Room 1908 - La Grande Internazionale | Members Area : Register | Sign in

Site Languange

My Users

Translator's

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Room 1908 - La Grande Inter

Surat dari Ernesto Paolillo kepada Massimo Moratti

Kamis, 31 Mei 2012

Presiden yang terhormat,
Saya selalu berpikir bahwa kehidupan, sama seperti ekonomi, berjalan menurut siklus dan itulah sebabnya saya ingin memberitahu anda bahwa – menyusul fase akhir dari liga-liga Akademi Yunior yang akan berakhir – saya menilai siklus saya di Inter akan berakhir.

Dari hati saya yang terdalam saya berterima kasih kepada anda, seluruh keluarga Moratti dan semua orang di klub ini atas dukungan yang terus menerus saya terima selama tahun-tahun yang fantastis ini, serta atas kesempatan yang telah anda berikan kepada saya untuk menjadi bagian dari sukses yang telah diraih Inter – pada setiap level – sepanjang siklus ini.

Semua ini merupakan sebuah pengalaman luar biasa, unik dan saya tak akan berusaha menyembunyikan betapa saya sangat emosional dalam membuat keputusan ini.

Terima kasih sekali lagi, dan selamat kepada Marco Fassone yang akan segera memulai sebuah siklus baru, bagian dari masa depan yang cerah di sini di Inter.

Salam terhangat,
 
Ernesto Paolillo

Moratti Datang ke RRC Demi Stadion Baru

LGI - Internazionale berencana membangun stadion baru. Demi mencapai tujuan itu, Presiden Massimo Moratti dilaporkan tengah menjajaki kerja sama dengan investor dari Repubik Rakyat Cina (RRC).

Dilaporkan CRCC.cn, Moratti datang di RRC untuk menemui Meng Feng-chao, pimpinan China Railway Construction Corporation (CRCC). Perusahaan yang dipimpin Meng disebut sebagai nomor dua terbesar di RRC dan salah satu perusahaan terbesar di dunia saat ini.

Moratti datang jauh-jauh ke RRC untuk membawa proposal mengenai rencana pembangunan stadion baru Internazionale. CRCC kabarnya berniat menjadi salah satu penyandang dana.

Kedua pihak sedang berupaya membangun kerja sama, dan proyek stadion baru akan jadi awal dari kerja sama jangka panjang yang diharapkan kedua belah pihak.

Semoga Terwujud, Forza Inter....

Inter Resmi Perpanjang Kontrak Stramaccioni 3 Tahun

Rabu, 30 Mei 2012


LGI - Kebersamaan Andrea Stramaccioni Bersama Internazionale terus berlanjut. Inter akhirnya resmi memperpanjang kontrak Stramaccioni hingga 3 tahun ke depan.

Pelatih berusia 36 tahun tersebut sebelumnya hanya mendapatkan kepastian untuk tetap bertahan musim depan. Kini ia mendapatkan tambahan dua musim lagi. Massimo Moratti sendiri telah menyampaikan hal tersebut secara resmi.

"Saya tidak berada di markas Inter namun Stramaccioni telah setuju untuk memperbarui kontraknya untuk tiga tahun ke depan," ujar Moratti.

Stramaccioni datang ke Inter musim lalu untuk menggantikan peran dari Claudio Ranieri. Ia akhirnya berhasil membawa Inter ke peringkat enam di klasemen akhir Serie A.

Terakhir Stramaccioni memimpin Inter dalam sebuah tur di Indonesia. Ia berhasil membawa tim Italia tersebut dua kali meraih kemenangan atas tim nasional Indonesia.

Presiden Moratti memperkenalkan Marco Fassone


LGI - F.C. Internazionale ingin mengumumkan pengangkatan Marco Fassone yang, mulai hari ini, akan menjadi managing director klub ini.

Pagi ini Massimo Moratti memperkenalkan managing director yang baru kepada anggota dewan direksi. Sang presiden menggunakan kesempatan itu untuk berterima kasih kepada Ernesto Paolillo atas kerjanya dalam beberapa tahun terakhir dan atas dedikasi dan profesionalisme yang telah ia tunjukkan dalam setiap bidang dari jabatannya.

Karenanya, semua orang di F.C. Internazionale ingin berterima kasih kepada Ernesto Paolillo dan menyambut Marco Fassone, dengan harapan ia bisa berbagi kesuksesan bersama kita.

Milito Senang Jika Palacio dan Lavezzi Berkostum Inter

Senin, 28 Mei 2012

LGI - Penyerang Argentina Diego Milito merasa jika kedatangan Rodrigo Palacio dan prospek pembelian Ezequile Lavezzi - dua kompatriotnya asal Argentina, akan mengembalikan Internazionale pada kapasitas sejatinya.

Kesepakatan sudah dijalin dengan Genoa untuk kepindahan Palacio, sementara Lavezzi kuat dikaitkan dengan Nerazzurri meski juga muncul minat dari Paris Saint-Germain untuk bintang Napoli tersebut.

"Kami akan melayang di lini depan dengan Palacio dan Lavezzi," tegas Il Principe pada Corriere dello Sport.

"Dengan kedatangan dua pemain itu, kami tentu akan memangkas jarak antara kami dengan Juventus. Kami pun akan kembali kompetitif di Liga Europa."

"Palacio adalah penyerang hebat yang bisa bermain sebagai penyerang tunggal atau second striker. Ia punya kualitas, bisa menggiring bola melewati lawan dan ia tahu bagaimana mencetak gol," puji Milito.

"Ia akan tampil bagus untuk kami dan menempatkan diri dengan cepat. Ia sudah tampil apik di Italia, ia juga pernah bermain untuk Boca Juniors dan timnas Argentina. Ia akan menyesuaikan diri dengan skuad karena ia paham sepak bola Italia dan sudah banyak pemain Argentina di sini."

Seperti Bermain di Giuseppe Meazza, Orlandoni Senang Pensiun di Indonesia

Minggu, 27 Mei 2012

LGI - Penampilan kiper veteran Internazionael Paolo Orlandoni bersama dengan  I Nerazzurri saat melawan Indonesia Selection di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (26/5) malam merupakan yang terakhir kalinya. Penjaga gawang kelahiran Bolzano, Italia, 12 Agustus 1972 itu menyatakan akan pensiun dari lapangan hijau.

Meskipun hanya laga eksibisi, namun tampil di hadapan puluhan ribu interisti, pendukung Inter di Indonesia merupakan sebuah penghormatan yang spesial di ujung karirnya. Musim depan, pemain berkebangsaan Italia itu tak lagi berkostum biru hitam setelah menyatakan berhenti.

Kiper ketiga Inter berusia 39 tahun itu akhirnya digantikan di babak kedua oleh Luca Castelazzi. Meski hanya 45 menit merasakan bermain di atas rumput SUGBK, Orlandoni sudah terkesan dengan penyambutan puluhan ribu Interisti yang memadati stadion dan tak lelah bernyanyi sepanjang 90 menit laga.

"Tifosi di sini sungguh luar biasa. Saya seperti merasa bermain di Giuseppe Meazza saya sangat senang dengan kedatangan ke Indonesia saat ini," tukas Orlandoni di mixed zone usai laga.

"Saya tidak pernah membayangkan akan memainkan pertandingan terakhir saya untuk Inter di Jakarta. Ini indah. Terima kasih Inter dan terima kasih Indonesia," kata Orlandini kepada  Inter Channel usai menjalani laga.

Dalam laga yang berakhir 4-2, gawang Orlandoni kebobolan lewat aksi Patrich Wanggai. Tendangan Wanggai yang mengarahkan bola di sudut kanan gawang tak mampu dihalaunya.

Bagi Orlandoni, tampil di Gelora Bung Karno adalah sesuatu yang luar biasa. Apalagi kata dia, sambutan pecinta Inter sangat antusias.  "Semua penggemar benar-benar istimewa, begitu banyak. Dan mereka benar-benar antusias," Ujar Orlandoni.

"Indonesia mencintai para pemain Inter dan saya senang dengan itu," tutup Orlandoni yang berencana menjadi pelatih kiper di Nerazzurri usai pensiun nanti.

"Cinta Interisti Indonesia Luar Biasa"

LGI, JAKARTA - Antusiasme dan Fanatisme serta atmosfer dukungan yang ditunjukkan Interisti dalam menyambut skuad Nerazzurri di Indonesia diapresiasi oleh para pemain Inter, termasuk pelatih Andrea Stramaccioni.

Bagi Stramaccioni, hal yang paling tidak dilupakan La Beneamata dalam kunjungan mereka ke Jakarta sejak 23 Mei lalu adalah cinta yang ditunjukkan Interisti kepada timnya.

"Saya melihat cinta fans Inter di Indonesia sangat besar. Ini mengejutkan bagi kami, pengalaman yang akan selalu kami kenang," ujar Stramaccioni dalalm konferensi pers usai pertandingan Inter melawan Indonesia Selection, Sabtu (26/5/2012) malam WIB.

"Indah sekali bermain di stadion malam ini, kami tidak menyangka akan sikap fans yang tetap mendukung kedua tim saling bergantian. Fans malam ini luar biasa," paparnya.

Dalam dua kali laga Uji coba, Nerazzurri sukses menundukkan Indonesia Lega Selection 3-0, dan Indonesia Selection dengan skor 4-2.

Video Interisti di GBK :
http://www.youtube.com/watch?v=l0mRrmRrhok

GRANDE INTERISTI....
FORZA INTERNAZIONALE....

