Room 1908 - La Grande Internazionale | Members Area : Register | Sign in

Site Languange

My Users

Translator's

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Room 1908 - La Grande Inter

Inter Mulai Lirik Pelatih Malaga

Jumat, 30 November 2012

LGI - FC Internazionale ternyata menyimpan ketertarikan kepada Manuel Pellegrini. Meskipun belum ada pembicaraan langsung, namun hal ini diakui oleh agen sang pelatih Malaga tersebut, Jesus Martinez.

Menurut Martinez, beberapa klub tengah mendekati Pallegrini. Namun mantan pelatih Real Madrid ini masih mempunyai kontrak dengan Malaga dan dirinya tetap fokus untuk bertahan.

“Beberapa klub luar sudah membuat penawaran pentung untuk Pellegrini. Inter juga tengah memahami dan mempelajari situasi tersebut. Namun, sejauh ini mereka belum melakukan pembicaraan langsung,” ujar Martinez dikutip FCInterNews.it.

“Klub lainnya juga sudah mencoba, tapi karena mengetahui Pellegrini masih terikat kontrak, maka tawaran itu tidak berlanjut. Sejauh ini, fokus Pellegrini adalah bertahan di Malaga, meski kondisi keuangan klub sedang tidak bagus,” sambungnya.

Ketertarikan Inter kepada Pellegrini tak lepas dari grafik inkonsisten yang ditunjukkan Andrea Stramaccioni dalam beberapa pekan terakhir. Diketahui, pada empat laga terakhir, pelatih muda Italia tersebut gagal memberikan kemenangan di semua ajang, di mana tiga diantaranya berujung kekalahan.

Namun, Presiden klub Massimo Moratti diyakini tidak akan melakukan perubahan signifikan dalam waktu dekat. Moratti masih percaya dengan program kerja Stramamaccioni yang sejauh ini terbukti mampu membawa Inter berada di papan atas klasemen Serie A, dan memastikan tiket babak 32 besar Europa League.

Pellegrini sendiri memiliki rekor yang mentereng sejak menukangi Malaga pada 2010 lalu. Dalam dua musim melatih, dia sukses mengantar Malaga mencetak sejarah, yakni langsung melaju hingga babak 16 besar dalam debut pertama tim tersebut di pentas Liga Champions.

Moratti: Tak Ada Pemaksaan kepada Sneijder

LGI - Permasalahan kontrak Wesley Sneijder dengan FC. Internazionale terus menarik perhatian banyak pihak. Presiden Nerazzurri, Massimo Moratti menegaskan bahwa tak ada unsur paksaan kepada pemain asal Belanda tersebut dalam pembaharuan kontraknya.

Seperti diketahui, Inter tengah melakukan negosiasi kontrak baru dengan Sneijder. Akan tetapi, kedua belah pihak tak kunjung menemui titik temu, karena La Beneamata enggan menaikan gaji Playmakernya itu dan hanya dikontrak hingga 2015 saja.

Lamanya Sneijder dalam memberikan tanda tangan langsung diultimatum oleh direktur teknik Marco Branca. Bahkan, Sneijder tengah dibekukan dan tak masuk-masuk dalam skuad Andrea Stramaccioni.

Atas kondisi tersebut Asosiasi Pemain Profesional langsung mengecam tindakan Inter karena hal tersebut masuk dalam bentuk pemaksaan. Akan tetapi, Moratti langsung membantah hal tersebut.

“Kami cukup terbuka kepada para pemain kami. Tak ada unsur pemaksaan atau hal-hal sejenisnya,” tegas Moratti, seperti dilansir Soccerway.

“Apabila ada sebuah kontrak yang valid maka sudah pasti valid dan kami akan meminta pemain untuk memperbaharui kontraknya. Itu tak berkaitan dengan fakta bahwa ia sedang tidak sering bermain karena masalah teknis.”

“Klub ini tak pernah memaksa siapapun untuk melakukan sesuatu. Kontraknya valid, tak ada yang melakukan pemaksaan terhadapnya, Sneijder bebas-bebas saja (memutuskan masa depannya),” pungkasnya.

Source : Okezone

Zanetti: Nerazzurri Tak Boleh Menyerah

Rabu, 28 November 2012

LGI - Javier Zanetti meminta FC Internazionale untuk tetap berpikir positif meski meraih hasil mengecewakan di empat laga beruntun. Kapten Nerazzurri tersebut meminta rekan-rekannya untuk tak boleh menyerah dan harus berusaha segera kembali ke jalur kemenangan secepatnya.

I Nerazzurri menui hasil yang buruk di beberapa pertandingan setelah hasil impresif di awal musim 2012/13, dan kekalahan 1-0 dari Parma di pekan ke-14 Serie A pekan kemarin membuat posisi Inter turun ke urutan empat klasemen.

"Kami tak boleh menyerah sekarang. Ada banyak pertandingan tersisa. Kami kecewa karena mengalami kekalahan lain tapi kami masih dekat di posisi atas. Saya tak berpikir orang memprediksi di awal musim kami akan berada di empat besar." " kata Zanetti kepada Inter Channel.

"Kami harus menemukan keseimbangan yang sama yang memungkinkan kami mendapat kemenangan besar dan memulai start lain sesegera mungkin," pungkas Zanetti.

Anzhi Bantah Inginkan Sneijder

LGI - Gelapnya masa depan Wesley Sneijder di Internazionale membuat sejumlah klub tertarik merekrutnya. Anzhi Makhachkala salah satunya. Namun, belakangan Anzhi justru membantah rumor tersebut.

Melalui direktur umumnya Ayvaz Kaziakhmedov, klub kaya asal Rusia itu mengelak bila disebut meminati Sneijder seperti yang diberitakan akhir-akhir ini. Anzhi tak tahu kabar tersebut datangnya dari mana.

“Begitu banyak pembicaraan soal Sneijder, tapi saya berani jamin bahwa dia tak masuk dalam daftar pemain yang jadi incaran kami,” kata Kaziakhmedov kepada FC Inter News.

“Strategi klub bukanlah membeli pemain secara acak. Semuanya tergantung bujet dan target yang kami tetapkan bersama pelatih,” ujar Kaziakhmedov.

“Kami ingin membangun skuad yang tangguh, tapi itu bukan berarti kami akan mencomot setiap pemain bernama besar,” ujar Kaziakhmedov.

source : Okezone

Strama Jelaskan Alasan Pencoretan Sneijder

LGI - Andrea Stramaccioni menjelaskan alasan tidak memainkan Wesley Sneijder. Allenatore Inter ini menegaskan pencoretan tersebut bukan karena Sneijder menolak memperpanjang kontrak baru, melainkan kondisi fisiknya yang memang tidak memadai.

“Saya rasa situasinya lebih mudah ketimbang yang sudah dilihat. Pelatih memiliki kewenangan untuk menentukan dan saya memutuskan untuk tidak memasukkannya ke dalam skuad. Ini bukan hukuman,” kata Strama, dilaporkan Goal.

Rumor mengatakan Nerazzurri bersedia memperpanjang kontrak Sneikder, asalkan gelandang 28 tahun itu bersedia memangkas gajinya. Kontrak baru akan diperpanjang hongga 2015 mendatang.

“Saya melihat apa yang terjadi saat latihan selama sepekan dan ketika pertandingan datang, saya membuat keputusan yang terbaik untuk Inter. Selain itu anda harus bertanya kepada klub, saya tidak tertarik membicarakan masalah di luar lapangan,” sambungnya.

Source : Okezone

Kapten Inter Terima Kekalahan Dari Parma

LGI - Kapten FC. Internazionale, Javier Zanetti mengakui kekalahan timnya atas Parma di pekan ke-14 Serie A, Selasa dinihari WIB kemarin. Namun bek asal Argentina tersebut merasa dalam duel kontra Atalanta dan Cagliari di dua laga sebelumnya Inter pantas mendapat hasil lebih baik.

Nerazzurri dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-0 di Ennio Tardini usai kebobolan melalui gol tunggal dari Nicola Sansone di babak kedua. Hasil itu memastikan skuad Andrea Stramaccioni tak pernah menang dalam tiga giornata terakhir dan gagal memangkas poin serta turun ke posisi empat di tabel klasemen.

"Kami datang ke sini untuk berusaha mengontrol laga seperti biasanya tapi kami dihadapkan pada tim Parma yang sangat kompak, dan ini ternyata menjadi laga yang berat," Kata Zanetti kepada Inter Channel.

"Bila menilik tiga pertandingan terakhir saya pikir baik di Bergamo dan melawan Cagliari hasilnya bisa berbeda. Malam ini adalah satu-satunya dari tiga laga di mana saya pikir, mungkin di babak kedua, kami sedikit menurun."

"Dalam dua laga yang lain saya pikir Inter pantas mendapatkan skor akhir berbeda," tandas pemain yang dijuluki Il Traktor ini.

Sneijder Mulai Di Lirik AC Milan

Selasa, 27 November 2012

LGI - La Gazzetta dello Sports memberitakan bahwa AC Milan terus memantau perkembangan salah satu bintang FC. Internazionale, Wesley Sneijder. Rosonerri memproyeksikan pemain asal Belanda tersebut sebagai playmaker dalam formasi kegemaran Silvio Berlusconi yakni 4-3-1-2.

Status Sneijder sendiri di Giuseppe Meazza memang tengah di ujung tanduk setelah proposal kontrak baru senilai 4 juta euro per musim yang jauh di bawah gaji lamanya sebesar 6 juta euro. Kontrak lama mantan pemain Real Madrid itu baru akab habis pada tahun 2015 mendatang.

Direktur olah raga Inter, Marco Branca sudah menegaskan bahwa Sneijder tak akan dimainkan selama dirinya belum meneken kontrak baru. Padahal, pemain yang berjasa mengantar Nerazzurri meraih treble pada musim 2010 lalu ini butuh tampil reguler agar dapat dipanggil lagi ke tim nasional Belanda.

Situasi yang tidak menguntungkan ini membuat Sneijder mempertimbangkan pindah ke klub lain. Milan bisa menjadi pilihan alternative bagi playmaker berusia 28 tahun ini, apalagi di sana ada Urby Emanuelson dan Nigel de Jong, kompatriotnya di tim Oranye serta Kevin Boateng yang tak lain tetangga di tempat tinggalnya.

Hanya saja, bila Milan ingin mendapatkan Sneijder, mereka harus bergerak cepat. Klub kaya asal Rusia Anzhi Makhachkala juga dikabarkan tertarik untuk merekrut mantan pemainAjax Amsterdam tersebut.

Inter Kalah Karena Satu Kesalahan Fatal

LGI - Andrea Stramaccioni sangat menyesalkan kurang konsentrasinya para pemain Inter saat melakoni laga di kandang Parma. Menurut pelatih berusia 36 tahun tersebut kekalahan Nerazzurri itu disebabkan oleh kesalahan sendiri yang tak seharusnya dilakukan.

Pada laga Serie A pekan ke-14 ini, Inter kembali kalah saat bertandang ke Ennio Tardini, Selasa (27/11/2012) dinihari WIB. Nerazzurri takluk dengan skor 1-0 atas Parma. Satu-satunya gol tim tuan rumah dicetak oleh Nicola Sansone di babak kedua.

Proses terjadinya gol terbilang cukup mudah, Sansone berlari dari tengah lapangan dan menembus lini pertahanan Inter sebelum akhirnya menaklukkan kiper Samir Handanovic. Sehingga hal itu membuat Stramaccioni meradang, dan dia menyesalkan para pemain La Beneamata tidak mampu mencegah terciptanya gol tersebut.

"Gol Sansone berawal dari salah satu lemparan ke dalam kami dan kemudian kami membiarkan dia pergi begitu saja," ujar Strama kepada Sky Sport Italia.

