - Internazionale 3 (UEL)
•    17 Februari 2013, Fiorentina 4 - Internazionale 1 (Serie A)
•    14 Februari 2013, Internazionale 2 - CFR Cluj 0 (UEL)

Head To Head Tottenham vs Internazionale:


•    
02 November 2010, Tottenham 3 - Internazionale 1 (UCL)
•    20 Oktober 2010, Internazionale  4 - Tottenham 3 (UCL)

Statistik Liga Europa Tottenham:


•    
Gol: 11
•    Shoot on Target: 33
•    Shoot off Target: 37
•    Corner: 55
•    Offsides: 22
•    Fouls Commited: 96
•    Yellow Cards: 10
•    Red Cards: -

Statistik Liga Europa Internazionale:


•    
Gol: 16
•    Shoot on Target: 38
•    Shoot off Target: 40
•    Corner: 28
•    Offsides: 29
•    Fouls Commited: 117
•    Yellow Cards: 17
•    Red Cards: -

Follow My Feeds

Viewer's

Search Now

 

My Categories

Alberto Pereira (1) Alfred Duncan (1) Alvaro Pereira (2) Andrea Ranocchia (17) Andrea Romano (1) Andrea Stramaccioni (72) Andreas 'Andy' Brehme (1) Andreas Granqvist (1) Antonio Cassano (11) Berita Liga Eropa Inter (48) Berita Transfers Inter (151) Catania vs Inter (5) Chievo vs Inter (1) Cluj vs Inter (4) Coppa Italia (22) Cristian Chivu (7) Dejan Stankovic (2) Derby Della Madoninna (1) Derby Della Madonnina (13) Diego Forlan (3) Diego Laxalt (1) Diego Milito (12) Diego Simeone (1) Douglas Maicon (4) Erick Thohir (9) Erik Lamela (1) Ernesto Paolillo (4) Esteban Cambiasso (15) Euro 2012 Polandia - Ukraina (1) Ezequiel Cirigliano (1) Ezequiel Schelotto (3) F.C. Internazionale Milano (23) Fernando Torres (1) Fiorentina vs Inter (3) Francesco Forte (2) Frank Lampard (2) Fredy Guarin (6) Gaby Mudingayi (2) Gallery Foto (4) Gallery Video (2) Giacinto Facchetti (1) Giampaolo Pazzini (5) Goran Pandev (3) Guiness International Champions Cup (6) Hasil Drawing 32 Besar Europa League (1) Hernanes (4) History (2) Ibrahim Mbaye (2) Igor Lichnovsky (1) Inter Campus (5) Inter Indonesia Tour 2012 (27) Inter Primavera (1) Inter vs Bologna (14) Inter vs Cagliari (6) Inter vs Chievo (4) Inter vs Fiorentina (3) Inter vs Genoa (7) Inter vs Juventus (21) Inter vs Lazio (8) Inter vs Milan (15) Inter vs Napoli (11) Inter vs Neftci (9) Inter vs Palermo (10) Inter vs Parma (8) Inter vs Partizan Belgrade (4) Inter vs Pescara (5) Inter vs Roma (3) Inter vs Rubin Kazan (3) Inter vs Sampdoria (4) Inter vs Sassuolo (2) Inter vs Siena (2) Inter vs Torino (1) Inter vs Trapani (5) Inter vs Verona (4) Interisti (1) Interisti Indonesia (6) Internazionale (7) Internazionale vs Tottenham Hotspur (7) Ishak Belfodil (3) Ivan Cordoba (5) Jadwal Coppa Italia (3) Jadwal Euro 2012 (1) Jadwal Inter Serie A 2013/2014 (1) Jadwal Lega Calcio Serie A Italia 2012-2013 (1) Jadwal Lengkap Dan Siaran Langsung Piala AFF 2012 (1) Jadwal Lengkap Inter Serie A Musim 2012 - 2013 (3) Jadwal Lengkap Serie A 2013/2014 (1) Jadwal Piala Eropa 2012 (1) Javier Hernandez (1) Javier Pastore (1) Javier Zanetti (65) Javier Zanetti Indonesian Idol 2012 (5) Jersey Baru Inter (1) Jersey Baru Inter 2012-2013 (2) Joel Obi (1) Jonathan (3) Jose Mourinho (3) Juan Vargas (1) Julio Cesar (5) Kabar Pra-Musim Inter (16) La Presidente (1) Laurent Blanc (1) Luc Castaignos (3) Lucas Moura (4) Luis Figo (1) MacDonald Mariga (1) Marco Andreolli (2) Marco Benassi (3) Marco Fassone (1) Mario Balotelli (5) Marko Livaja (3) Massimo Moratti (26) Mateo Kovacic (3) Mathieu Debuchy (3) Matias Silvestre (6) Mattia Destro (3) Mauro Icardi (1) Nemanja Vidic (4) News Serie A (8) News Update (475) NextGen Series (1) Nicola Berti (1) Nigel De Jong (2) Nuri Sahin (2) Official Store Inter (1) Palermo vs Inter (6) Paolo Orlandoni (2) Patrick Olsen (1) Pazza Inter Amala (1) Pernikahan Coutinho dan Aine (2) Perpisahan Lucio (1) Philippe Coutinho (13) Rekor Javier Zanetti (1) Ricky Alvarez (3) Rodrigo Palacio (7) Roma vs Inter (12) Samir Handanovic (7) Sampdoria vs Inter (1) Samuele Longo (1) Sebastian Giovinco (1) Sebastian Jung (1) Serie A (5) Serie A Italia 2012/2013 (148) Snjeider Tolak Kontrak Baru (2) Solo Inter (1) The Legends (4) The Stars (3) Today Bitrhday (2) Tommaso Rocchi (5) Tottenham Hotspur vs Internazionale (8) Trofeo Tim (1) Udinese vs Inter (4) Ultras Internazionale (1) WAGS Inter (1) Walter Gargano (3) Walter Mazzari (8) Wesley Sneijder (28) Younes Belhanda (1) Yuto Nagatomo (7) Zdravko Kuzmanovic (3)