Keliling GBK, Zanetti Salam Perpisahan dengan Interisti


LGI - Usai menjalani laga Sabtu (26/5/2012) malam dalam rangkaian tour Internazionale di Indonesia, il Capitano  Nerazzurri, Javier Zanetti beraksi secara spontanitas dengan mengelilingi lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Seperti ingin berterima kasih kepada ribuan Interisti yang hadir memadati Stadion SUGBK, Zanetti sambil bertepuk tangan ke arah penonton, yang juga langsung dibalas oleh standing ovation dari fans Inter di seluruh penjuru stadion

Aksi mengelilingi lapangan Zanetti untuk menyapa Interisti di segala penjuru Stadion GBK tentu saja menyita perhatian. Bahkan, para petugas penjaga harus kerepotan mengawal Zanetti yang terus berlari sambil diikuti fotografer yang tak mau kehilangan momen luar biasa tersebut.

Zanetti memang mengaku, saat dia tiba di Jakarta Rabu lalu, dia terkesan dengan sambutan Interisti yang luar biasa. Dari dua pertandingan yang digelar pun, pemain berkebangsaan Argentina ini tampak memberikan penghormatan kepada Interisti dengan bersikap ramah, baik untuk mereka yang meminta foto atau tanda tangan.

Kemenangan 4-2 La Beneamata atas Indonesia Selection menjadi akhir dari rangkaian tur Inter di Indonesia. Dalam pertandingan yang menghibur karena menghasilkan enam gol itu, Zanetti menyampaikan salam perpisahannya dengan Interisti di Indonesia melalui aksinya mengelilingi lapangan, memberikan penghormatan kepada mereka yang terus menerus menyanyikan yel-yel Inter sepanjang laga.

Pada laga Sabtu (26/5/2012) malam, Nerazzurri sukses menundukkan Indonesia Selection dengan skor 4-2. Phillippe Coutinho dan Giampaolo Pazzini masing-masing menyumbang dua gol untuk Inter, sedangkan gol Indonesia dicetak Patrich Wanggai dan Josua Pahabol.

Paolillo: Nerazzurri Akan Datang Lagi ke Indonesia

LGI - Besarnya antusiasme yang ditunjukkan pecinta sepak bola di Tanah Air saat menyambut kehadiran Internazionale, membuat CEO Inter, Ernesto Paolillo terkesan.

Menurut dia, bukan tidak mungkin Nerazzurri akan kembali ke Indonesia di masa yang akan datang.
Ditemui usai pertandingan antara Inter vs Indonesia Selection di Gelora Bung Karno, Sabtu (26/5/2012), Paolillo tak bisa menutupi rasa senangnya. Sambil tersenyum lebar ia memuji fanatisme suporter Tanah Air.

"Indonesia luar biasa dan punya tifosi yang hebat. Soal rencana membawa Inter datang lagi ke Indonesia, saya rasa itu mungkin terjadi di tahun-tahun yang akan datang, tapi yang jelas tidak akan terjadi tahun depan," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Paolillo juga memuji penampilan Indonesia Selection yang dianggapnya sukses merepotkan Inter.

"Anda punya tim yang bagus, luar biasa," ujarnya singkat dan langsung diamini Bedy Moratti, adik kandung Presiden Massimo Moratti yang berdiri di sebelahnya

Moratti: Terima Kasih Indonesia

LGI - Perasaan bahagia mengiringi ucapan terima kasih Massimo Moratti untuk Indonesia. Presiden Internazionale itu ingin mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat Indonesia, khususnya Interisti, selama Inter berada di Indonesia dalam rangka Inter Indonesia Tour 2012.

"Saya ingin berterima kasih kepada suporter Indonesia dan semua rakyat Indonesia karena kehangatan, kegembiraan, dan semangat yang kami rasakan," kata Moratti lewat situs resmi Inter.

Inter menjalani dua pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pada laga lawan Liga Selection, Kamis (24/5/2012), Inter menang 3-0. Adapun pada pertandingan lawan Indonesia Selection, Javier Zanetti dkk menang 4-2.

"Saya merasa tergerak dan bahagia, bahkan ini membuat saya lebih bersemangat untuk bekerja buat para suporter yang luar biasa ini. Saya juga berpikir bagaimana nanti membangun kebersamaan dalam emosi dan kemenangan Inter yang akan segera dinikmati lagi. Indonesia, saya akan selalu berterima kasih, dan mengenang sensasi fantastis ini selamanya," tambahnya.

"Indonesia, saya akan selalu berterima kasih kepada anda semua dan menyimpan perasaan yang indah ini selamanya." pungkasnya.

Laga Perpisahan Emosional Bagi Cordoba dan Orlandoni di Indonesia

LGI - Ivan Cordoba dan Paolo Orlandoni menjalani laga perpisahan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, saat Inter meladeni Timnas Indonesia Selection Sabtu (26-05-2012) kemarin. Cordoba dan Orlandoni mengaku sangat senang menjalani laga perpisahan dengan Inter secara emosional kala melawan Timnas Garuda Selection. Keduanya memang akan gantung sepatu di musim depan.

Ivan Cordoba telah 13 tahun membela Inter, terhitung sejak tampil bagi Inter di musim 1999/2000. Salah satu pemain senior skuad Nerazzurri ini memutuskan pensiun usai musim 2011/2012 dalam usia 35 tahun, dan menjalani laga terakhirnya bersama Inter dalam Inter Tour 2012 di Indonesia.

“Perasaan yang saya rasakan sekarang campur aduk. Saya berharap skuad ini bisa bekerja dengan baik dan meraih hal-hal hebat demi para fans. Saya berterimakasih kembali pada Inter dan juga pada Indonesia, yang sangat menyayangi kami,” tutur Cordoba seperti dilansir dari Football-Italia, Minggu (27/5/2012).

“Saya siap membantu Inter jika Inter inginkan saya di masa depan, seperti yang saya lakukan selama karir saya bermain. Jika kesempatan itu muncul, maka aku akan memberikan kontribusi saya,” paparnya.

Cordoba tidak sendirian, karena dirinya ditemani Paolo Orlandoni yang juga ikut pensiun mengingat usianya yang sudah mencapai 39 tahun. Orlandoni yang notabene merupakan kiper ketiga Inter setelah Luca Castelazzi dan Julio Cesar ini mengaku kagum dengan antusiasme Interisti di Indonesia.

“Meskipun ini laga persahabatan, tetapi ini sangat emosional. Rasanya luar biasa bermain di sini di depan para fans sejati yang sangat spesial ini. Antusiasme mereka sangat luar biasa dan saya tidak pernah membayangkan akan memainkan partai terakhir bersama Nerazzurri di Jakarta. Terima kasih Inter. Terima kasih Indonesia,” ujar Orlandoni.

Inter Ke Indonesia, ICI Ganti Nama



LGI - Kedatangan Internazionale ke Indonesia dalam rangka Inter Indonesia Tour 2012, ternyata tak hanya sekadar menggelar laga persahabatan . Klub Raksasa Serie A itu juga ikut meresmikan pergantian nama kelompok suporter Inter di Indonesia, Inter Club Indonesia (ICI).

Terhitung mulai tanggal 23 Mei 2012, ICI resmi berganti nama menjadi ICI Moratti. Peresmian dilakukan staff dan para pemain Inter saat acara meet and greet pada 23 Mei lalu di Hotel Mulia Jakarta.

"Lewat rapat pengurus pusat, ICI telah resmi berganti nama menjadi Inter Club Indonesia Moratti (ICI Moratti). Ini untuk menghormati Presiden Inter Milan, Massimo Moratti. Moratti yang menjadi Presiden saat ini dianggap telah sukses membawa kejayaan Inter," ujar Johan Satrya selaku Humas ICI Moratti.

"Peresmian ICI Moratti dihadiri oleh CEO Inter, Ernesto Paolilo dan juga Presiden Inter Club, Bedy Moratti, serta pelatih Andrea Stramaccioni. Beberapa pemain juga hadir yakni Walter Samuel, Esteban Cambiasso, dan beberapa pemain Primavera," lanjutnya.

Menurut Johan, penambahan nama di belakang ICI karena setiap Inter Club di berbagai negara memiliki nama belakang. Ada yang menggunakan ICI Zanetti, ICI Facchetti, dan lain-lain. Setelah melalui rapat pengurus, nama ICI Moratti yang digunakan.

"Dengan resminya pergantian nama ini, berbagai akses bisa diperoleh anggota ICI Moratti. Di antaranya, merchandise resmi, member kit, dan logo," kata Johan.

ICI Moratti saat ini sudah memiliki 63 regional di berbagai daerah di Indonesia, dari mulai Aceh hingga Jayapura. Para anggota ICI Moratti selalu memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno pada laga Inter melawan Liga Selection (24 Mei) dan Timnas Indonesia (26 Mei). Mereka memenuhi curva nord atau sektor utara GBK dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Zanetti Pensiun di Inter dan Akan Tinggal di Italia

LGI - Javier Zanetti pemain asal Argentina yang telah memasuki usai 38 tahun ,akan terus bermain bola di klub yang telah membesarkan namanya, Internazionale. Il Capitano Internazionale itu mengaku akan tetap tinggal di Italia bersama anak dan istrinya jika nanti pensiun dari sepak bola profesional.