"Itu adalah kesalahan yang parah. Jelas bahwa kami tak punya sesuatu di tengah lapangan. Kami harusnya bisa mencegah gol itu," sesal Stramaccioni.

Inter Kembali Tumbang Di Kandang Lawan

Preview Serie A : Parma vs Inter 1-0

LGI - FC. Internazionale kembali menua hasil buruk di kandang lawan. Setelah sebelumnya di Liga Eropa kalah telak dari Rubin Kazan, kali ini dalam lanjutan Serie A Italia pekan ke-14, Nerazzuri kembali tumbang 1-0 atas tuan rumah Parma.

Laga yang berlangsung di Ennio Tardini, Selasa (27/11/2012) dinihari WIB, Inter yang berusaha mengejar defisit poin dari Juventus di tabel klasemen, tak mampu berbuat banyak dan sebuah gol dari Nicola Sansone menyudahi perlawanan Nerazzurri.

Dengan hasil ini, Parma naik ke posisi ketujuh klasemen sementara Seri A dengan 20 poin dari 14 laga. Sementara Inter kini di urutan keempat dengan 28 poin, terpaut empat angka dari Juventus yang juga mengalami kekalahan dari Milan.

Jalannya Pertandingan

Saat Kick off di mulai, gawang Inter sudah terancam pada menit ketiga. Walter Samuel hampir membuat gol bunuh diri saat dia mengantisipasi bola dari Marco Marchionni. Beruntung buat tim tamu, Samir Handanovic masih mampu menyelamatkannya.

Inter nyaris unggul pada menit ke-13. Tembakan bebas Fredy Guarin hanya melenceng tipis di samping gawang Parma. Kemudian memasuki menit ke-32, tim tuan rumah punya peluang bagus melalui Amauri.

Diawali umpan silang Jonathan Biabiany dari sisi kanan, sundulan Amauri masih bisa diantisipasi Handanovic. Tk lama berselang, kesempatan yang didapat Gabriel Paletta juga belum menghasilkan gol. Sundulan Paletta meneruskan tendangan bebas Jaime Valdes belum menemui sasaran.

Pada menit ke-44, giliran Biabiany yang tak bisa memaksimalkan peluang. Tembakannya dari luar kotak penalti mengarah ke samping gawang Inter. Skor imbang di babak pertama.

Semenit setelah babak kedua dimulai, Inter punya kans lewat Diego Milito. Sial buat Milito, tendangannya bisa diamankan oleh kiper Antonio Mirante.

Biabiany mengancam gawang Inter pada menit ke-50. Umpan Massimo Gobbi dia teruskan dengan sundulan, tapi arah bola masih melebar.

Guarin hampir saja menjebol gawang Parma 13 menit kemudian. Tapi, tendangan kerasnya masih bisa dibendung oleh Mirante.

Pada menit ke-72, Milito melakukan akselerasi di sisi kanan dan berhasil melewati hadangan dua pemain lawan. Tapi, penyelesaiannya masih terlalu lemah dan mudah ditangkap Mirante.

Berselang tiga menit, Parma akhirnya membuka skor lewat kaki Sansone. Pemain bernomor punggung 21 itu melakukan solo run dari tengah lapangan sebelum mengirim si kulit bundar ke pojok gawang Inter tanpa bisa dijangkau Handanovic.

Tim tamu mencoba menyamakan skor di menit ke-80. Namun, tembakan Philippe Coutinho dari luar kotak penalti bisa ditepis Mirante.

Beberapa saat setelahnya, Parma hampir menggandakan keunggulan lewat sundulan Yohan Benalouane. Tapi, Handanovic masih bisa mementahkannya.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tak berubah. Parma menang 1-0.

Susunan pemain
Parma: Mirante; Rosi (Benalouane 74'), Zaccardo, Paletta, Gobbi; Acquah, Valdes, Marchionni; Biabiany, Amauri, Sansone (Belfodil 78')

Inter: Handanovic; Ranocchia, Samuel, Juan Jesus (Duncan 86'); Zanetti, Guarin, Cambiasso (Livaja 89'), Nagatomo; Alvarez (Coutinho 73'); Palacio, Milito.

Bertandang Ke Kandang Parma, Inter Incar Poin Penuh

Minggu, 25 November 2012

LGI : Preview Serie A Italia : Parma vs Inter

Poin penuh adalah target wajib yang harus diraih oleh FC. Internazionale jika ingin terus menjaga persaingan dalam perburuan Scudetto musim ini dengn Juventus. Nerzzurri akan bertandang ke markas Parma pada laga lanjutan Serie A Italia, Giornata 14, Senin (26/11) atau Selasa (27/11) dinihari WIB.

Niatan Inter untuk mendekati Juventus sepertinya akan terhalang tembok tebal Parma. Klub asuhan Roberto Donadoni ini jelas ingin mengakhiri catatan kurang memuaskan di tiga laga terakhir.

Akan tetapi, absennya Marco Pablo akibat larangan bermain serta kondisi Daniele Gallopa jelas menjadi masalah tersendiri bagi Gialloblu. Selain dua pemain tersebut, Parma nampaknya masih bisa menurunkan para pemain kuncinya.

Di kubu Inter cedera masih tetap menjadi masalah bagi mereka. Cristian Chivu, Joel Obi, Dejan Stankovic, Gaby Mudingayi dan Fredy Guarin masih juga belum bisa dimainkan. Masalah ini semakin rumit kala mereka juga tidak bisa memainkan Antonio Cassano dan Walter Gargano akibat hukuman larangan bermain.

Kesulitan Inter seolah menjadi berlipat ganda tanpa adanya pelatih Andrea Stramaccioni di pinggir lapangan yang terkena kartu merah akibat protes kerasnya terhadap keputusan wasit.

Perkiraan Line Up :

Parma (3-5-2): Mirante; Zaccardo, Paletta, Lucarelli; Rosi, Marchionni, Musacci, Acquah, Gobbi; Biabiany, Amauri.

FC. Internazionale (3-4-3): Handanovic, Ranocchia, Samuel, Juan Jesus, Zanetti, Mariga, Cambiasso, Nagatomo, Coutinho, Palacio, Milito.

Tak Beri Kepastian, Sneijder Bakal Tetap Ditepikan

LGI - Direktur teknik klub Internazionale Milan, Marco Branca menegaskan bahwa Wesley Sneijder akan tetap tidak dimainkan jika belum memberi kepastian perpanjangan kontraknya.

Pemain yang tengah dalam upaya pemulihan cedera paha tersebut memang belum memastikan masa depannya di Giuseppe Meazza. Kontrak baru yang ditawarkan Nerrazurri pun belum ditandatangani Sneijder.

Ketiadaan respon yang ditunjukkan midfielder internasional Belanda tersebut membuat pihak klub gerah. Diwakili Branca, ia mengaku jika Sneijder tidak akan dimainkan jika tidak ada kejelasan kontraknya.

"Kami harus mengubah kontrak terakhir Sneijder. Ia dan perwakilannya harus memutuskan apa yang mereka inginkan terkait proposal yang kami ajukan," tegas Branca.

"Sneijder tidak akan bermain hingga ia membuat sebuah keputusan mengenai kontraknya."

Saat ini kondisi Sneijder sudah membaik dan sebenarnya sudah akan kembali bermain, usai absen sejak September. Namun jika ia tak kunjung memberi kejelasan, maka ia dipastikan bakal menjalani istirahat lebih lama.

(source : bola.net)

Strama Berharap Bisa Sehebat Mourinho

Sabtu, 24 November 2012

LGI - Pelatih FC. Internazionale, Andrea Stramaccioni merasa tak senang ketika timnya kalah dari Rubin Kazan di Liga Europa. Namun ia terhibur saat disebut kemampuannya dipuji mantan pelatih Nerazzurri, Jose Mourinho.

Mourinho yang kini membesut Real Madrid memuji kemampuan pelatih muda berusia 36 tahun tersebut. Ia menyebut Stramaccioni berkembang dengan sangat baik dan berharap penerusnya itu akan mengikuti jejak suksesnya di Inter.

"Benarkah ia berkata seperti itu," ujar Stramaccioni tak percaya setelah tim mudanya tersungkur 0-3 di Rusia kemarin.

Stramaccioni mengaku bangga karena Mourinho adalah sosok yang penuh inspirasi untuk pelatih muda sepertinya.

"Bisa berada di klub yang sama di mana ia menulis sejarah memberi Anda peluang untuk mendengar dan belajar dari pengalamannya. Saya harap saya tak membuat dia kecewa," tandas Strama.

Jadwal Lengkap Dan Siaran Langsung Piala AFF 2012

LGI - Ajang sepak bola paling bergengsi antar negara-negara Se-ASEAN, AFF Suzuki Cup 2012 akan segera dihelat, 24 November-22 Desember 2012.

Panitia pun sudah merilis jadwal, dan dibuka dengan kick off laga pertama Grup A di Stadion Rajamangala Bangkok antara Vietnam melawan Myanmar, Sabtu (24/11/2012).

AFF Suzuki Cup 2012 kali ini akan dibagi dalam dua grup. Masing-masing grup diisi oleh empat negara peserta. Semua pertandingan Grup A akan digelar di Thailand, sementara untuk Grup B di Malaysia yang akan bertindak sebagai tuan rumah.

Babak penyisihan grup menggelar 12 pertandingan, nantinya dari setiap grup akan terpilih dua negara terbaik untuk melaju ke babak semifinal yang akan menggunakan sistem home (kandang) dan away (tandang).

Sementara partai final juga menggunakan sistem home & away dengan dua pertandingan. Jadi secara total Piala AFF yang digelar sekitar sebulan itu akan menggelar 18 pertandingan.

Seluruh pertandingan akan disiarnkan secara langsung oleh ESPN Star Sport yang menjangkau wilayah Asia. Sementara itu 8 negara ikut menyiarkan acara tersebut, yaitu RCTI (Indonesia), RTM (Malaysia), Mcorp (Singapura, AKTV (Filipina), VTV (Vietnam), BBTV (Thailand), LNTV (Laos ), dan MRTV (Myanmar).