"Saya dan keluarga akan tetap tinggal di Italia. Yang jelas, saya belum akan pensiun dalam waktu dekat," ujar Zanetti seusai laga.

Meski Usia pemain bernomor punggung 4 ini lebih tua dari pelatihnya Andrea Stramaccioni akan tetap bermain dengan taktis dan energik, permainannya sulit ditembus oleh pemain Indonesia yang juga jauh lebih muda.

Javier Zanetti sepanjang pertandingan terus dielu-elukan oleh Interisti di Indonesia. Bahkan setelah setelah pertandingan pemain yang dijuluki Il Tractor itu langsung berkeliling pinggir lapangan sambil memberikan standing ovation kepada seluruh suporter yang hadir di Stadion Gelora Bung Karno.

"Hasil dan suporter Indonesia adalah sebuah kejutan yang menyenangkan," katanya dengan senyum khasnya.

Dengan meraih kejutan yang menyenangkan ini maka keinginan Zanetti selama di Indonesia tercapai. Betapa tidak, saat tiba di Indonesia Zanetti langsung ini mencari hal yang menyenangkan setelah satu musim kurang memuaskan di Inter.

Zanetti juga mengapresiasi rekannya yang di pertandingan ini melakoni laga terakhirnya bersama Inter, Ivan Cordoba. Sebagai bentuk penghormatan bagi Cordoba pada pertandingan ini, Zanetti pun tak keberatan memberikan Ban kapten yang selama bertahun-tahun dipegangnya.

"Cordoba adalah pemain yang sangat penting. Dia sudah lama bergabung dengan Inter dan akan tetap dekat dengan Inter," kata sang legenda hidup Inter Ini.

Musim Depan Coutinho Akan Buktikan Kualitasnya

LGI - Penampilan Menawan berhasil diperlihatkan oleh Gelandang asal Brasil Philipe Coutinho dengan mencetak dua gol saat Internazionale mengalahkan Indonesia Selection 4-2 di Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (26/5).

Dua gol yang diciptakannya itu seakan menjadi salah satu pembuktian bagi pemuda berusia 19 tahun ini. maklum, Coutinho sempat dipinjamkan ke Espanyol pada pertengahan musim lalu sebelum kembali bergabung dengan Inter setelah musim lalu berakhir karena minimnya kesempatan bermain di skuad utama Nerazzurri.

"Saya sangat senang bisa mencetak dua gol malam ini. Saya juga berterima kasih untuk pendukung di sini yang telah memberi semangat besar. Terima kasih," kata pemain bertinggi badan 172 cm ini.

Mengingat usianya yang masih sangat muda, bukan tidak mungkin Coutinho akan kembali dipinjamkan ke klub lain musim depan. Namun ia tak mau memikirkan hal itu. Yang terpenting adalah fokus untuk memberi yang terbaik sebagai ajang pembuktian kualitasnya.

"Saya berharap bisa menampilkan penampilan yang yang bagus dan maksimal bersama Inter musim depan," tambahnya singkat.

Melihat penampilannya saat berlaga di indonesia jelas merupakan sinyal buat Inter untuk bisa memaksimalkan dan mengembangkan bakat yang dimiliki pemain ini dengan memberikannya kesempatan bermain yang lebih banyak.

Cordoba: Terima Kasih Untuk Inter dan Indonesia

LGI - Pemain Internazionale Asal Kolombia, Ivan Ramiro Cordoba rupanya sangat gembira bisa mengakhiri karirnya bersama Internazionale dengan bermain di Indonesia. Pemain berusia 35 tahun tersebut mengakhiri kebersamaannya bersama Inter setelah mengabdi selama 13 tahun.

Cordoba yang akan kembali ke kampung halamannya ini pun merasa sangat senang. Sambutan yang luar biasa dari Interisti Indonesia menjadi alasannya. "Menakjubkan, benar-benar hebat, seperti di rumah sendiri," ujar Ivan Cordoba seperti dilansir Inter.it.

"Ada begitu banyak emosi yang berkecamuk dalam benakku, dan saya merasa sulit untuk mengungkapkannya. Mari berharap yang terbaik terhadap skuad ini sehingga mereka bisa melakukan hal yang besar." " tambah Cordoba.

Cordoba pun tak lupa berterima kasih kepada Inter yang telah memberikan segalanya, tak lupa dirinya juga memberikan apresiasi tersendiri kepada Indonesia yang membuatnya mengakhiri karir sebagai pesepakbola profesional dengan cukup manis.

"Sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Inter, dan terima kasih kepada Indonesia juga, yang telah memberikan sambutan luar biasa," ungkapnya.

Ditanya mengenai rencana selanjutnya bersama Inter, Cordoba mengaku siap memberikan segalanya kepada La Beneamata. "Sama seperti ketika menjadi pemain, saya siap mendedikasikan diri saya sepenuhnya untuk klub. Jika mereka memang memberikan kesempatan, saya akan memberikan kontribusi saya," tandasnya.

Coutinho Puji Milito Setelah Mencetak Dua Gol

LGI - Pemain Internazionale asal Brasil, Philipe Coutinho bermain baik saat dirinya mencetak dua gol ke gawang Timnas Indonesia mengaku senang dengan performa Internazionale, terutama pada penyerang asal Argentina Diego Milito.

Coutinho yang musim lalu dipinjam oleh Espanyol kini kembali menjadi pemain Internazionale yang potensial. Meski baru kembali bergabung, namun pemain yang mempunyai ciri khas rambut kriting tersebut ternyata mampu beradaptasi dengan gaya permainan Andrea Stramaccioni.

"Ini pertandingan yang panas, namun kami bisa bermain dengan baik," ujar Coutinho di jeda babak pertama pertandingan yang berakhir dengan skor 4-2 untuk Inter ini.

Meski begitu, Coutinho lantas tak besar kepala, dia enggan menyebut dirinya bermain baik. Pemain berusia 19 tahun tersebut memilih untuk memuji performa para pemain Inter, khususnya tandemnya di lini depan Diego Milito.

"Apakah saya bermain baik? Seluruh tim berhasil mampu menampilkan performa yang hebat. Diego memberi saya umpan yang sangat sempurna," tandas Coutinho.

(((lagrandeinternazionale.blogspot.com)))

Dukungan Interisti Indonesia Buat Stramaccioni Terkesan

LGI - Kunjungan Internazionale ke Indonesia telah selesai. kedatangan Inter ini membuat pelatih Andrea Stramaccioni terkesan dan kagum terhadap antusiasme dan dukungan Interisti di Indonesia.

"Saya percaya dukungan fans sepak bola dapat membantu tim atau negara dalam berbagai hal. Saya berharap sepak bola Indonesia bisa maju terus dan bisa menjadi olahraga penting seperti di negara-negara lainnya," ujar Stramaccioni.

"Tak ada cara yang lebih baik untuk mengakhiri musim ini dengan dukungan yang hebat bagi tim ini ambisi untuk membawa mereka kembali ke tempat dimana mereka seharusnya berada." lanjutnya.

Stramaccioni mengaku terkesima dengan banyaknya fans Inter yang memadati dan mendukung mereka di Stadion Utama Gelora Bung Karno selama pertandingan berlangsung. Ia menganggapnya sebagai sebuah pertanda baik demi perjalanan Inter musim depan.

"Sungguh merupakan malam yang menakjubkan. Saya sangat terpenuhi dengan ambisi untuk melakukan hal ini dan bagi para pendukung kami terutama di Indonesia. Mereka layak mendapatkannya."" ujar eks pelatih primavera Inter.

Selama menjalani dua pertandingan melawan timnas Indonesia, Stramaccioni merasa puas dengan performa para pemainnya. "Sekarang kami semua ingin kembali bermain baik dan saya telah memikirkan masa depan. Kami telah melihat Inter yang menunjukkan permainan yang bagus untuk dinikmati dan kami menikmati pertandingan kami terutama di babak pertama." tutur Strama.

"Apakah yang ingin saya katakan kepada presiden Moratti setelah ini? Presiden, tetaplah cintai kami seperti biasanya. Lihat saja ke sekeliling untuk mengetahui betapa banyaknya orang-orang yang mencintai tim Inter." pungkasnya.

(((lagrandeinternazionale.blogspot.com)))

Zanetti : Saya Ingin Datang Kembali Ke Indonesia

Sabtu, 26 Mei 2012

LGI, Jakarta - Antusiasme dan sambutan yang meriah ribuan fans Internazionale di Jakarta sudah membuat Javier Zanetti terkesan. Kapten La Beneamata itu pun kagum dengan atmosfir Interisti di Indonesia dan mengaku ingin kembali mengunjungi Indonesia di masa mendatang.

Zanetti bersama rekan-rekannya menyudahi agenda tour empat harinya di Jakarta saat melawan Indonesia Selection di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (26/5/2012) malam WIB dan akan kembali ke Italia Esok harinya.

Di laga tersebut Zanetti dkk. menyudahi perlawanan pantang menyerah dari Timnas Indonesia Selection dengan skor 4-2. Ini adalah kemenangan kedua mereka setelah dua hari lalu mengalahkan Indonesia Liga Selection dengan skor 3-0.

Selama berada di Jakarta Inter mendapat sambutan istimewa dari para fans setianya. Banyak Interisti yang menunggu di hotel tempat mereka menginap hanya untuk bertemu idolanya dan meminta tanda tangan serta berfoto bersama. Di stadion sambutan lebih meriah lagi dan GBK pun disulap menjadi seperti Giuseppe Meazza.