Berikut pembagian grup dan jadwal lengkap dan siaran langsung Piala AFF 2012 :




GRUP A : Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar
GRUP B : Malaysia, Indonesia, Singapura, Laos

JADWAL LENGKAP & SIARAN LANGSUNG

Babak Penyisihan Grup

Sabtu 24 November 2012 :
Grup A : Vietnam vs Myanmar, 17.25 WIB – Live Star Sport, 00.15 WIB Delay RCTI
Grup A : Thailand vs Filipina, 20.15 WIB – Live ESPN, 22.15 WIB Delay RCTI

Minggu 25 November 2012 :
Grup B : Indonesia vs Laos, 16.15 WIB – Live RCTI & ESPN
Grup B  : Malaysia vs Singapura, 19.30 WIB – Live ESPN, 22.15 WIB – Delay RCTI

Selasa 27 November 2012 :
Grup A : Vietnam vs Filipina, 17.25 WIB – Live Star Sport, 22.15 WIB – Delay RCTI
Grup A : Myanmar vs Thailand, 20.15 WIB – Live Star Sport, 00.15 WIB – Delay RCTI

Rabu 28 November 2012 :
Grup B : Indonesia vs Singapura,16.55 WIB – Live RCTI & Stars Sport
Grup B : Laos vs Malaysia, 19.40 WIB – Live Stars Sport, 00.00 WIB – Delay RCTI

Jum'at 30 November 2012 :
Grup A : Filipina vs Myanmar, 20.15 WIB – Live ESPN, 22.00 WIB Delay RCTI
Grup A : Thailand vs Vietnam, 20.15 WIB – Live Stars Sport, 00.00 WIB Delay RCTI

Sabtu 1 Desember 2012 :
Grup B : Singapura vs Laos, 19.40 WIB – Live ESPN, 22.00 WIB Delay RCTI
Grup B : Malaysia vs Indonesia, 19.30 WIB – Live Stars Sport & RCTI

Babak Semifinal

Sabtu 8 Desember 2012 :
Runner-up Grup A vs Juara Grup B (Leg 1 - SF1)
19.25 WIB – Live ESPN

Minggu 9 Desember 2012 :
Runner-up Grup B vs Juara Grup A (Leg 1 - SF2)
19.25 WIB – Live ESPN

Rabu 12 Desember 2012 :
Juara Grup B vs Runner-up Grup A (Leg 2 - SF1)
19.25 WIB – Live Stars Sport

Kamis 13 Desember 2012 :
Juara Grup A vs Runner-up Grup B (Leg 2 - SF2)
19.25 WIB – Live Stars Sport

Final

Rabu 19 Desember 2012 :
Pemenang SF1 vs Pemenang SF2 (Leg 1)
19.25 WIB – Live Stars Sport

Sabtu 22 Desember 2012 :
Pemenang SF2 vs Pemenang SF1 (Leg 2)
19.25 WIB – Live ESPN    



*jadwal Semifinal & Final di RCTI bisa kunjungi situs resmi RCTI



Berdasarkan hasil yang dirilis PSSI berikut ini adalah skuad Timnas Indonesia yang bertanding untuk Piala AFF tahun 2012 ini :

Kiper: Samsidar, Wahyu Tri Nugroho, Endra Prasetya, I Made Wirawan
Bek: Hengky Ardiles, Hamdi Ramdhan, Wahyu Wijiastanto, Diego Michiels, Fachruddin, Valentino Telaubun, Novan Setya Sasongko, Nopendi, Hamka Hamzah, Arthur Irawan.

Gelandang: Elie Aiboy, Vendry Mofu, Taufik, Oktovianus Maniani, Hendra Adi Bayauw, Jajang Paliama, Rasyid Assyahid Bakri, Raphael Guillermo Eduardo Maitimo.

Penyerang: Irfan Bachdim, Samsul Arif, M. Nur Iskandar, M. Rahmat, Bambang Pamungkas, Patrich Wanggai, Cornelius Gedy, Andik Vermansyah, Johnny Van Beukering, Tonnie Cusell Lilipaly, Agung Supriyanto.

Pelatih : Nil Maizar.

Stramaccioni Kesal dan Tak Percaya Inter Kalah Telak

Jumat, 23 November 2012

LGI - Kekalahan telak FC. Internazionale saat bertandang ke markas Rubin Kazan membuat pelatih Andrea Stramaccioni sangat kesal. Strama mengaku tak percaya dengan hasil tersebut dan menurutnya skuad Nerazzurri layak mendapatkan hasil yang lebih baik.

Pada laga lanjutan Liga Eropa ini, Rubin Kazan berhasil menghajar Inter dengan skor 3-0 di Central Stadium, pada Jum’at (23/11) dinihari WIB. Dengan kekalahan ini, Nerazzurri terpaksa di gusur dari puncak klasemen Group H Liga Eropa. Meski Demikian, Inter tetap lolos ke fase berikutnya menemani tim asal Rusia tersebut.

"Kami sepantasnya mendapatkan hasil draw. Pada situasi genting saat itu, saya sangat kesal. Kami tak percaya mengenai hasil tersebut....” Kata Stramaccioni seperti di kutip dari situs remi Inter, Jum’at (23/11).

Pada pertandingan kali ini, Stramaccioni melakukan rotasi pemain dengan menurunkan skuad lapis kedua karena untuk menjaga kebugaran pemain utama dan memberikan kesempatan bagi para pemain muda Inter. Namun sayang, strategi Strama itu harus di bayar mahal dengan menuai kekalahan telak.

“Kami datang ke lapangan yang keras dan skuad kami bermain baik selama 70 menit. Kami menurunkan banyak pemain muda, Sembilan pemain dari akademi kami yang menjalani debut sejak saya melatih. Kami menurunkan pemain yang rata-rata berusia 22 tahun dan itu bisa menjadi hal yang baik bagi persepakbolaan Italia..” Ujar Strama.

Ini merupkan kekalahan kedua Inter dalam tiga laga terakhir. Sehingga Stramaccioni harus segera mengembalikan mental dan performa pemain Nerazzurri jika tidak ingin terus memetik hasil buruk.

“Melawan Atalanta dan Cagliari dikandang kami, membuat posisi kami menjauh, tapi kami tak bisa berbuat banyak hari ini. Belec nyaris tidak menyentuh bola sampai menit ke-86.. Namun, kami menerima hasil di lapangan. Sekarang kami akan kembali pulang dan fokus ke pertandingan melawan Parma." Tandas mantan pelatih primavera Inter ini.

Di Hajar Rubin Kazan 3-0, Inter Turun Ke Posisi Kedua Group H

Review Rubin Kazan vs FC. Internazionale 3-0

LGI - FC. Internazionale harus merelakan posisinya sebagai pemuncak Group H liga Eropa di ambil oleh Rubin Kazan. Bertandang ke Central Stadium Jum'at (23/11) dinihari WIB, skuad Nerazzurri di paksa menyerah tiga gol tanpa balas atas tim asal Rusia tersebut.

Rubin Kazan di babak pertama unggul 1-0 melalui Gokdeniz Karadeniz. Dua gol lagi tercipta menjelang lima menit pertandingan usai, adalah Salomon Rondon yang memborong dua gol tersebut pada menit 86 dan 92.

Inter pun tak mampu berbuat banyak pada laga kali ini dan harus mengakui keunggulan Rubin Kazan. Meski turun ke urutan kedua, Inter tetap lolos ke fase selanjutnya menemani tim tuan rumah tersebut.

Jalannya Pertandingan - Saat Kick Off dibunyikan, Rubin Kazan berhasil mengejutkan Inter setelah unggul 1-0 melalui gol cepat yang tercipta ketika pertandingan baru saja di mulai. Gokdeniz Karadeniz mencetak gol cepat pada menit pertama itu.

Karadeniz sukses menjebol gawang, Ved Bilic setelah tendangannya yang menerima umpan silang dari Alan Kasaev tak mampu dibendung kiper kedua Inter tersebut. Rubin unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Inter berusaha untuk mengejar. Sebuah peluang tercipta di menit ke-9, melalui upaya Philippe Coutinho yang mencoba meneruskan umpan dari Marko Livaja. Sayangnya tembakan dari sisi kanan kotak penalti ini masih bisa diselamatkan kiper Rubin Kazan, Sergei Ryzhikov.

Sebuah peluang kembali di dapat, saat Marco Benassi melakukan tembakan ke gawang Rubin, namun masih melenceng terlalu tinggi. Seakan frustasi karena serangan mereka belum bisa mengejar skor, pemain Inter sedikit bermain kasar. Dua kaartu kuning dihadiahkan wasit T. Skjerven kepada Marko Livaja dan Walter Gargano.

Hingga turun minum, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Rubin Kazan.

Memasuki babak kedua, Inter mulai serius. dua menit berjalan, allenatore Andrea Stramaccioni menurunkan dua pemain. Rodrigo Palacio yang menggantikan Marko Livaja dan Javier Zanetti menggantikan Andrea Romano.

Nerrazuri langsung berusaha menggebrak. Melalui Walter Gargano yang mencoba langsung menusuk ke barisan pertahanan Rubin. Sebuah tendangan dilancarkan dari luar kotak penalti. Namun, kiper Rubin berada di posisi tepat dan masih bisa menyelamatkan gawangnya.

Tiga menit kemudian, giliran Rodrigo Palacio yang melancarkan serangan. Striker Argentina itu langsung menendang bola hasil umpan dari Jonathan, sayang tak menemui sasaran.

Menit ke-57, giliran Coutinho kembali melancarkan serangan. Umpan manis dari Palacio diteruskan menjadi tembakan dari luar kotak penalti. Tembakan masih melenceng.

Menghadapi serangan frontal dari Inter, Rubin Kazan yang melakukan pergantian pemain. Alan Kasaev yang cedera digantikan Gokhan Tore dan Salomon menggantikan Vladimir Dyadyun.

Pergantian tersebut cukup tepat, Rubin mampu meningkatkan serangan dan bisa semakin merepotkan benteng pertahanan Inter. Meski begitu, Nerazzurri tetap memanfaatkan serangan balik, tapi selalu menemui jalan buntu dan kokohnya pertahanan tim tuan rumah.

Di menit-menit akhir, para pemain Inter mulai kehilangan konsentrasi. Petaka pun hadir bagi tim tamu, dua gol berhasil di cetak oleh pemain Rubin di akhir pertandingan semakin membenamkan La Beneamata dalam kekalahan.

Salomon Rondon di menit ke-86 berhasil mencetak gol kedua Rubin, dan di masa injury time pemain yang baru masuk di babak kedua itu menjauhkan keunggulan timnya setelah kembali menceploskan bola ke jala Vid Belec dengan meneruskan umpan dari Karadeniz.

Hingga peluit akhir, Rubin Kazan sukses menghajar Inter dengan skor telak 3-0.

Dengan hasil ini, Rubin Kazan berhasil menggeser posisi Inter di puncak Grup H. Keduanya dipastikan tetap lolos ke fase 16 besar, karena dua tim lainnya Neftci dan Partizan terbenam di dasar klasemen grup.

FT : Rubin Kazan vs FC. Internazionale 2-0
2' Karadeniz, 47' Rondon

Rubin : Ryzhikov, Kuzmin, Bocchetti, Sharonov, Ansaldi, Natcho, Orbaiz, Kasaev (Tore), Eremenko, Karadeniz, Dyadyum (Rondon).
Cadangan : Arlauskis, Davydov, Eduardo, Marcano.

Inter : Belec, Silvestre, Ranocchia (74' Donkor), Juan, Jonathan, Romano (47' Zanetti), Gargano, Benassi, Pereira, Coutinho, Livaja (47' Palacio)
Cadangan : Castelzzi, Pasa, Bandini, Garritano

Inter dan Rubin Kazan Berebut Titel Juara Grup

Kamis, 22 November 2012

Preview Rubin Kazan vs FC. Internazionale

LGI - FC. Internazionale akan bertandang ke Rusia untuk menghadapi Rubin Kazan dalam lanjutan babak penyisihan grup H Liga Europa musim ini, Jum'at (23/11) dinihari WIB.

Laga yang akan di gelar di Central Stadium ini, kedua tim baik Inter maupun Rubin sama-sama dipastikan lolos ke fase berikutnya. Namun, kubu Nerazzurri tampaknya akan turun dengan kekuatan lapis keduanya. Hal tersebut sepertinya juga bakal dilakukan oleh Rubin Kazan selaku tuan rumah.

Pada laga terakhir di Serie A, Inter bermain imbang 2-2 melawan Cagliari, diharuskan untuk melakukan rotasi demi menjaga kebugaran para pemainnya. Kemungkinan nama-nama seperti Diego Militto, Antonio Cassano, Esteban Cambiasso, dan Walter Samuel bakal diistirahatkan oleh allenatore Andrea Staramacioni.

Sebagai gantinya, sosok Coutinho, Ricky Alvarez, Gaby Mudingayi, dan Matias Silvestre diprediksi akan menjadi starter La Beneamata di laga nanti.

Sementara itu kubu tuan rumah sepertinya akan mengistirahatkan ujung tombak mereka, Vladimir Dyadun dan Jose Salomon "Rondon" Gimenez.

Meski bakal dipenuhi skuad lapis kedua, Rubin Kazan tentu tidak mau bermain seadanya. Pasalnya pertandingan kali ini bakal disaksikan oleh ribuan suporter mereka.

Meski hanya berisi skuat lapis dua, pertandingan nanti tetaplah bisa dianggap laga big-match. Pasalnya baik Rubin maupun Inter kini sama-sama mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan. Oleh karena itu, siapapun yang menang di pertandingan nanti, diyakini akan menyandang status sebagai juara grup.

Prediksi Line Up pemain :

Rubin Kazan (4-2-3-1) Ryzhikov; Marcano, Bocchetti, Navas, Ansaldi; Orbaiz, Natcho; Kasaev, Eremenko, Karadeniz; Rondon.

Inter Milan (3-5-1-1) Castellazzi; Jesus, Ranocchia, Silvestre; Pereira, Pasa, Gargano, Benassi, Jonathan; Coutinho; Livaja.

Nerazzurri Tak Ragu Jual Sneijder

Senin, 19 November 2012

LGI - Situasi ekonomi yang tidak stabil membuat manajemen Nerazzurri menunda untuk membeli pemain baru di bursa transfer Januari mendatang. Selain itu, Inter juga mengatakan akan tak ragu menjual Sneijder, jika harga sesuai dengan yang diinginkan.

Minggu kemarin, Inter ditahan imbang Cagliari 2-2di Giuseppe Meazza. La Beneamata tetap berada di posisi kedua klasmen sementara Serie A dengan koleksi 28 poin, dan hanya berselisih empat poin dari pimpinan klasmen Juventus.

Namun hasil yang kurang maksimal itu, tidak menjadi alasan untuk manajemen membeli pemain baru. ”Ini bukan berbicara posisi kami dalam daftar klasmen Serie A, namun ada faktor lain yang membuat pembelian pemain harus perlu dipertimbangkan, untuk saat ini dalam waktu yang tidak bisa ditentukan tidak bisa melakukan pembelian pada bursa transfer Januari mendatang,” ujar Marco Branca seperti dilansir situs resmi inter.it.

“Ini sama dengan situasi di sektor industri, kami sedang berada dalam krisis ekonomi,” tambah Direktur Teknik Inter ini.

Wesley Sneijder sendiri baru bergabung dengan tim akhir minggu lalu, semenjak cedera paha yang dideritanya pada bulan September lalu. Hal ini menandakan bahwa gelandang Timnas Belanda itu sudah berangsur pulih dan siap untuk meningkatkan kebugarannya kembali.

Media Italia sudah banyak yang berspekulasi tentang masa depan Sneijder. Mantan pemain Real Madrid ini dikabarkan akan dilego pada bursa transfer Januari mendatang.

Ketika ditanya apakah Sneijder ini memiliki kekuatan tentang kontraknya jika bermain baik, Branca menambahkan : “Dia (Sneijder) mempunyai kontrak dengan kami, dan kami tidak akan membahas tentang kekuatan kontrak itu.”

“Bahkan jika ada hal-hal lain untuk membahas berkaitan dengan kontrak, mereka bermain dengan baik atau tidak itu akan menjadi urusan kami,” tandas Branca.

Moratti : Saya Tidak Suka Kinerja Wasit

LGI - Kubu FC. Internazionale akhirnya buka suara setelah sempat tutup mulut. Presiden klub Massimo Moratti mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam atas kinerja wasit akhir-akhir ini.

Nerazzurri sempat melakukan aksi bungkam kepada media setelah mereka bermain imbang 2-2 dengan Cagliari, Minggu (18/11/2012) malam WIB. Ini merupakan bentuk protes terhadap keputusan wasit yang mereka anggap tidak adil.

Dalam laga tersebut, Inter merasa berhak mendapatkan penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan Davide Astori terhadap Andrea Ranocchia. Namun wasit tak mengacuhkannya.

Menurut Moratti, bukan kali ini saja timnya dirugikan oleh keputusan wasit. Dia menganggap wasit sudah mulai membuat timnya jengkel sejak laga melawan Juventus, di mana Inter menang 3-1. Saat La Beneamata kalah 2-3 dari Atalanta, Moratti juga merasa timnya diperlakukan tidak adil.

"Untuk tiga pertandingan terakhir secara beruntun kami dihukum. Untungnya, kami menang di Turin berkat karunia Tuhan," kata Moratti di Mediaset Premium.

"Saya tidak menyukai sikap wasit dan hari ini mereka menghambat kami meraih hasil. Saya tak bisa tetap diam karena saya punya ketidakadilan tertentu," lanjutnya. "Ini sangat memalukan dan saya akan benci untuk kembali ke situasi tertentu di masa lalu,"

"Jangan bercanda di sini, penaltinya jelas seterang siang hari. Anda para jurnalis harus menganalisis insiden-insiden ini," pintanya.

"Saya jengkel dengan para pengamat tertentu yang mencoba untuk menyelamatkan muka dengan mengatakan itu bukan penalti. Beberapa menghibur diri mereka sendiri dengan berpura-pura itu bukan penalti, tapi kalau itu bukan penalti maka saya tidak tahu itu apa," ujar pengusaha minyak ini.

Protes Keputusan Wasit, Inter Lakukan Aksi Tutup Mulut

LGI - Tak satu pun perwakilan FC. Internazionale muncul untuk melakukan konferensi pers usai laga dengan Cagliari. Pihak Nerazzurri melalukan boikot karena kecewa terhadap keputusan wasit dalam pertandingan itu.

Di kandangnya sendiri, Stadion Giuseppe Meazza, Inter dipaksa puas dengan hasil imbang 2-2. Nerazzurri yang sempat unggul lebih dulu justru tertolong dan terhindar dari kekalahan oleh sebuah gol bunuh diri yang dibuat pemain lawan.

Hasil imbang tersebut jelas mengecewakan Javier Zanetti cs, namun yang dirasa sangat merugikan oleh mereka adalah keputusan wasit jelang pertandingan tuntas. Ketika itu Inter mengklaim penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan Davide Astori terhadap Andrea Ranocchia. Namun wasit tak mengacuhkannya.

Pemain Inter sempat melakukan protes terhadap keputusan tersebut, pun begitu dengan pelatih Andrea Stramaccioni dan Massimo Moratti yang menyaksikan pertandingan. Malang buat Stramaccioni, karena dianggap berlebihan melakukan protes dia malah dapat kartu merah.

Usai laga tuntas, tak satupun perwakilan Inter muncul untuk melakukan konferensi pers. Dikutip dari Football Italia, pihak La Beneamata memutuskan melakukan aksi tutup mulut pada pers sebagai bentuk protes.

Hasil imbang dengan Cagliari membuat Inter gagal menang dalam dua pertandingan terakhirnya di Seri A. Di pekan sebelumnya mereka justru tunduk 2-3 saat menghadapi Atalanta. Namun Nerazzurri masih tetap berada di posisi kedua klasemen sementara. (detik.com)

Inter Terhindar dari Kekalahan di Meazza

Review Inter vs Cagliari 2-2
LGI - FC. Internazionale gagal meraih hasil maksimal untuk merapatkan jarak dengan Juventus di puncak klasemen. Nerazzurri bahkan nyaris kalah, meski akhirnya menuntaskan laga kontra Cagliari dengan skor 2-2.

Sebelumnya Laga Juventus kontra Lazio berakhir imbang 0-0, Inter punya kesempatan merapatkan ketertinggalannya dari empat menjadi dua poin. Namun saat bertanding di kandang sendiri, di Standion Giuseppe Meazza, Minggu (18/11/2012) malam WIB, Javier Zanetti cs hanya bisa bermain imbang 2-2.

Inter membuka keunggulan melalui Rodrigo Palacio di menit 11, namun mampu disamakan Cagliari melalui Marco Sau ketika babak pertama tersisa dua menit. Marco Sau jadi momok Nerazzurri saat dia berhasil mencetak gol kedua pada menit 66. La Beneamata terhindar dari kekalahan setelah Davide Astori mencetak gol bunuh diri di menit 82.

Ini merupakan kali kedua secara beruntun Inter gagal menang, setelah pekan lalu kalah mengejutkan oleh Atalanta dengan 3-2. Mengumpulkan 28 poin, skuat besutan Andrea Stramaccioni masih bertengger di posisi kedua, di tempel ketat oleh Fiorentina yang cuma terpaut satu angka usai menang 4-1 saat menjamu Atalanta.

Jalannya Pertandingan

Baru satu menit pertandingan berjalan Inter sudah mendapat peluang saat tendangan Diego Milito menyambut umpan corner kick masih terlalu tinggi melayang di atas sasaran. Kans berikutnya yang dipunyai tim tuan rumah adalah saat upaya Juan Jesus membelokkan bola tendangan bebas masih melenceng dari gawang Cagliari.

Namun justru Cagliari yang nyaris membuka keunggulan saat tendangan voli Nene dari dalam kotak penalti masih bisa dihadang kiper Samir Handanovic di tiang dekat.

Di menit 11 Inter akhirnya lebih dulu membuka keunggulan. Meneruskan umpan diagonal yang dilepaskan Antonio Cassano, Rodrigo Palacio menjebol gawang Cagliari dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Dalam posisi tertinggal, Cagliari tak tinggal diam karena beberapa peluang nyaris berujung gol berhasil dikreasikan. Salah satunya adalah serangan balik yang berujung dengan tendangan melengkung Radja Nainggolan namun tepat mengarah ke pelukan Handanovic. Sementara tandukan Nene dari jarak dekat juga masih bisa ditepis kiper asal Slovenia itu.

Cagliari akhirnya benar-benar bisa mencetak gol saat laga babak pertama tersisa dua menit. Lolos dari jebakan offside untuk menyongsong umpan yang dilepaskan Andrea Cossu, sepakan keras Marco Sau mengubah kedudukan jadi 1-1.

Di awal babak kedua Milito punya beberapa peluang untuk membawa Inter kembali unggul. Salah satu peluang terbaiknya datang di menit 54 adalah saat dia dalam posisi tak terkawal dapat sodoran bola dari Yuto Nagatomo, namun dari jarak sekitar tujuh meter tendangannya melayang tinggi di atas mistar.

Cagliari secara mengejutkan membuat gol keduanya di menit 66. Bermula dari tendangan akrobatik Mauricio Pinilla, bola melewati Handanovic dan membentur mistar gawang. Adalah Marco Sau yang berhasil lebih dulu menjangkaunya dan mengarahkan ke dalam gawang, mengalahkan bek Inter yang berusaha menyapunya. Cagliari unggul 2-1.

Inter memberikan perlawanan saat upaya Ranocchia menyambar umpan tendangan sudut masih bisa dihalau kiper Agazzi di tiang dekat. Upaya mencari gol penyama akhirnya membuahkan hasil di menit 82, lewat sebuah gol bunuh diri.

Bermula dari umpan silang yang dilepaskan Ricky Alvarez, bola yang coba dibuang Davide Astori malah mengarah ke gawangnya sendiri. Skor pun berubah menjadi 2-2.

Di sisa pertandingan Inter masih mengreasikan kesempatan melalui Ranocchia, namun bisa dihalau Agazzi. Kubu tuan rumah juga mengklaim penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan Astori pada Ranocchia, meski wasit mengabaikannya. Karena melakukan prores terlalu keras atas kejadian tersebut, Stramaccioni dapat kartu merah.

Di detik-detik terakhir Agazzi kembali melakukan penyelamatan tepat di garis gawangnya saat menghalau tendangan lengkung Coutinho.

Susunan Pemain

Inter: Handanovic; Ranocchia, Samuel, Juan Jesus (Coutinho 73); Zanetti, Gargano, Cambiasso, Nagatomo; Palacio, Milito, Cassano (Alvarez 82)

Cagliari: Agazzi; Pisano, Rossettini, Astori, Avelar; Ekdal, Conti, Nainggolan; Cossu (Dessena 68); Nene (Pinilla 38), Sau (Ibarbo 74).