Tak henti-hentinya gemuruh puluhan ribu Interisti yang bernyanyi dan meneriakkan nama-nama pemain dan disambut langsung dengan tepuk tangan dari Zanetti, Giampaolo Pazzini, Esteban Cambiasso, Diego Milito dan yang lainnya.

Atmosfer seperti inilah yang ternyata sudah membuat Zanetti senang dan terpesona. Ia pun mengatakan ingin kembali lagi menyambangi Indonesia.

"Atmosfer di stadion ini sungguh luar biasa. Pertandingan-pertandingan di sini bagus sekali. Para penonton luar biasa," tutur Zanetti di area mixed zone.

"Soal apakah Inter akan bermain lagi di Indonesia, itu urusan klub. Tapi yang pasti kalau diperbolehkan, saya ingin kembali lagi datang ke sini," pungkas il capitano Inter.


GRANDE IL CAPITANO JAVIER ZANETTI... INTER TI AMO...

((by:lagrandeinternazionale.blogspot.com))

Inter Kembali Kalahkan Indonesia

Review : Indonesia Selection vs Internazionale 2-4

LGI JAKARTA - Pertandingan persahabatan kedua antara Timnas Indonesia Selection vs Internazionale yang di gelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Sabtu 26-05-2012, kembali dimenangkan oleh Inter dengan skor 4-2.

Jalannya pertandingan ini cukup menegangkan dan menghibur, kedua tim sama-sama mencoba untuk menampilkan permainan yang menarik. Inter yang turun dengan beberapa pemain yang menjadi skuad inti di musim lalu seperti Javier Zanetti dan Diego Milito berusaha menekan Timnas Indonesia sejak kick off pertama dibunyikan.

Di awal pertandingan, Indonesia Selecition sebenarnya tampil percaya diri dan mencoba mengebrak Inter. Usaha Indonesia cukup bagus. Namun, berangsur Inter kemudian mulai menguasai pertandingan.

Begitu mendapat kesempatan, tekanan Inter membuat Indonesia kesulitan. Pada menit ke-5, Jonathan mencoba menusuk sisi kiri pertahanan Indonesia, akselerasinya berhasil membuat pemain belakang kerepotan dan mengirim umpan pada Douglas Maicon. Ia menendang bola ke gawang, tapi diblok pemain Indonesia, lalu Sepakan keras dari Coutinho mampu menjebol gawang Markus Horizon.

Tak beberapa lama kemudian, Indonesia nyaris kebobolan. Sebuah serangan balik Inter diakhiri tendangan Samuele Longo. Bola sudah melewati Horizon dan tinggal beberapa centimeter masuk ke gawnag, tapi keburu dihalau Abdul Rahman.

Inter makin percaya diri dan permainan pun menjadi seru.Sebuah serangan Indonesia yang diawali Oktovianus Maniani berhasil mengirim bola ke depan gawang Inter. Ferdinand Sinaga yang dituju, gagal meraih bola yang dibuang Cambiasso. Namun, bola mengarah ke Patrich Wanggai yang dengan cepat menendangnya ke gawang Inter, menaklukkan kiper Palo Orlandoni dan gol, 1-1.



Pertarungan kemudian menjadi ketat. Kedua tim saling melakukan serangan. Namun, peluang Inter lebih banyak. Bahkan, pada menit ke-24 Samuele Longo tinggal berhadapan dengan Markus Horison saat menerima umpan silang Diego Milito. Namun, tendangannya kurang sempurna dan bola lepas, kemudian dikuasai Harry Saputra.

Empat menit kemudian, Angelo Palombo sukses mengarahkan bola tendangan bebas ke gawang Indonesia, tapi masih bisa diblok Horison. Namun, semenit kemudian kembali terjadi kemelut di gawang Indonesia. Beruntung, tendangan Walter Samuel justru mengenai tangan Coutinho.

Di 15 menit terakhir babak pertama, Inter terus menekan Indonesia. Namun, mereka hanya mampu mencetak peluang demi peluang, tanpa mampu menambah gol. Barulah di menit ke-42, Coutinho kembali membobol gawang Indonesia.

Gol ini diawali aksi Jonathan. Ia kemudian memberikan bola kepada Milito. Tanpa kontrol, Milito memberikan bola kepada Coutinho dan langsung menendangnya ke gawang dan gol, sekaligus membuat babak pertama berakhir 2-1 untuk Inter.

Di babak kedua tempo pertandingan tak berubah, baik Indonesia maupun Inter tampil langsung menyerang pertahanan lawannya. Indonesia mencuri peluang lebih dulu. Irfan Bachdim lolos dari kawalan saat memburu umpan terobosan. Dia kemudian memberikan umpan manis ke depan gawang, tapi Maniani gagal menyundul bola.

Sempat terjadi insiden pada menit ke-58, kala Diego Michiels berkontak tubuh dengan Ivan Cordoba. Cordoba tampak emosi dan mengayunkan tangan hingga hidung Michiels berdarah.

Begitu pertandingan dimulai, Inter langsung menyerang. Sebuah umpan terobosan Cambiasso mampu disontek Giampaolo Pazzini dan gol. Inter pun unggul 3-1.

Tenaga Indonesia rupanya sedikit berkurang, tak ada lagi akselerasi-akselerasi yang dilakukan oleh para pemain Indonesia yang terkenal dengan kecepatannya. Indonesia lalu membuat banyak perubahan, termasuk memasukkan pemain gaek Kurniawan Dwi Yulianto. Patrich Wanggai juga ditarik untuk diganti Titus Bonai. Namun, Indonesia tetap lebih sering tertekan.

Bahkan, pada menit ke-74, Indonesia kembali kebobolan. Kali ini, Pazzini yang mencetak gol, setelah menerobos pertahanan Indonesia dan bekerja sama dengan Milito.

Pada menit ke-85, Titus Bonai melakukan aksi menawan. Dia melewati empat pemain Inter dan mampu membuka peluang. Namun, tendangannya masih melambung, meski ada ruang tembak cukup besar.



Para pemain Indonesia tampaknya kembali bersemangat, pasalnya dukungan kini mulai diberikan oleh suporter yang memadati GBK. Nyanyian-nyanyian penyemangat melecut gairah skuad Garuda untuk mengejar ketinggalan meski waktu semakin menipis.

Sebuah peluang kembali tercipta bagi Indonesia melalui liukan yang dilakukan oleh Kurniawan Dwi Yulianto, namun tendangan Kurus masih mampu di tepis oleh Castelazzi.

Di menit-menit akhir pertandingan, Indonesia mulai melancarkan beberapa serangan berbahaya. Pada masa injury time, terobosan Valentino membuat pertahanan Inter. Ia kemudian memberikan umpan silang kepada Yoshua Pahabol. Dengan mudah, Pahabol memotong bola dan gol. Meski begitu, Indonesia akhirnya harus menerima kekalahan 2-4.

Sebuah pertandingan yang sangat menarik, pengalaman yang berharga bagi para pemain Indonesia dan juga pengalaman yang menakjubkan bagi Internazionale dalam kunjungannya di Indonesia.

Hal itu terlihat dari penghormatan Javier Zanetti kepada Interisti Indonesia dengan mengelilingi Stadion Gelora Bung Karno. Grazie La Beneamata.

Susunan Pemain
Indonesia Selection:
12-Markus Horison (22-Syamsidar 77), 4-Diego Michiels, 14-Abdul Rahman, 17-Harry Saputra (18-Valentino 82), 21-Hengky Ardiles (15-M Bachtiar 72), 8-Ellie Aiboy (10-Kurniawan Dwi Julianto 53), 11-Bima Sakti (c), 13-Lucky Wahyu (7-Busari 42), 23-Oktovianus Maniani (6-Satrio Syam 78), 3-Ferdinand Sinaga (9-Irfan Bachdim 30), 5-Patrich Wanggai (25-Titus Bonai 56)

Cadangan: 22-Syamsidar, 1-M Ridwan, 6-Satrio Syam, 7-Busari, 9-Irfan Bachdim, 10-Kurniawan Dwi Julianto, 15-M Bachtiar, 18-Valentino, 25-Titus Bonai.
Pelatih: Nil Maizar

Inter Milan: 21-Paolo Orlandoni (12-Luca Castellazzi 45), 2-Ivan Cordoba, 4-Javier Zanetti (48-Lorenzo Crisetig 90), 13-Maicon, 25-Walter Samuel (24-Paolo Hernan Dellafiore 59), 42-Jonathan (34-Cristiano Biraghi 69), 17-Angelo Palombo (18-Andrea Poli 45), 19-Esteban Cambiasso, 29-Coutinho, 22-Diego Milito, 81-Samuele Longo (7-Giampaolo Pazzini 45)

Cadangan: 91-Raffaele Di Gennaro, 12-Luca Castellazzi, 7-Giampaolo Pazzini, 18-Andrea Poli, 24-Paolo Hernan Dellafiore, 34-Cristiano Biraghi, 48-Lorenzo Crisetig, 53-Luca Tremolada, 96-Giovanni Terrani.
Pelatih: Andrea Stramaccioni.

((by: lagrandeinternazionale.blogspot.com))

Inter Masih Kompetitif


LGI - Internazionale adalah salah satu tim Besar tersukses di dunia asal Italia setelah berhasil menyabet treble winner pada tahun 2010 silam.
Namun sepeninggal pelatih bertangan dingin asal Portugal Jose Mourinho yang telah menyumbangkan 6 gelar (2 Scudetto, 1 Piala Super Itali, 2 Piala Itali, dan 1 Liga Champion), Inter mulai terseok-seok.

Gonta-ganti pelatih dalam kurung waktu 2 tahun menjadi hal yang biasa bagi Inter, ketidakkonsistenan permainan Inter menjadi salah satu penyebabnya.

Dari masa Kepelatihan Rafael Benitez pada musim 2010-2011 yang hanya bertahan selama 6 bulan, Leonardo Araujo setelahnya yang meneruskan sampai akhir musim dan finish di urutan 2 di bawah rival sekota mereka AC Milan.

Musim berikutnya, Gianpiero Gasperini menukangi Inter namun hanya bertahan 5 pertandingan karena performa Inter yang Buruk setelah Inter hanya meraih 1 kali seri dan 4 kekalahan.

Harapan sempat muncul ketika Claudio Ranieri mengambil alih kursi panas kepelatihan Inter. Namun, lagi-lagi hasil kurang memuaskan membuat mantan pelatih Chelsea itu harus rela dipecat oleh presiden Inter Massimo Moratti.

Dan kini dengan penunjukan pelatih muda Andrea Stramaccioni di akhir musim 2011/2012 Inter hanya finish di posisi 6 dan harus puas hanya bermain di Liga Eropa UEFA.

Ditengah kesibukan untuk memperbaiki skuad, Internazionale menyempatkan diri untuk tur ke Indonesia dan menjajal kekuatan Liga Indonesian Selection dan Timnas Indonesia Selection.


Berikut percakapan salah satu reporter portal berita olahraga dengan Paolillo saat dia santai di kolam renang Hotel Mulia, Sabtu (26/5).

Hallo, Mr. Paolillo apa kabar ?

Baik.

Mr. Paolillo bagaimana peluang Inter untuk bersaing memperebutkan Scudetto?

Musim kemarin kami menjalani musim yang kurang baik tapi kami yakin kami dapat memperbaikinya di musim depan.

Berapa besar peluang Inter bisa merebut Scudetto?

Kita tidak bisa mengatakan dalam persentase, namun saya yakin Inter adalah tim yang kompetitif untuk memperebutkan Scudetto.

Bagaimana dengan transfer pemain?

Yang jelas Inter tertarik dengan beberapa pemain.

Siapa pemain itu? Carlos Tevez? Dan bagaimana dengan Edin Dzeko?

Kami tidak bisa memberikan nama itu sekarang.

Bagaimana dengan Stramaccioni akan ada kontrak untuknya?

Kita lihat saja nanti, tapi saya yakin dia pelatih yang bagus.

Mr. Paolillo bagaimana peluang Italia di Euro?

Meskipun tergabung di grup yang berat saya rasa Italia akan mampu menghadapinya.

Bagaimana pendapatmu tentang pemain Indonesia bernomor punggung 10 yaitu Andik Vermansyah?

Saya tidak begitu mengetahui tapi dari pertandingan kemarin saya melihat dia mempunyai skill yang bagus.

Bagaimana anda melihat suporter Indonesia?

Fantastis.

Lalu bagaimana dengan para pemain muda Inter? Akan diikutsertakan dalam musim depan?

Ada beberapa yang kami promosikan ke tim senior.

((copas Bola.net edit by d.i))

Sneijder Masih Pilar Penting Inter

LGI - Masa depan pemain Internazionale Wesley Sneijder masih tetap berada di Giuseppe Meazza. Pemain asal Belanda tersbut sebelumnya sudah santer diberitakan akan hengkang dari Nerazzurri. Namun Presiden Inter, Massimo Moratti menegaskan jika Sneijder masih menjadi bagian penting dari proyek baru klub di masa mendatang.

"Kami melihat Sneijder sebagai pemain yang bisa punya peran kunci pada masa depan Inter, jadi tak ada masalah di sini," tutur Moratti.

"Inter harus terus mencoba memanfaatkan betul pemain yang kami miliki - mereka yang mau mengemban tugas, sembari melihat pemain lain yang cocok dengan ide pelatih serta yang terpenting cukup bagus untuk bermain di Inter."  lanjutnya.

Satu kepastian sudah dibuat Moratti untuk musim depan yakni penunjukan Andrea Stramaccioni sebagai allenatore Inter, mematenkan status yang sebelumnya hanya pengganti sementara dari pelatih sebelumnya Claudio Ranieri yang didepak di bulan Maret lalu karena gagal mengangkat performa Inter.

"Itu keputusan yang saya ambil karena saya mempertimbangkan dia sebagai pria yang sangat cerdas dan butuh penyegaran untuk memberikan sedikit percikan semangat," sambung Moratti.

"Itulah sebabnya mengapa saya mengambil keputusan yang sedikit gila tapi sebenarnya malah memberi inspirasi." pungkasnya. ((d.i))

Efek Kelelahan, Inter Latihan di Kolam Renang

LGI - Rencana Sesi latihan Inter pada Hari Jumat (25/5) sore di Stadion Utama Gelora Bung Karno dibatalkan, karena begitu padatnya jadwal di Jakarta, namun Internazionale tetap melakukan latihan tetapi dengan cara yang berbeda.

I Nerazzurri melakukan sesi latihan ringan di kolam renang yang bertempat di swimming poll Hotel Mulia, dipimpin pelatih fisik Inter Stefano Rapetti. Latihan di area kolam renang ini bertujuan Demi menjaga stamina jelang laga terakhir kontra Indonesia U-23, Sabtu (26/5).

"Kami mohon maaf pada para penggemar dan rekan media, karena sesi latihan sore ini di Stadion Gelora Utama Bung Karno dibatalkan," kata Leo Picchi selaku Head Media Officer FC Internazionale. "Para pemain keletihan karena banyak agenda yang dijalani dalam rentang waktu berdekatan. Kami minta maaf dan mohon pengertiannya."

Pertandingan Terakir Inter akan berlangsung pada hari Sabtu 26 Mei 2012 melawan skuad Timnas Indonesia U-23. setelah selesai melakoni pertandingan tersebut, Inter dijadwalkan kembali ke Italia keesokan harinya.

((d.i))

Javier Zanetti Tampil Di Indonesian Idol 2012

Pecinta Musik di Indonesia dikejutkan oleh kehadiran Kapten tim klub asal Italia Inter Milan, Javier Zanetti. Il Capitano Internazionale itu tampil dan bernyanyi diatas panggung Indonesian Idol 2012 yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi di tanah air.

Pada kesempatan tersebut, kapten Inter berusia 38 tahun asal Argentina ini menyanyikan lagu berbahasa Italia dengan teks lagu lengkap dan diiringi musik. sontak membuat penonton yang hadir pun terhibur oleh penampilan Zanetti.

Meskipun pada awalnya hanya menyanyikan lagu tersebut di kursi tempatnya duduk bersama pemain Inter yang lain yaitu Angelo Palombo. Zanetti pun tidak keberatan ketika diminta untuk menyanyikan lagu berjudul "Piu Bella Cosa" di atas panggung spektakuler.

Bahkan tak mau kalah dengan para kontestan, Javier Zanetti membawakan lagu dengan penuh gaya dan dengan suara layaknya seorang penyanyi.

Grande Il Capitano Nerazzurri..............


(((lagrandeinternazionale.blogspot.com)))

Coutinho dan Jonathan Not For Sell!

LGI - Skuad Internazionale yang sedang berada di Indonesia dalam rangka Inter Tour Indonesia 2012, selain kedatangan mereka untuk melakoni pertandingan persahabatan, juga merupakan kerangka proyeksi tim yang akan disiapkan oleh Andrea Stramaccioni bagi Skuad Inter musim depan.

Sejumlah nama-nama pemain muda ia bawa, dan ia pun melakukan berbagai persiapan dan analisa yang serius. Ada dua nama yang disebut Stramaccioni akan diberi kesempatan lebih banyak menjadi bagian skuad yang akan ia besut di musim 2012-2013 nanti.

Setelah laga kemarin malam kontra Indonesian Selection ia merasa teryakinkan dengan aksi dua pemain asal Brasil yang sempat dipinjamkan musim lalu, Philippe Coutinho dan Jonathan.

"Kami memiliki beberapa pemain muda yang sangat menarik. Sekarang kita harus mencoba dan memahami dari mereka, siapa yang siap untuk tim utama dan mana yang harus mendapatkan pengalaman di tempat lain." kata Stramala.

"Kami akan bekerja di dalamnya dengan tujuan menyegarkan Inter dan menemukan keseimbangan yang tepat sehingga kita dapat membangun untuk sebuah kado besar dan masa depan," lanjutnya di inter.it.

"Klub ini bekerja 24 jam sehari di belakang layar untuk melakukan penawaran yang tepat di bursa transfer. Coutinho dan Jonathan? Saya tidak hanya menarik mereka keluar dari daftar penjualan, karena klub sangat menyadari kemampuan mereka," tutup Andrea Stramaccioni.

(((by:lagrandeinternazionale.blogspot,com)))

Stramaccioni Terpesona dan Berharap Indonesia terus Bergairah

LGI - Allenatore Inter, Andrea Stramaccioni mengakui sangat terpesona dan kagum dengan atmosfer serta antusiasme sepak bola yang ada di indonesia, hal itu ia ungkapkan usai tim asuhannya meladeni Indonesian Selection di Stadion Utama Gelora Bung Karno Sabtu (24-05-2012) kemarin.