Preview: FC. Internazionale vs Cagliari, Kejar Capolista!

Minggu, 18 November 2012

LGI - FC. Internazionale berpeluang besar mendekati dan memangkas poin dengan pimpinan klasemen jika bisa mengalahkan Cagliari malam ini. Setelah Juventus tertahan dikandangnya dinihari tadi oleh Lazio, Kemenangan menjadi harga mati bagi Nerazzurri bila tidak ingin tertinggal jauh lagi dalam perburuan Scudetto.

Inter tentu saja berharap dapat menebus kesalahan saat kalah melawan Atalanta di Bergamo pekan lalu. Dan skuad Andrea Stramaccioni akan menjadikan laga lawan Cagliari di Giuseppe Meazza, Minggu (18/11/2012) sebagai pelampiasan bagi mereka.

Namun keinginan Nerazzurri terbentur dengan masalah kebugaran para pemainnya. Setidaknya ada 10 pemain Inter yang saat ini tengah menjalani perawatan akibat cedera. Dan yang terbaru adalah Freddy Guarin dan Walter Samuel. Tapi kabar baiknya, pertandingan ini bisa jadi ajang comeback Wesley Sneijder dari cedera panjang.

Untuk kesekian kalinya, Stramaccioni berharap tridente Antonio Cassano, Diego Milito dan Rodrigo Palacio kembali menunjukkan performa bagusnya seperti pada pertandingan sebelumnya. Bila ketiga striker tersebut tampil apik, bisa dipastikan lini depan Inter akan semakin tajam.

Keadaan berbeda ada di kubu Cagliari. Il Isolani mampu menurunkan semua penggawa andalannya di laga ini. Pelatih Cagliari, Ivo Pulga dipastikan akan memiliki banyak alternatif untuk komposisi timnya. Ia juga belum memutuskan apakah Daniele Dossena atau Albin Ekdal yang akan menjadi pilihan utama di lini tengah. Meski begitu tampaknya Marco Sau dan Muricio Pinilla akan menjadi duet andalan di lini depan.

Perkiraan susunan pemain

FC. Internazionale : Handanovic; Nagatomo, Silvestre, Juan Jesus, Pereira; Gargano, Cambiasso, Zanetti; Palacio, Milito, Cassano

Cagliari : Agazzi; Pisano, Rossettini, Astori, Avelar; Dessena, Conti, Nainggolan; Cossu; Pinilla, Sau.

Data dan Fakta FC. Internazionale vs Cagliari

FC. Internzionale akan menjadikan laga melawan Cagliari sebagai ajang pelampiasan. Pasalnya, pekan lalu secara mengejutkan Javier Zanetti dkk ditaklukan oleh tim tuan rumah, Atalanta. Hasil itu juga menunda keinginan La Beneamata mendekati perolehan poin Juventus.

Dengan catatan pertemuan kedua tim yang lebih condong ke tim tuan rumah. Tampaknya tak akan sulit bagi Nerazzurri memenuhi target tiga poin demi menjaga jarak dengan pimpinan klasemen sementara. Berikut data dan fakta kedua tim :

Data & Fakta :

- Inter telah merih kemenangan delapan kali dari Sembilan pertemuan terakhir dengn Cagliari di kandang. Terbaru adalah kemenangan 2-1 pada bulan November tahun lalu.
- Sebelum kalah dari Fiorentina, Cagliari sudah memenangkan empat laga berturut-turut.
- Kemenangan terakhir Cagliari terjadi di Stadio Sant'Elia tahun 1995
- Kekalahan atas Atalanta di Bergamo pekan lalu, memutus rekor 10 kemenangan beruntun Inter.
- Inter menjadi satu-satunya tim Serie A yang belum pernah mengakhiri laga dengan hasil seri.

Head To Head :

- 07/04/2012 : Cagliari 2 - 2 Inter Milan, Serie A
- 19/11/2011 : Inter Milan 2 - 1 Cagliari, Serie A
- 19/02/2011 : Inter Milan 1 - 0 Cagliari, Serie A
- 17/10/2010 : Cagliari 0 - 1 Inter Milan, Serie A
- 07/02/2010 : Inter Milan 3 - 0 Cagliari, Serie A

Lima pertandingan terakhir kedua Tim :

- 11/11/2012 : Atalanta 3 - 2 Inter, Serie A
- 08/11/2012 : Partizan 1 - 3 Inter, Liga Europa
- 03/11/2012 : Juventus 1 - 3 Inter, Serie A
- 31/10/2012 : Inter 3 - 2 Sampdoria, Serie A
- 28/10/2012 : Bologna 1 - 3 Inter, Serie A

- 10/11/2012 : Cagliari 0 - 0 Catania, Serie A
- 04/11/2012 : Fiorentina 4 - 1 Cagliari, Serie A
- 31/10/2012 : Cagliari 4 - 2 Siena, Serie A
- 28/10/2012 : Sampdoria 0 - 1 Cagliari, Serie A
- 21/10/2012 : Cagliari 1 - 0 Bologna, Serie A

Stramaccioni Puji Mentalitas Inter

Jumat, 09 November 2012

LGI - Tak hanya lolos ke babak 32 besar Liga Europa, kemenangan atas Partizan Belgrade bikin FC. Internazionale Milano mencatatan rekor baru. Sebuah pertunjukkan mentalitas para pemain yang dipuji Andrea Stramaccioni.

Menghadapi Partizan Belgrade di Stadion FK Partizan dalam Matchday IV Liga Europa, Jumat (9/11) dinihari WIB, Inter menang 3-1. Dengan 10 poin, Nerazzurri memastikan langkah ke fase knockout karena perolehan poin mereka dan Rubin Kazan tak bisa dikejar dua tim lainnya.

Kemenangan malam itu terasa kian manis karena Inter berhasil mencatatkan rekor 10 kali menang di markas lawan musim ini yang masuk ke buku sejarah mereka. Sebuah pencapaian yang membuat Stramaccioni sangat puas.

"Penting bagi kami untuk memastikan lolos lebih awal, melihat kami punya perjalanan yang sangat melelahkan ke Kazan dan kini saya bisa mengistirahatkan beberapa pemain," ujar Stramaccioni di Football Italia.

"Kami solid secara psikologis, jika tidak maka kami tidak mungkin mampu meraih 10 kemenangan tandang beruntun. Meskipun kami kini tetap harus fokus di laga demi laga," tambahnya.

Secara khusus Stramaccioni memberi penilaian plus pada penampilan Rodrigo Palacio yang mencetak dua gol plus sang kiper Samir Handanovic yang begitu tangguh di bawah mistar dengan beberapa kali penyelamatan krusial.

"Palacio adalah pemain baru pertama saya dan dia cepat beradaptasi dengan skuat. Dia terlihat sudah bergabung dengan tim ini cukup lama," paparnya.

"Samir Handanovic juga melakukan dua penyelamatan gemilang yang mungkin menjadi gol. Penyelamatan ala sang juara. Kami tahu dia bisa melakukannya dan dia menunjukkan talentanya di level ini." (detik.com)

Capai 10, Inter Catat Rekor Kemenangan Tandang

LGI - Kemenangan atas Partizan Belgrade tak hanya meloloskan FC. Internazionale dari fase grup, namun juga membuat La Beneamata membukukan rekor kemenangan tandang dalam sejarah klub itu.

Menghadapi Partizan di kandang lawan pada Matchday IV, Jumat (9/11) dinihari WIB, Inter menang 3-1 lewat dua gol Rodrigo Palacio dan Freddy Guarin. Partizan hanya mampu membalas sekali lewat Nemanja Tomic.

Dengan 10 poin Inter bersama Rubin Kazan sudah memastikan lolos karena perolehan poin mereka tak bisa lagi dikejar oleh dua tim di bawahnya. Kebahagiaan tak hanya soal kelolosan melainkan pasukan Andrea Stramaccioni itu baru saja mencatatkan rekor baru di buku sejarah klub yang berdiri 9 Maret 1908 itu.

Kemenangan atas Partizan membuat Inter membukukan 10 kemenangan tandang beruntun musim ini di semua kompetisi. Sebelumnya Nerazzurri mengalahkan Hajduk Split, Vaslui, Pescara, Torino, Chievo, Neftci Baku, AC Milan, Bologna dan Juventus.

Selama itu Inter membuat 25 gol dan hanya kebobolan lima gol. Rekor away ini sedikit berbalik dengan catatan kandang mereka karena musim ini mereka sudah kalah tiga kali dan seri dua kali dari sembilan kali bertanding di seluruh kompetisi. (detik.com)

Hajar Partizan Di Kandangnya, Inter Lolos Ke Fase 32 Besar



Review Liga Eropa Group H Matchday 4:  Partizan Belgrade vs FC. Internazionale 1-3

LGI - FC. Internazionale tampil perkasa saat bertandang ke markas Partizan Berlgrade dalam lanjutan Liga Eropa 2012/2013 matchday ke-4 group H, Jum’at (9/11) dinihari WIB. Nerazzurri berhasil menghajar tim tuan rumah tersebut dengan skor 3-1.

Kemenangan Inter tak lepas dari penampilan gemilang Rodrigo Palacio dan Fredy Guarin. Palacio yang baru bermain di babak kedua sukses mencetak dua gol pada menit ke-51 dan 75. Sedangkan Guarin menceploskan gol pada menit ke-88, dan Gol hiburan Partizan diciptakan oleh Tomic di injury time.

Dengan kemenangan ini, Inter kini memimpin klasemen sementara Group H Liga Eropa dengan torehan poin 10 dari empat laga yang sudah dimainkan, dan berhak melangkah ke fase 32 besar, meski menyisakan dua laga lagi. Rubin Kazan di urutan kedua dengan poin 7 dan Partizan berada di posisi Juru kunci di bawah Neftchi.

Jalannya Pertandingan – Matchday ke-4 yang berlangsung di Partizan Stadium ini berjalan cukup menarik, terutama di babak kedua dimana tercipta empat gol. Saat babak pertama di mulai kedua tim belum menemukan irama permainannya masing-masing, sehingga laga berjalan dalam tempo lambat.

Inter yang mengistirahatkan pemain kuncinya seperti Milito, dan Cassano baru menggebrak pertahanan Partizan pada menit ke-18 melalui aksi Fredy Guarin yang mencoba melakukan tendangan jarak jauh, tapi bola masih melebar di sisi kiri gawang tim tuan rumah.

Empat menit berselang, Giliran Marko Livaja mencoba melakukan shooting, tapi masih berhasil di selamatkan kiper Partizan. Pada menit ke-29 lagi-lagi Guarin mencoba melepaskan tembakan spekulasi namun belum menemui sasaran.

Partizan bukan tanpa peluang, dua kesempatan emas pada menit ke 31 dan ke-32 berhasil diciptakan. Berawal dari tendangan bebas dan sepak pojok, Ivanov melepaskan dua kali sundulan ke sisi kiri dan kanan gawang Inter. Beruntung Samir Handanovic tampil sigap dengan menepis tandukan pemain belakang tuan rumah tersebut dan amanlah gawang Nerazzurri.

Hingga 45 menit babak pertama, belum satu gol pun tercipta dan skor masih imbang 0-0. Memasuki babak kedua, Inter mencoba meningkatkan agresifitas serangan demi meraih tiga angka dengan memasukan Palacio yang menggantikan Nagatomo.

Inter nyaris kebobolan di menit 49 ketika sebuah serangan dari sisi kanan membuat bola menuju kotak penalti, Juan Jesus yang hendak membuang bola malah mengarahkannya ke gawang tapi Handanovic dengan sigap menepisnya.

Keputusan Stramaccioni memasukan Palacio sangat tepat. Terbukti pemain tersebut membawa pengaruh bagi permainan Inter, dan berhasil memecah kebuntuan di menit 51 ketika Guarin melakukan terobosan dari sayap kanan melepaskan umpan dan Palacio yang berdiri bebas sukses menceploskan bola dengan dada. Tim tamu unggul 1-0.

Partizan merespon gol Inter, Pada menit 55 gawang Nerazzurri kembali terancam lewat Stefan Scepovic namun sepakan setengah volinya masih bisa ditepis Handanovic. Setelah itu tim tuan rumah di kejutkan oleh gol kedua Pada menit ke-75.

Kembali melalui Palacio yang memaksa Petrovic memungut bola untuk kedua kali dari dalam gawangnya, setelah umpan terobosan dari Guarin kembali dimanfaatkannya dengan baik. Palacio mengiring bola dan menuntaskannya dengan sepakan ke sisi kiri gawang Partizan. Inter memimpin 2-0.

Palacio nyaris mencetak hat-trick di menit 83 andaikan sepakannya dari jarak dekat meneruskan umpan silang Antonio Cassano tak ditepis oleh Petrovic. Setelah membuat dua assist, Guarin akhirnya mencetak gol pada menit ke-87, ketika umpan Cassano mampu diterimanya sebelum melepaskan tembakan melewati hadangan Petrovic. Inter unggul 3-0.

Partizan mencetak gol hiburan di menit 90 lewat Tomic memaksimalkan crossing Milijkovic dari sayap kanan yang dituntaskan lewat sepakan voli dan Handanovic hanya terpaku. Skor 3-1 bertahan hingga laga usai.

Kemenangan ini adalah yang ke-10 secara beruntun di laga away seluruh kompetisi dan merupakan rekor klub.

Partizan Belgrade 1-3 Inter
Gol: Palacio 51, 75, Guarin 87, Tomic 90.

Partizan Belgrade: 30 Petrovic; 2 Miljkovic, 40 Ostojic, 15 Ivanov, 18 Lazevski; 4 Medo (M. Scepovic 55), 99 Smiljanic; 50 L. Markovic, 22 S. Ilic (Jojic 30), 7 Tomic; 12 S. Scepovic (Mitrovic 69).
Cadangan : 33 R. Ilic, 3 Volkov, 11 Ninkovic, 17 Sretenovic.
Pelatih : Vladimir Vermezovic.

FC. Internazionale: 1 Handanovic; 42 Jonathan, 6 Silvestre, 40 Juan Jesus, 55 Nagatomo (Palacio 46); 4 Zanetti, 14 Guarin, 16 Mudingayi (Gargano 14), 19 Cambiasso, 31 Pereira; 88 Livaja (Cassano 76).
Cadangan : 12 Castellazzi, 28 Pasa, 52 Romanò, 22 Milito.
Pelatih : Andrea Stramaccioni.

Wasit : Pereira Gomes (Por).
Kartu Kuning : Ostojic 48, Juan Jesus 55, Silvestre 73, Jojic 78.
Added time : 2+2 minutes.

Preview: Partizan vs Inter, Jaga Tren Positif!

Kamis, 08 November 2012

LGI - Partizan Belgrade akan menjamu klub Serie A, FC. Internazionale pada lanjutan Grup H Liga Europa matchday ke-4 di Partizan Stadium dini hari nanti (09/11).

Di Liga Serbia, The Steamroller (julukan Partizan Belgrade) berhasil menduduki puncak klasemen dengan raihan 30 poin di sebelas pertandingan awal musim 2012/13. Namun, hal ini tak sejalan dengan raihan prestasi di kompetisi kontinental.Partizan harus puas berada di dasar klasemen Grup H Liga Europa.

Pelatih Vladimir Vermezovic akan menurunkan skuad utamanya ketika menjamu Inter. Aleksandar Miljkovic dan Milos Ostojic dipastikan akan bermain dan siap mengawal gawang Nikola Petrovic dari serangan tim tamu.

Kepercayaan diri anak-anak asuh Andrea Stramaccioni tengah meningkat usai mengalahkan dan mengakhiri rekor tak terkalahkan Juventus pada akhir pekan lalu. Hal ini menjadi modal positif bagi Inter Milan ketika bertandang ke Belgrade malam nanti.

Meski tidak akan diperkuat sejumlah pemain bintangnya, rival sekota AC Milan ini yakin bakal meraih hasil positif di kandang Partizan Belgrade. Philippe Coutinho dan Wesley Sneijder masih dalam tahap penyembuhan pasca cedera yang mereka alami.

Strama kembali mempercayakan Rodrigo Palacio dan Marko Livaja di lini depan Internazionale. Sedangkan trio-defender, Walter Samuel, Juan Jesus dan Andrea Ranocchia diplot sebagai penghalang serangan Partizan Belgrade.

Partizan Belgrade (4-2-3-1): Petrovic (K); Miljkovic, Ostojic, Ivanov, Volkov; Kamara, Smiljanic; Tomic, Ilic, Markovic; Mitrovic.

Internazionale (3-5-2): Handanovic (K); Samuel, Jesus, Ranocchia; Jonathan, Mudingayi, Gargano, Guarin, Pereira; Palacio, Livaja.

1. Data dan Fakta

- Partizan gagal mencetak gol di tiga pertandingan terakhirnya saat berlaga Liga Europa.
- Sejauh ini, Partizan hanya mampu memenangkan satu pertandingan di 17 laga Liga Europa.
-  Inter belum pernah terkalahkan di lima laga terakhir Liga Europa.
-  Marko Livaja telah mencetak dua gol di tiga pertandingan terakhirnya di Grup H.
-  Jonathan adalah satu-satunya pemain Inter Milan yang terkena kartu kuning.

2. Lima Laga Terakhir Kedua Tim

 Partizan Belgrade (W-L-W-L-W):

    03 November 2012, Radnicki 0 - Partizan 4 (SUL)
    31 Oktober 2012, Partizan 1 - Borac Cacak 2 (SC)
    28 Oktober 2012, Partizan 3 - Novi Pazar 1 (SUL)
    26 Oktober 2012, Internazionale 1 - Partizan 0 (Liga Europa)
    20 Oktober 2012, Rad beograd 0 - Partizan 1 (SUL)

Internazionale (W-W-W-W-W):

    04 November 2012, Juventus 1 - Internazionale 3 (Serie A)
    01 November 2012, Internazionale 3 - Sampdoria 2 (Serie A)
    28 Oktober 2012, Bologna 1 - Internazionale 3 (Serie A)
    26 Oktober 2012, Internazionale 1 - Partizan 0 (Liga Europa)
    21 Oktober 2012, Internazionale 2 - Catania 0 (Serie A)

3. Head to Head

 Partizan Belgrade (0); Seri (0); Internazionale (2):

    26 Oktober 2012, Internazionale 1 - Partizan 0 (Liga Europa)
    24 Juli 2007, Internazionale 1 - Partizan 0 (Friendly)

Ranocchia: Tetap Fokus dan Lupakan Si Nyonya Tua!

Rabu, 07 November 2012

LGI - Andrea Ranocchia mengakui sangat terkesan dengan performa Inter saat menjungkalkan Juventus dikandangnya akhir pekan kemarin. Namun difensore Nerazzurri tersebut mengingatkan kepada rekan-rekannya untuk tetap fokus menghadapi pertandingan berikutnya dan jangan terlalu larut dalam euforia kemenangan yang berlebihan.

Ya, Skuad Inter menyambut dengan suka cita setelah mengalahkan Juventus 3-1 dan sekaligus memutuskan rekor tak terkalahkan tim kota Turin tersebut, akhir pekan lalu. Meski demikian, Ranocchia menilai bahwa Nerazzurri masih memiliki beberapa kelemahan, termasuk lini pertahanan yang dikawalnya. Untuk itu Ranocchia berharap para pemain lebih solid lagi.

“Rasanya memang hebat memenangkan laga melawan juara bertahan. Kami senang karena menampilkan performa yang bagus dan kini, kami sudah dekat dengan mereka. Tapi laga di Turin itu sudah jadi masa lalu,” Kata Ranocchia seperti di kutip dari Football-Italia, Rabu (7/11/2012).

“Kami harus tetap berusaha menjaga aspek-aspek positif dari permainan kami dan memperbaiki lini yang belum sempurna. Saya hanya berharap, selebrasi hebat kami terjadi di akhir musim,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ranocchia menyambut antusias terhadap kepercayaan Andrea Stramaccioni yang diberikan padanya musim ini. Bek berusia 24 tahun itu kini selalu menjadi andalan Strama di posisi tridente pertahanan Inter, tidak seperti musim lalu yang kerap hanya jadi cadangan, sejak didatangkan dari Genoa.

“Setelah masa-masa sulit, saya ingin terus memberi kontribusi penting. Saya ingin terus bermain baik hingga akhir musim dan menikmati permainan saya. Musim lalu, saya hanya sedikit mendapat kepercayaan,” pungkas Ranocchia.

Milito: Marah dan Pantang Menyerah, Kunci Comeback Kami

Senin, 05 November 2012

LGI - Diego Milito mengungkapkan kunci performa hebat Nerazzurri saat mengalahkan Juventus adalah rasa marah yang ditimbulkan oleh gol offside Arturo Vidal, dan semangat pantang menyerah dari skuad FC. Internazionale.

Sebelum Vidal berhasil mencetak gol, Kwadwo Asamoah jelas-jelas berada pada posisi offiside. Namun, wasit Paolo Tagliavento tetap mengesahkan gol pada detik ke-18 alias menit pertama tersebut.

Kontroversi berlanjut pada menit ke-34 setelah Stephan Lichsteiner tak diganjar kartu kuning kedua meski melakukan pelanggaran keras terhadap Rodrigo Palacio. Dua kejadian ini membuat Inter yang tertinggal 0-1 ketika jeda dilanda rasa marah.

Berbekal rasa marah ini, Inter dan Milito semakin bernafsu untuk membalikan keadaan. Akhirnya, Striker asal Argentina itu mencetak dua gol di babak kedua dan ditutup oleh gol Palacio untuk membuat Nerazzurri berbalik menang 3-1.

“Sungguh laga teramat sulit melawan juara bertahan. Di awal pertandingan, kami terlalu lamban dan langsung tertinggal, tapi kami mampu berkembang hingga memenangi partai ini,” kata Milito seperti dikutip dari Sky Sports Italia.

“Kami memasuki babak kedua dengan penuh kemarahan gara-gara gol offside dan insiden Lichtsteiner. Itulah kunci performa fantastis kami,” lanjut striker berusia 33 tahun ini.

“Kami harus senantiasa berusaha, terus menyulitkan Juve dan juga lawan-lawan lain, lalu kita lihat saja,” tandas Il Prinsipe.

Cambiasso: Inter Sudah Berada di Jalur Scudetto

LGI - Keberhasilan FC. Internazionale mematahkan rekor tidak terkalahkan Juventus dalam 49 pertandingan membuat skuad Nerazzurri dilanda euforia. Inter merasa yakin sudah layak merebut Scudetto.

Keyakinan tersebut dilontarkan oleh Esteban Cambiasso. Gelandang bertahan itu tampil cemerlang dalam kemenangan 3-1 Inter atas Juventus, ia menilai kunci kemenangan La Beneamata adalah konsisten menekan permainan Bianconeri. Bahkan Diego Milito, Rodrigo Palacio, dan Antonio Cassano diinstruksikan untuk ikut melakukan pressing.

“Gol pembuka di detik ke-18 benar-benar memukul kami, tapi untunglah kami bereaksi dengan baik dan berhasil memenangi pertandingan,” kata Cambiasso seperti dikutip dari Football-Italia.