"Indonesia negara yang mengagumkan bagi Inter, terlihat dari begitu banyaknya fans yang ada sini dan mendukung kami. Itulah mengapa kami semua ada di sini," kata Stramaccioni.

Menurutnya lagi, gairah para fans di tanah air berhasil membuatnya merinding ketika mendampingi anak asuhnya berada di GBK, selepas laga persahabatan perdana yang berhasil dimenangi oleh Nerazzurri 3-0 itu ia berucap.

"Sangat indah untuk melihat semua orang begitu bergairah tentang olahraga secara umum dan sepakbola khususnya," ucapnya seperti dilansir situs resmi Inter.it.

"Kami bangga berada di sini, memang sudah seharusnya sepak bola selalu dimainkan seperti ini," lanjut mantan pelatih tim primavera La Beneamata ini.

"Kami ingin terima kasih kepada Indonesia untuk semua gairah yang mereka telah tunjukkan. mereka harus terus melakukan sepak bola dengan cara yang sama," pungkas Strama.

(((by:lagrandeinternaionale.blogspot.com)))

Preview: Indonesia vs Internazionale Milano

Jumat, 25 Mei 2012

Ujian Terakhir Buat Timnas Indonesia

LGI - Stadion Utama Gelora Bung Karno hari ini (Sabtu 26 Mei 2012), akan menggelar pertandingan persahabatan antara tuan rumah Indonesia Selection Vs Inter Milan. Jika tidak ada perubahan, sedianya pertandingan ini juga akan disiarkan secara langsung oleh RCTI mulai pukul 19.00 WIB.

Internazionale akan menjalani ujian kedua dalam kunjungannya ke Indonesia, kali ini Timnas Indonesia Selection yang akan menjadi lawan mereka.

Sebelumnya, Inter berhasil menundukkan Indonesian Selection/Liga Selection dengan skor telak 3-0. Kini, Timnas Indonesia Selection bakal menimba ilmu dari para pemain terbaik dunia ini.

Diego Michels bakal kembali unjuk kebolehan di hadapan La Beneamata, pemain naturalisasi tersebut menjadi satu-satunya pemain yang kembali tampil menghadapi Inter

Tak hanya itu, beberapa pemain muda seperti Satrio Syam, Lucky Wahyu, Yoshua Pahabol, Patrich Wanggai, hingga Ferdinand Sinaga bakal ikut mempertontonkan kemampuan terbaik mereka.

Para pemain muda tersebut tak akan sendirian, karena beberapa mantan pemain Timnas Indonesia juga turut tampil di laga ini.

Kurniawan D Julianto, Elli Aiboy, dan Bima Sakti bakal mengawal juniornya untuk tampil percaya diri meski menghadapi tim level dunia, Inter.

Sementara itu, di kubu Inter sendiri kini tengah berada dalam kondisi kelelahan, karena padatnya jadwal yang harus mereka lakoni selama di Indonesia. Bahkan, Inter sempat membatalkan agenda latihan yang telah mereka susun, dan menggantinya dengan latihan ringan di dalam kolam.

Meski begitu, Pelatih Andrea Stramaccioni menyatakan bahwa timnya telah siap untuk tampil di laga kedua ini. Inter akan menampilkan beberapa pemain yang menjadi pemain inti Inter di Musim Lalu.

Permainan menyerang akan tetap ditampilkan untuk menggedor gawang Indonesia yang akan kembali dikawal oleh Markus Haris Maulana. di yakini permainan kedua tim agar sangat menghibur.

Prediksi  Line Up :

Timnas Indonesia:
Markus Haris, Diego Michiels, Abdulrahman, Harry Saputra, Hengki Ardilles, Bima Sakti, Oktovianus Maniani, Ellie Aiboy, Lucky Wahyu, Patrich Wanggai, Ferdinand Sinaga

Internazionale
:
Paolo Orlandoni, Javier Zanetti, Ivan Cordoba, Walter Samuel, Angelo Palombo, Maicon, Esteban Cambiasso, Philippe Coutinho, Jonathan, Diego Milito, Samuel Longo

Review: Indonesia Selection vs Internazionale Milano



Review: Indonesia Selection vs Internazionale Milano
Kalah Kelas dan Kualitas, Timnas dapat Pelajaran Berharga

LGI - Timnas Indonesia Selection Mendapatkan Pelajaran dan pengalaman berharga saat melawan salah satu klub besar Itali, Internazionale di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (24/05/2012). Tiga Gol tanpa balas, mengakhiri perlawanan Andik Vermansyah dan kawan-kawan.

Internazionale berhasil unggul di babak pertama melalui gol yang dicetak oleh Samuele Longo pada menit 37. Gol tersebut berawal dari kesalahan Oktavio Dutra yang salah mengantisipasi umpan lambung ke jantung pertahanan dan berhasil dimaksimalkan Longo.

Pada babak kedua, Inter Milan melakukan beberapa pergantian pemain. Maicon dan Coutinho diharapkan mampu meningkatkan tempo permainan Inter yang lebih banyak menunggu pada babak pertama.

Baru beberapa menit pertandingan babak kedua berjalan, Coutinho sudah mengancam gawang Indonesia dan memaksa Ajisaka melakukan penyelamatan gemilang.

Inter akhirnya berhasil menggandakan kedudukan melalui Giampaolo Pazzini. Gol tersebut berawal dari bola rebound hasil tepisan Ajisaka yang jatuh kembali ke kaki Pazzini dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang yang di kawal Ajisaka.


Indonesian Selection tidak tinggal diam. Sebuah upaya dari Andik yang melakukan akselerasi dari lini tengah masih gagal membuahkan hasil. Begitu pula tendangan Andik dari dalam kotak penalti pada menit 61 juga masih menyamping di samping gawang Inter.

Berbagai upaya Indonesian Selection memperkecil kedudukan belum membuahkan hasil. Justru Inter  kembali unggul melalui sontekan Luca Tremolada pada menit 70 setelah menerima umpan matang dari Esteban Cambiasso.

Inter hampir saja kembali membobol gawang Ajisaka andai tendangan keras Douglas Maicon dari luar kotak penalti tidak membentur mistar gawang. Indonesia terus mencoba memberikan tekanan di sisa pertandingan. Namun skor 3-0 tersebut tetap bertahan dan menutup pertandingan pertama Inter dalam tur ke Indonesia kali ini.

Susunan Pemain

Indonesian Selection : Aji Saka, David Pagbe, Otavio Dutra (c), GM Siregar, Syaiful Indra, Diego Michiels, Kurniawan, Andik Vermansyah, Mario Karlovic, Kwon Jun. Eduard Wilson Junior.

Internazionale Milano : Raffaele Di Gennaro, Ivan Cordoba, Javier Janetti (c), Paolo Hernan Dellafiore, Cristiano Biraghi, Angelo Palombo, Andrea Poli, Lorenzo Crisetig, Samuele Longo, Giovanni Terrani


Highligts Indonesia vs Inter
(((by :lagrandeinternazionale.blogspot.com)))

Timnas Indonesia Selection vs Internazionale Milano

Kamis, 24 Mei 2012



Preview : Indonesia Selection vs Internazionale Milano

LGI - Pelatih Inter, Andrea Stramaccioni, mengaku sudah mempersiapkan strategi untuk menghadapi laga persahabatan melawan Liga Selection dan timnas Selection di Stadion Gelora Bung Karno Sabtu 24 Mei 2012.

Stramaccioni menginstruksikan skuadnya agar tetap mewaspadai para pemain muda Indonesia. Dalam laga ekshibisi nanti, Indonesia akan menurunkan dua skuadnya, yakni Liga Selection, yang terdiri berisi pemain gabungan Indonesian Super League (IPL), baik asing maupun lokal, Kamis (24/5/2012). Setelah itu, giliran timnas Selection yang berhadapan dengan Javier Zanetti dan kawan-kawan pada Sabtu (26/5/2012).

“Kami akan menghadapi dua tim terbaik di Indonesia. Apalagi, nanti dalam tim itu akan diisi oleh pemain-pemain muda yang bagus,” ujar Stramaccioni saat melakukan jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (23/5/2012). Dalam jumpa pers itu hadir juga, kapten tim, Zanetti, CEO Inter, Enersto Paolilo, dan istri Presiden Inter, Milly Moratti.

Meski demikian, Stramaccioni enggan menyebut siapa saja pemain muda Indonesia itu tersebut secara rinci. Menurut mantan pelatih tim Primavera Inter itu, sejumlah pemain muda timnas Garuda sudah dimasukan ke dalam daftar pemain yang akan diwaspadai tim berjuluk “La Beneamata” tersebut.

“Saya lebih suka menyimpan daftar pemain ini sebelum melihat bagaimana permainan mereka secara langsung. Karena dalam hal mencari pemain berbakat, paramater di Italia sangat berbeda. Kami sangat kompetitif dalam urusan ini,” ungkap Stramaccioni.

Inter datang ke Jakarta dengan kekuatan 20 pemain termasuk pemain-pemain bintang seperti Zanetti, Douglas Maicon, Esteban Cambiaso, Diego Milito, Walter Samuel, dan Giampalo Pazzini. Sementara, kubu Indonesia akan diperkuat oleh sejumlah pemain muda, diantaranya Andik Vermansyah (Persebaya), Diego Michiels (Persija), Indra Cahya (Persija), Abdul Rahman (Madiun Putra).