“Jika tim Anda tak ingin dikontrol Juve selama 90 menit, maka tekanlah mereka langsung dari penyerang Anda dan striker kami melakukannya dengan baik,” tambah gelandang Argentina ini.

Cambiasso menilai kemenangan atas Juve sangatlah penting untuk tetap menjaga peluang dalam perburuan Scudetto musim ini. Inter kini masih berada di posisi kedua dengan mengoleksi 27 poin atau tertinggal satu poin di belakang si Nyonya Tua.

“Kemenangan ini jelas begitu penting, tapi masih belum menentukan. Ini bisa dipandang sebagai awal dari perjalanan menuju Scudetto, meski kami tidak tahu seberapa panjang perjalanan ini ,” Pungkas el-Chucu.

Strama : Saya Baru Lihat Juve Dalam Tekanan

Minggu, 04 November 2012

LGI - Muda dan berbakat, tampaknya julukan tersebut layak disematkan untuk pelatih Inter, Andrea Stramaccioni berkat taktiknya yang mampu mempersembahkan kemenangan penting untuk Inter, Minggu (4/11). Seperti diketahui Inter sukses mempermalukan Juventus dengan skor akhir 3-1.

Bukan hanya itu, kemenangan Nerazzurri tersebut sekaligus mematahkan rekor Si Nyonya
Tua yang belum terkalahkan selama kompetisi Serie A musim 2012-13. Meski meraih hasil sempurna di kandang Juventus, namun, Inter harus tertinggal satu gol lebih dulu lewat gelandang Juve, Arturo Vidal saat pertandingan baru berjalan satu menit.

Nerazzurri baru dapat menyamakan kedudukan melalui gol Diego Milito pada menit 59. Milito kembali menggetarkan jala Juve pada menit ke-76, dan gol Palacio di menit ke-89 menyempurnakan kemenangan Inter pada pertandingan krusial tersebut.

“Inter kebobolan saat saya belum sempat ke bangku cadangan dan berbalik ke lapangan, tetapi seiring berjalannya waktu dan saya harus mengatakan bahwa ini merupakan kali pertama saya menyaksikan Juve berada dalam tekanan di kandang sendiri,” ungkap Strama, seperti dilansir Football Italia, Minggu (4/11/2012).

“Meskipun Juventus tetap berada di puncak klasemen dan masih sebagai pemimpin Serie A,” lanjut allenatore berusia 36 tahun itu.

Namun, pelatih yang akrab disapa Strama itu justru mengungkapkan bahwa kemenangan atas Juve bukanlah momen terbaik selama karier kepelatihannya. “Hari terbaik dalam karier saya ketika Presiden Massimo Moratti memilih saya untuk melatih Inter,” sambungnya.

“Kemenangan ini sekaligus memberi sinyal, karena kami datang ke Juventus Stadium menghadapi tim yang tak terkalahkan dalam 49 pertandingan dan menyerang mereka dengan tridente,” tandanya. (okezone)

Zanetti Pasang Target Bermain Hingga Usia 40 Tahun

LGI - Javier Zanetti mengaku sangat senang bisa membuktikan bahwa kemampuannya belum habis meski usianya tak muda lagi. Kapten sekaligus ikon FC. Internazionale tersebut tampil apik dan membantu Nerazzurri meraih kemenangan dan mematahkan rekor tak terkalahkan Juventus di Kandangnya.

Inter sukses mengandaskan perlawanan Juventus, di Juventus Stadium M
inggu (4/11) dini hari WIB. Nerazzurri menang 3-1 atas Bianconeri setelah sempat tertinggal terlebih dahulu di babak pertama. Hasil ini jelas membuat Zanetti bahagia dapat menjawab sejumlah kritik yang ditujukan kepadanya selama kompetisi musim lalu.

“Sepakbola memiliki momen dan musim lalu berjalan sangat buruk, sehingga banyak kritik yang diarahkan kepada saya dan Esteban Cabiasso. Mungkin karena kami lebih tua! Namun, saya selalu berlari dan terus bekerja keras hingga saya tak dapat melakukannya lagi,” ungkap Zanetti, seperti lansir Football Italia, Minggu (4/11/2012).

“Klub paham di mana saya akan menyadari bahwa tim ini tak lagi membutuhkan saya atau saat saya tak dapat membantu mereka, maka saya akan menyingkir. Saya juga sangat bangga mengenakan ban kapten, dan rekan-rekan setim membuat saya merasa begitu penting bagi mereka,” lanjut pemain yang telah memiliki 580 caps untuk Nerazzurri.

Agustus mendatang, pemain yang didatangkan dari klub lokal Banfield musim 1995 silam itu akan genap berusia 39 tahun. Namun, kendati faktanya demikian, Zanetti masih percaya bahwa ia masih dapat membantu Inter untuk teru meraih kesuksesan.

“Tapi yang jelas target saya adalah dapat bermain hingga usia 40 tahun, dan saya yakin bahwa saya akan dapat melakukan hal tersebut,” tandas pemain yang turut mengantarkan Inter meriah Trable Winners musim 2010.

Moratti: Strama Bukan Mourinho!

LGI - Inter sukses mematahkan rekor tak terkalahkan pemuncak klasemen sementara Serie A, Juventus dengan skor akhir 1-3. Kemenangan tersebut tentu saja tak lepas dari tangan dingin sang pelatih, Andrea Stramaccioni.

Presiden Inter, Massimo Moratti pun menilai bahwa pelatih berparas innocent itu layak mendapat apresiasi atas kerja kerasnya selama menukangi Nerazzurri. B
ukan hanya dapat membekuk Si Nyonya Tua di hadapan para pendukungnya di Turin, pelatih yang akrab disapa Strama itu juga berhasil mengantar Inter menempati posisi runner up klasemen sementara Serie A musim 2012-2012.

Namun, sang presiden berharap agar para fans tidak membandingkannya dengan mantan pelatih Inter yang kini menukangi Real Madrid, Jose Mourinho. Bukan hanya masih terlalu dini, namun, di bawah kepelatihan Mourinho Inter dapat dikatakan dalam masa keemasan. Meraih gelar Scudetto selama dua musim (2008-2009, 2009-2010), Coppa Italia 92009-2010), Supercoppa Italiana (2008), serta Liga Champions (2009-2010).

“Stramaccioni tidak perlu dibanding-bandingkan dengan Jose Mourinho. Dia merupakan pelatih yang bagus dan hanya itulah yang perlu saya katakan,” kata Moratti, seperti dilansir Football Italia, Minggu (4/11/2012).

“Saya yakin bahwa dia akan menggunakan tridente. Saya bahagia dengan hasil yang telah diraih, menyaksikan musim ini tampaknya akan menjadi musim transisi yang menarik. Kendati demikian, mari kita tunggu sebelum membicarakan Scudetto,” tandas Moratti. (okezone)

Strama Minta Juve Lebih Menghormati Inter

LGI - FC. Internazionale sukses membungkam Juventus di kandangnya dan mengakhiri rekor tak terkalahkan mereka. Andrea Stramaccioni meminta Bianconeri ke depannya lebih menghormati Inter dan tak mengungkit masa lalu.

Laga Derby d'Italia sejak Calciopoli 2006 memang jadi tambah panas dan kian sengit saja, karena Juventus merasa diperlakukan tidak adil, sedangkan Inter mendapat keuntungan dengan mendapat "hibah" Scudetto saat 'Si Nyonya Tua' didegradasikan ke Seri B.

Hal ini terus membayangi rivalitas kedua tim dan ketika Juventus menjadi juara Serie A, mereka pun seperti memberi "tamparan" untuk Inter karena pada akhirnya tim asal Turin itu finis lebih baik dibanding rivalnya.

Psy war pun kian kencang ketika Juventus dan Inter bertemu di Juventus Stadium pada pekan ke-11 Serie A, Minggu (4/11) dinihari WIB. Direktur Umum Juve, Beppe Marotta, mengkritik Stramaccioni terkait pemilihan formasi oleh pelatih muda itu.

Namun, akhirnya Stramaccioni membuktikan jika taktik yang digunakannya jitu dan Inter membawa pulang kemenangan 3-1 setelah sempat tertinggal terlebih dahulu di babak pertama.

"Saya coba mempersiapkan laga dengan cara sebaik mungkin dan nada-nada sarkasme mengenai pemilihan Inter sangatlah mengganggu. Di akhir laga mungkin Marotta akan berpikir lain. Saya hanya ingin respek darinya," tutur Stramaccioni di Football Italia.

"Mereka berkomentar secara sarkastik mengenai kehati-hatian saya untuk menggunakan taktik -- kami mempersiapkan laga ini secara detil selama latihan," lanjutnya.

"Inter benar-benar membuat Juventus dalam masalah, tim yang mendominasi sepakbola Italia selama dua musim terakhir. Kami menang terlepas dari insiden di mana saya janji tak akan membicarakannya. Jadi saya rasa kami pantas lebih dihormati." tegas mantan pelatih primavera Inter ini.

Terakhir Stramaccioni pun turut berkomentar soal klaim 30 Scudetto yang kerap disuarakan kubu Juventus.

"Juventus selalu berbicara soal apa yang terjadi di lapangan, di lapangan, di lapangan,-- well, Inter mengalahkan mereka di lapangan," tandas Strama.

Moratti Sempat Khawatir Inter Akan Kalah

LGI - Massimo Moratti mengaku sangat senang timnya berhasil meraih kemenangan di kandang Juventus dinihari tadi. Namun, Presiden FC. Internazionale itu sempat khawatir, jika Nerazzurri akan kalah usai Bianconeri mencetak gol kontoversial.

Inter mengawali laga Big Match Serie A pekan ke-11, Minggu (4/11) dengan dikejutkan oleh gol cepat Arturo Vidal pada detik ke-20. Gol tersebut bisa dikatakan kontroversial karena Kwadwo Asamoah yang memberikan umpan sebelumnya lebih dulu dalam posisi offside.

Namun, wasit tetap mengesahkan gol dari tim tuan rumah, meski sempat di protes pemain Inter.  Nerazzurri pun bermain kian tak nyaman di 45 menit babak pertama, karena Juventus terus mendominasi jalannya pertandingan.

Akan tetapi, di babak kedua Inter perlahan mulai bisa bangkit, mengejar ketertinggalan gol dan berbalik unggul dengan skor menyakinkan 3-1 lewat dua gol Diego Milito plus satu gol penutup dari Rodrigo Palacio.

"Usai 17 detik saya khawatir bahwa kami akan kalah karena kami memulai laga dengan buruk," ujar Moratti kepada Premium Calcio seperti dilansir Football Italia, Minggu (4/11).

"Ketika saya melihat tayangan ulang dan tahu itu offside, saya berpikir kami akan mengalami seperti yang sebelumnya. Pemain mampu tampil baik dan bereaksi atas ketidakadilan," jelas Moratti.

Dengan hasil ini, Inter kini hanya tertinggal satu poin dari Juventus yang mengoleksi 28 poin. selain itu, ini merupakan kemenangan kesembilan Nerazzurri secara beruntun di berbagai ajang dan mematahkan rekor 49 kali laga tak terkalahkan Juventus.

Zanetti: Ini Merupakan Kemenangan Bersejarah

LGI - Javier Zanetti mengatakan bahwa mengalahkan Juara bertahan, Juventus dikandangnya seperti sebuah kemenangan bersejarah. Pasalnya, pemuncak klasemen sementara Serie A tersebut sebelumnya tak terkalahkan dalam 49 kali pertandingan.

Ya, Inter Sukses membenamkan keunggulan Juventus di babak pertama. Pertandingan yang di gelar di Juventus Stadium, Minggu (4/11/2012) dinihari WIB,  berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Nerazzurri melalui  dua gol dari Diego Milito, dan satu gol Rodrigo Palacio. Sementara satu gol dari Juvedi cetak Arturo Vidal.

"Ya, ini adalah sebuah kemenangan bersejarah, terlebih karena kekuatan lawan kami. Kami tahu Juventus sudah tak terkalahkan sejak lama dan layak memuncaki klasemen," tutur Zanetti di Football Italia.

Di awal musim ini, Inter sempat mengalami dua kali kekalahan dalam dua laga pertamanya. Namun, La Beneamata perlahan-lahan mulai bangkit dan pasca kemenangan kali ini membuat Nerazzurri sudah berada di peringkat kedua klasemen dengan selisih satu angka dari Bianconeri.

"Kami sudah memilih sebuah jalan dan memang memulainya dengan lambat. (Tapi) Kami bertekad menjadi sebuah tim hebat dan saya percaya jalan yang sedang kami lalui ini sudah tepat. Kami adalah sebuah skuad baru yang ingin mengejar Scudetto sampai akhir," tandas Zanetti.

Sukses Menang 3-1, Inter Stop Rekor Tak Terkalahkan Juventus

LGI - FC. Internazionale sukses menghentikan rekor tak terkalahkan Juventus dikandangnya. Setelah tertinggal terlebih daulu, skuad Nerazzurri tampil gemilang dengan membalikan skor dan berhasil menyudahi pertandingan 3-1 atas I Bianconerri.

Satu gol dari Arturo Vidal dibalas oleh dua gol yang di cetak Diego Milito dan satu gol dari Rodrigo P
alacio. Sehingga Inter berhasil meraih kemenangan dikandang Juventus dalam lanjutan Serie A Italia 2012/2013 Giornata 11, Minggu (04/11/2012) dini hari WIB.

Dengan hasil ini posisi kedua tim tetap tak berubah. Juventus masih memimpin klasemen sementara dengan koleksi 28 poin dan hanya unggul satu poin dari Inter di peringkat kedua. Namun, Bagi Nerazzurri ini merupakan kemenangan kesembilan secara beruntun di berbagai kompetisi, sekaligus membuat rekor 49 kali tak terkalahkan La Vechia Signora terhenti.

Jalannya pertandingan

Saat Kick Off babak pertama dibunyikan, Juventus langsung tampil menyerang. Terbukti laga Big Match ini baru 20 detik berjalan, Juventus sudah unggul lebih dulu lewat gol Vidal yang memaksimalkan umpan Kwadmo Asamoah. Namun, gol tersebut sedikit kontroversial dan diprotes oleh para pemain Inter karena Asamoah sudah terjebak offside sebelum memberikan umpan.

Wasit tetap mengesahkan gol itu, dan sementara Juventus unggul 1-0. Di menit ketujuh Juve nyaris menggandakan keunggulan ketika Claudio Marchisio dengan sigap menerima umpan lambung Andrea Pirlo. Marchisio yang posisi bebas melepaskan tendangan, namun Samir Handanovic dengan sigap menghadangnya.

Setelah tertinggal, giliran Inter mencoba untuk menggebrak dan mengejar ketertinggalan. Pada menit ke-10, Esteban Cambiasso mendapat bola di depan kotak penalti tapi sayang sepakannya masih melambung di atas mistar gawang.

Di menit 12, Rodrigo Palacio sempat menjebol gawang Juventus, namun gol itu di anulir wasit karena ia sudah lebih dulu dalam posisi offside, usai menyundul bola free kick Cambiasso.

Pada menit ke-20, Antonio Cassano nyaris menggetarkan gawang Juve setelah ia mencoba melakukan spekulasi dengan tendangan melengkungnya, tapi bola masih melenceng tipis di sisi kiri gawang.

Kontorversi terjadi lagi ketika di menit 33 Stephen Lichtsteiner yang melanggar Palacio dengan kasar tidak mendapat kartu kuning kedua dari wasit. Setelahnya Lichtsteiner langsung ditarik keluar dan digantikan Martin Caceres. Skor 1-0 untuk keunggulan Juventus bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Inter berusaha menaikkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, Juventus yang membuat peluang pertamanya di babak ini ketika tembakan Leonardo Bonucci masih bisa ditepis Handanovic.

Inter mempunyaia peluang pada menit ke-52, ketika Palacio mendapat umpan dari belakang, bola berhasil digapai dan melewati Gianluigi Buffon. Tapi tembakannya hanya mengarahkan bola ke sisi gawang.

Satu menit kemudian, Palacio kembali membuang peluang mencetak gol setelah mendapat umpan dari Milito, ia yang ada di sisi kanan melepaskan tembakan namun bola melayang jauh di atas mistar.

Inter akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit 59. Berawal dari pelanggaran pemain Juve, Claudio Marchisio yang menarik kaos Milito di area kotak penalti, dan wasit pun memberikan tendangan 12 pas. Milito yang jadi eksekutor sukses mengonversinya jadi gol dengan menceploskan bola ke sisin kanan Buffon.

Setelah gol tersebut membuat semangat pemain Inter bertambah, dan pada menit 75 kembali Milito membawa Inter berbalik unggul 2-1. Diawali akselerasi Freddy Guarin yang mendekati kotak penalti dan melakukan tembakan keras dengan kaki kanannya, namun bisa masih ditepis Buffon. Bola rebound pun langsung disambar oleh Milto dengan sepakan ke pojok kanan Buffon yang membuat gawang Juventus bergetar.

Pada menit ke-83, Juventus nyaris menyamakan kedudukan setelah kesalahan di lini belakang Inter membuat bola direbut Nicklas Bendtner, lalu ia langsung mengarahkan bola ke gawang yang kosong tapi masih melebar dari sasaran.

Inter akhirnya bisa menambah gol di menit 90, berawal dari Yuto Nagatomo yang mencoba melakukan penetrasi ke sisi kanan pertahanan Juventus. Bek asal Jepang itu berhasil mengecoh bek Juve dan memberikan umpan datar ke Palacio dan penyerang berkuncir ini pun berhasil menceploskan bola ke gawang Buffon.

Sampai peluit akhir dibunyikan, Skor 3-1 untuk kemenangan Inter.

Susunan pemain

Juventus: Buffon, Barzagli, Bonucci, Chiellini, Lichtsteiner (Caceres 39') (Quagliarella 78'), Vidal, Pirlo, Marchisio, Asamoah, Vucinic (Bendtner 45'), Giovinco.

Inter Milan: Handanovic, Ranocchia, Samuel, Juan Jesus, Zanetti, Gargano, Cambiasso, Nagatomo, Cassano (Guarin 69'), Milito (Mudingayi 80'), Palacio.

Follow My Feeds

Viewer's

Search Now

 

My Categories

Alberto Pereira (1) Alfred Duncan (1) Alvaro Pereira (2) Andrea Ranocchia (17) Andrea Romano (1) Andrea Stramaccioni (72) Andreas 'Andy' Brehme (1) Andreas Granqvist (1) Antonio Cassano (11) Berita Liga Eropa Inter (48) Berita Transfers Inter (151) Catania vs Inter (5) Chievo vs Inter (1) Cluj vs Inter (4) Coppa Italia (22) Cristian Chivu (7) Dejan Stankovic (2) Derby Della Madoninna (1) Derby Della Madonnina (13) Diego Forlan (3) Diego Laxalt (1) Diego Milito (12) Diego Simeone (1) Douglas Maicon (4) Erick Thohir (9) Erik Lamela (1) Ernesto Paolillo (4) Esteban Cambiasso (15) Euro 2012 Polandia - Ukraina (1) Ezequiel Cirigliano (1) Ezequiel Schelotto (3) F.C. Internazionale Milano (23) Fernando Torres (1) Fiorentina vs Inter (3) Francesco Forte (2) Frank Lampard (2) Fredy Guarin (6) Gaby Mudingayi (2) Gallery Foto (4) Gallery Video (2) Giacinto Facchetti (1) Giampaolo Pazzini (5) Goran Pandev (3) Guiness International Champions Cup (6) Hasil Drawing 32 Besar Europa League (1) Hernanes (4) History (2) Ibrahim Mbaye (2) Igor Lichnovsky (1) Inter Campus (5) Inter Indonesia Tour 2012 (27) Inter Primavera (1) Inter vs Bologna (14) Inter vs Cagliari (6) Inter vs Chievo (4) Inter vs Fiorentina (3) Inter vs Genoa (7) Inter vs Juventus (21) Inter vs Lazio (8) Inter vs Milan (15) Inter vs Napoli (11) Inter vs Neftci (9) Inter vs Palermo (10) Inter vs Parma (8) Inter vs Partizan Belgrade (4) Inter vs Pescara (5) Inter vs Roma (3) Inter vs Rubin Kazan (3) Inter vs Sampdoria (4) Inter vs Sassuolo (2) Inter vs Siena (2) Inter vs Torino (1) Inter vs Trapani (5) Inter vs Verona (4) Interisti (1) Interisti Indonesia (6) Internazionale (7) Internazionale vs Tottenham Hotspur (7) Ishak Belfodil (3) Ivan Cordoba (5) Jadwal Coppa Italia (3) Jadwal Euro 2012 (1) Jadwal Inter Serie A 2013/2014 (1) Jadwal Lega Calcio Serie A Italia 2012-2013 (1) Jadwal Lengkap Dan Siaran Langsung Piala AFF 2012 (1) Jadwal Lengkap Inter Serie A Musim 2012 - 2013 (3) Jadwal Lengkap Serie A 2013/2014 (1) Jadwal Piala Eropa 2012 (1) Javier Hernandez (1) Javier Pastore (1) Javier Zanetti (65) Javier Zanetti Indonesian Idol 2012 (5) Jersey Baru Inter (1) Jersey Baru Inter 2012-2013 (2) Joel Obi (1) Jonathan (3) Jose Mourinho (3) Juan Vargas (1) Julio Cesar (5) Kabar Pra-Musim Inter (16) La Presidente (1) Laurent Blanc (1) Luc Castaignos (3) Lucas Moura (4) Luis Figo (1) MacDonald Mariga (1) Marco Andreolli (2) Marco Benassi (3) Marco Fassone (1) Mario Balotelli (5) Marko Livaja (3) Massimo Moratti (26) Mateo Kovacic (3) Mathieu Debuchy (3) Matias Silvestre (6) Mattia Destro (3) Mauro Icardi (1) Nemanja Vidic (4) News Serie A (8) News Update (475) NextGen Series (1) Nicola Berti (1) Nigel De Jong (2) Nuri Sahin (2) Official Store Inter (1) Palermo vs Inter (6) Paolo Orlandoni (2) Patrick Olsen (1) Pazza Inter Amala (1) Pernikahan Coutinho dan Aine (2) Perpisahan Lucio (1) Philippe Coutinho (13) Rekor Javier Zanetti (1) Ricky Alvarez (3) Rodrigo Palacio (7) Roma vs Inter (12) Samir Handanovic (7) Sampdoria vs Inter (1) Samuele Longo (1) Sebastian Giovinco (1) Sebastian Jung (1) Serie A (5) Serie A Italia 2012/2013 (148) Snjeider Tolak Kontrak Baru (2) Solo Inter (1) The Legends (4) The Stars (3) Today Bitrhday (2) Tommaso Rocchi (5) Tottenham Hotspur vs Internazionale (8) Trofeo Tim (1) Udinese vs Inter (4) Ultras Internazionale (1) WAGS Inter (1) Walter Gargano (3) Walter Mazzari (8) Wesley Sneijder (28) Younes Belhanda (1) Yuto Nagatomo (7) Zdravko Kuzmanovic (3)