Prediksi Line Up Pemain :

Liga Selection (4-2-3-1) : 27 Ridwan; 11 Indra, 4 Pagbe, 5 Dutra, 24 Diego; 88 Kwon Jun, 26 Sigit; 10 Andik, 17 Rasyid, 29 Karlovic; 22 Wilson.
Cadangan : 45 Saka, 6 Saputra, 18 Billah, 7 Siregar, 8 Hidayat, 13 Kurniawan, 9 Agung, 77 Setmop, 21 Rahman.
Pelatih: Aji Santoso.

Inter (4-3-3) : Di Gennaro; Zanetti, Cordoba, Dellafiore, Biraghi; Poli, Palombo, Crisetig; Terrani, Pazzini, Longo.
Cadangan : Castellazzi, Orlandoni, Maicon, Samuel, Cambiasso, Coutinho, Jonathan, Tremolada, Milito.
Pelatih : Andrea Stramaccioni.

Inter Siap Membuka SSB di Indonesia

Rabu, 23 Mei 2012

LGI, JAKARTA - Kedatangan Inter Milan ke Indonesia dalam rangka Inter Indonesia Tour 2012, bukan hanya berniat melakukan laga persahabatan dengan pemain-pemain Indonesia, namun juga berencana membuka Sekolah Sepakbola (SSB) hampir di seluruh Indonesia.

CEO Inter, Ernesto Paolilo menyatakan, timnya bakal membangun akademi sepakbola di Indonesia seperti halnya yang telah dilakukan klub-klub besar Eropa lainnya. Bahkan, demi memantau bakat-bakat potensial yang tersebar di Indonesia, klub asal Italia itu berencana bukan hanya membuka satu SSB saja di Indonesia.
 
Dalam konferensi pers di Hotel Sultan Jakarta Rabu (23-05-2012) tersebut juga dihadiri oleh istri dari Presiden Inter Massimo Moratti, Emilia Debbie Moratti. Paolilo mengatakan : "Kami memang berniat untuk membangun sepakbola di Indonesia di masa depan,"

"Mungkin tidak hanya satu (SSB) yang kami bangun, kedatangan kami di sini (Jakarta) juga untuk menjalin kerjasama dengan Indonesia," lanjutnya.

Rencana dan upaya dari managemen I Nerazzurri  itu sendiri memang tak terlepas dari begitu besarnya jumlah Interisti di Indonesia yang diklaim sebanyak 15 juta orang. Selain itu, animo masyarakat Indonesia untuk sepakbola juga terbilang besar.

"Salah satu yang menjadi pertimbangannya karena Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki basis fans Inter terbesar," pungkas Ernesto.

Disambut Meriah Interisti, Zanetti dan Cambiasso Sangat Terkejut, Senang dan Kagum


LGI, JAKARTA - Ratusan Interisti, Rabu pagi (23/5/2012) memenuhi Bandara Soekarno-Hatta. mereka bersorak dan bernyanyi saat tim kesayangannya ini keluar dari terminal Bandara.  Sebanyak 20 anggota tim masuk dalam dua bus yang telah disediakan untuk membawa mereka keluar dari Bandara.

Tim asal Italia ini memang mendapatkan sambutan histeris dari fans fanatiknya. Beberapa fans di barisan depan juga terlihat sempat mengalungkan bunga tanda selamat datang.

Kapten tim Raksasa Italia Internazionale, Javier Zanetti mengaku sangat terkejut, senang dan kagum dengan penyambutan Interisti di Bandara Soekarno-Hatta ketika skuad Nerazzurri tiba di Jakarta pagi tadi.


"Kami sangat senang bisa hadir di Indonesia. Kami sangat puas dengan sambutan di sini. Karena begitu banyak fans Inter di Indonesia," tutur Zanetti dalam konferensi pers di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (23/5/2012).

"Kami terkejut dengan antusiasme fans di sini. Kami berharap kedatangan kami di sini akan sangat menyenangkan," lanjut pemain asal Argentina ini.

Selain itu, Zanetti juga akan memberikan penampilan yang terbaik untuk memuaskan penggemar Indonesia yang selalu setia mendukung Inter meski musim ini terbilang sulit untuk La Beneamata.

"Ini pertama kali di sini. Setelah satu musim yang sangat sulit. Kami berharap dua pertandingan eksebisi nanti bisa berjalan dengan baik, Semoga hasilnya juga baik sehingga mampu memuaskan fans inter di Indonesia," pungkasnya


Sementara Esteban Cambiasso, gelandang Inter itu sempat berjingkrak-jingkrak di dalam bus ketika mendapatkan sambutan meriah dari Interisti. Sontak saja para fans ikut bersorak dan berjingkrak.(d.i)

Welcome Internazionale In Indonesia

LGI, JAKARTA - Skuad Internazionale  hari ini (23/5/2012) pagi tadi pukul 10.15 WIB dijadwalkan tiba di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dalam rangkaian Tour Nerazzurri di Indonesia hingga 26 Mei nanti.
kedatangan skuad Inter disambut hangat dan meriah oleh Ratusan penggemar Interisti, dengan teriakan histeris, sebagian mengucapkan kata apa kabar dalam Bahasa Italia: "Come stai! Come stai!"

Saat pemain, Ivan Cordoba, tiba di bandara para penggemar yang meneriakkan namanya. Mereka juga berdesak-desakan maju supaya bisa melihat pemain idola dari dekat. Beberapa penggemar bahkan mencubit para pemain yang lewat.

Beberapa pemain tampak terkejut dengan perlakuan tersebut, namun ada juga yang tersenyum. Setelah melewati deretan Interisti, para pemain sepak bola itu segera masuk ke dua bus dan meninggalkan bandara.

Interisti ikut bergerak ke samping bus yang membawa pemain dan menyerukan mars Nerazzurri. Bendera-bendera bergambar simbol Inter Milan pun dikibarkan.

Sesampainya di Jakarta, Inter akan menggelar konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta pada pukul 12.30 WIB dengan dihadiri pelatih Andrea Stramaccioni dan satu orang pemain Inter.

Kemudian, Skuad Nerazzurri menggelar latihan pada pukul 17.30-18-30 WIB, yang merupakan sesi latihan pertama mereka di SUGBK, Senayan, Jakarta.

Para pemain Nerazzurri yang dipimpin Javier Zanetti memulai latihan dengan berlari-lari kecil. Latihan kemudian dilanjutkan bermain umpan-umpan pendek dengan dibagi dua tim.

Inter dijadwalkan akan menjalani dua laga persahabatan yang keduanya digelar dia Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Yang pertama, Javier Zanetti cs akan dijajal Liga Selections pada Kamis (24/5/2012) dan Sabtu (26/5/2012) La Beneamata akan ditantang Indonesia Selections.

Selain itu, dalam agenda kunjungan juara Liga Champions 2010 ini, punggawa Inter juga akan memberikan coaching clinic kepada anak-anak Indonesia. Kemudian, sebagian pemain Inter akan berkunjung ke panti asuhan Panti Dwituna Rawinala untuk aktifitas sosialnya.

Sayangnya, Inter tak datang ke Indonesia dengan skuad yang lengkap. Sebagian pemain seperti Wesley Sneijder, Yuto Nagatomo, Diego Forlan harus memenuhi panggilan Timnas mereka. Sementara kiper utama Julio Cesar batal ke Jakarta karena masih memulihkan cedera sikunya.

Berikut daftar pemain Inter ke Jakarta:

Kiper: Raffaele Di Gennaro, Luca Castellazzi, Paolo Orlandoni.
Belakang: Ivan Cordoba, Javier Zanetti, Maicon, Paolo Hernan Dellafiore, Walter Samuel, Cristiano Biraghi, Jonathan.
Tengah: Angelo Palombo, Andrea Poli, Esteban Cambiasso, Coutinho, Lorenzo Crisetig, Luca Tremolada.
Depan: Giampaolo Pazzini, Diego Milito, Samuele Longo, Giovanni Terrani.

Berikut Schedule Lengkap Inter di Indonesia :

Rabu. 23 Mei 2012
10.15 WIB: Pemain dan staf pelatih yang berjumlah 38 tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta untuk memulai rangkaian Inter Indonesia Tour 2012.
11.30
WIB :Seluruh anggota rombongan Inter menginap di Hotel Mulia yang terletak di kawasan Senayan.
12.30
WIB :Jumpa pers Inter. Keterangan pers pertama setibanya di Jakarta. Acara dihadiri pelatih kepala dan satu pemain.
14.00-15.00
WIB :Managers meeting
17.30-18-30
WIB:Sesi latihan di SUGBK. Latihan pertama di Jakarta. Sesi ini terbuka untuk media dan penonton yang sudah membeli tiket latihan. 

Kamis, 24 Mei 2012
10.00
WIB :Menghadap Menpora. Seluruh rombongan Inter, mulai pelatih hingga pemain, ikut dalam kunjungan ke Kantor Kemenpora. Rombongan ini dipimpin Ernesto Paolillo, CEO Inter.
19.00
WIB : Liga Selection vs Inter. Laga persahabatan pertama di Jakarta digelar. Inter akan menghadapi Liga Selection, tim gabungan pemain klub IPL, baik asing dan lokal. [Akan disiarkan di RCTI]
21.00
WIB :Jumpa Pers usai laga 

Jumat, 25 Mei 2012
09.30
WIB :Coaching clinic. Sesi ini untuk peserta yang sudah mendaftar, ditambah pemain dari Liga TopSkor U-13. Dihadiri pelatih kepala plus empat pemain Inter.
10.00
WIB :Berkunjung ke panti asuhan. Aktivitas sosial ini berlangsung di Panti Dwituna Rawinala. Terdapat dua pemain dan dua ofisial klub Inter dalam agenda tersebut.
17.30
WIB :Sesi latihan di SUGBK. Latihan kedua selama Jakarta. Sesi ini terbuka untuk seluruh media dan penonton yang sudah membeli tiket menyaksikan latihan.
20.00
WIB :Berkunjung ke Kedutaan Besar Italia untuk Indonesia. Kunjungan ini dimaksudkan untuk temu akrab antara tim Italia dan kedutaan “Negeri Pizza” ini di Indonesia. Seluruh rombongan Inter Tour hadir. 

Sabtu, 26 Mei 2012
14.30
WIB :Berkunjung ke Roemah Djawa. Kunjungan ini untuk melihat salah satu bangunan cagar budaya asli Indonesia. Agenda ini akan diikuti CEO Inter dan keluarga Presiden Inter. tertutup
19.00
WIB : Timnas U-23 vs Inter [Akan disiarkan di RCTI]
21.00
WIB :Jumpa pers usai laga 

Minggu, 27 Mei 2012
Manajemen dan pemain Inter kembali ke Italia.

Selain itu akan ada INTER Village atau Kampung Inter yang mengambil tempat di hampir tiga hektar Plaza Timur Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Disana nanti akan terdapat berbagai hal tentang FC Internazionale, dari tanggal 23-27 Mei. Kedatangan Inter memang tidak hanya sekadar bertanding. Namun, juga memberi kesempatan masyarakat Indonesia menikmati suasana area bernuansa Inter. Berikut titik Inter Village:
  • Inter Stage Panggung musik besar yang akan menampilkan jajaran grup band lokal dan nasional.
  • Inter Theater Layar lebar untuk menayangkan berbagai film dan laga bersejarah Inter. Tentu dengan dukungan tata cahaya dan suara berkualitas tinggi.
  • Inter Museum* Perbedaan dan keunggulan Inter Village. Berbagai memorabilia berhaga akan dibawa langsung Inter. Tampilan utama adalah tiga trofi juara musim 2009/10, yaitu Liga Champions, Seri A, dan Piala Italia.
  • Inter Store* Tempat untuk memberi berbagai pernak-pernik orisinal Inter dan Inter Indonesia Tour 2012.
  • Inter Photo Booth* Pengunjung berkesempatan memilih berbagai latar belakang foto mengenai Inter.
  • Inter Mini Soccer Lapangan mini dengan rumput sintetis untuk turnamen sepak bola mini. Beberapa pemain Inter akan unjuk kemampuan di lapangan ini. Ini kesempatan langka melihat kemampuan pemain Inter dari jarak dekat.
  • Inter Food Dome Pengunjung akan dimanjakan dengan dua bangunan besar untuk beristirahat, membeli makanan dan minuman terpilih.
  • Inter Games Pengunjung berkesempatan memenangkan berbagai hadiah dan menyaksikan permainan sepak bola yang sederhana namun menarik
Info harga tiket dan cara pembelian:
  • VVIP : Rp. 5.000.000
  • VIP Barat : Rp. 3.500.000
  • VIP Timur : Rp. 3.000.000
  • Kelas 1 : Rp. 500.000
  • Kelas 2 : Rp. 150.000
  • Tribun : Rp. 75.000
  • Tiket Coaching Clinic 25 Mei 2012 (3 juta)
  • Tiket Training Pemain Inter (500 ribu)
  • GRATIS : NONTON TV :D
  • Tiket bisa dibeli langsung di tiket box stadion Gelora Bung Karno atau via RajaKarcis. Tiket tanggal 24 dan 26 Mei 2012 dijual terpisah dengan harga yang sama
Paket Tiket Meet and Greet (25 juta) termasuk:
  1. 1 buah iPhone 4S 16GB
  2. Makan malam bersama 4 pemain Inter
  3. Jersey asli Inter
  4. Photo Session dengan pemain Inter
  5. 1 tiket VIP Barat untuk tanggal 24 Mei 2012
  6. 1 tiket menonton latihan pemain Inter
  7. 10 tiket Inter Village

Inter Lirik Nuri Sahin

Minggu, 20 Mei 2012

LGI - Klub Raksasa Italia, Internazionale mulai melirik Gelandang Real Madrid Nuri Sahin. Sejak di beli dari Dortmund seharga 10 Juta Euro tersebut, pemain yang berposisi sebagai gelandang ini tidak dapat menampilkan performa terbaiknya seperti ketika masih di Dortmund.

Kontribusinya yang Nihil bersama Real Madrid dikarenakan lebih banyak berkutat dengan cedera di musim ini membuat nama Nuri Sahin dipertimbangkan untuk dilepas ke klub lain.

Situasi tersebut jelas membuka peluang untuk klub-klub lain untuk merekrutnya. Sejumlah klub besar Eropa pun mulai pasang kuda-kuda terhadap Sahin. Di antara klub yang berminat, klub yang paling getol mendekati sang pemain adalah Inter Milan.


Menurut Tuttosport, Inter lebih berpeluang mendapatkan Sahin. Namun Nerazzurri bukannya bisa dengan mudah dalam mendapatkan tanda tangan mantan pemain yang pernah atmosfir kompetisi di Jerman tersebut. Media di Spanyol berspekulasi, Manchester United dan Malaga juga serius ingin menarik Sahin dari Santiago Bernabeu.

Untuk klub disebut terakhir, mereka hanya ingin menggunakan jasa pemain internasional Turki itu dengan kontrak pinjaman.

SEJARAH FC INTERNAZIONALE MILANO

Sabtu, 19 Mei 2012

GambarBERKAH SEBUAH PEMBERONTAKAN

LGI - Tahukah anda bahwa Inter  tidak akan pernah terdengar namanya jika sejumlah orang tidak melakukan sebuah pemberontakan? Ironis memang. Suatu bentuk pemberontakan malah melontarkan sebuah klub yang kelak diperhitungkan namanya di belantika sepak bola Italia, Eropa dan Dunia.

Asal mulanya pun teak pernah terbayang. Sejarah Inter terkait erat dengan Milan Cricket & Football Club yang didirikan pada 16 Desember 1899 oleh tiga orang berasal dari inggris yaitu Helbert Kiplin, Allison dan Davis. Tiga serangkai ini kemudian disebut-sebut juga dibantu Oleh Alfred Edward, Barnett dan Nathan.

Para pendiri Milan Cricket & Football Club awalnya pun tak pernah menyangka jika klub olah raga itu akan pecah. Gara-garanya pun sepele. Sebagian anggota – dipimpin oleh Giovanni Paramithiotti, memprotes kebijakan klub dalam pembatasan anggota. Sekedar info, saat itu Milan tak mengizinkan pemain asing memperkuat timnya. Hanya menerima pemain Italia dan Inggris saja.

Mereka yang tak setuju lantas keluar. Dan sepakat mendirikan klub tandingan. Pada Senin 09 Maret 1908 bertempat di Restoran Dell’Orologio, Berdirilah Football Club Internazionale Milano atau yang sering dikenal Inter Milan.

Meski cara yang digunakan adalah pembangkangan pada awalnya, dikemudian hari ada yang patut diacungi jempol dari Internazionale Milano. Itu terlihat pada tujuannya. Mereka sengaja member nama klub sempalan Milan ini dengan Nama Internazionale. Artinya sudah jelas, Untuk umum. Secara luas, terbuka untuk siapa saja, tanpa membedakan bangsa mana ata suku apa. Sifatnya Global. Intinya, klub ini sejak awal berdiri telah berani mengesampingkan perbedaan rasial.

Begitu Internazionale mendeklarasikan sifatnya yang terbuka untuk umum, sejumlah pemain asing mulai berdatangan. Kebanyakan mereka berasal dari Swiss. Sampai-sampai kapten pertama klub ini pun orang Swiss tulen, Ernst Marktl.

Untuk membedakan identitas diri secara jelas dari “saudara tuanya” Milan, mereka buru-buru menugaskan George MuggianiSeorang Desainer lokal – untuk merancang kostum. Sesuai kesepakatan, Muggiani lantas memakai warna dasar emas dipadukan garis Briu-Hitam secara vertikal.
Soal kostum beres,  beralih ke Organisasi. Sebagai penghormatan atas ide “gilanya” untuk membentuk klub pelarian, Giovanni Paramithiotti diangkat menjadi presiden klub. Dia orang pertama di posisi itu.
Berkat jasa pemain asingnya, Internazionale tak harus menunggu lama mendapatkan gelar pertamanya. Pada musim 1909-1910 mereka memperoleh trofi pertama. Pelatih yang berperan besar memadukan kolaborasi italia-Swiss saat itu adalah Virgillio Fossati I.

Pada tahun 1921, Inter termasuk salah satu tim yang keluar dari FIGC dan mengikuti liga yang dibentuk oleh C.C.I (Confederazione Calcistica Italiana). C.C.I merupakan organisasi tandingan FIGC (Federazione Italiana Giuoco Calcio) yang dibentuk oleh tim-tim yang meminta rencana pengurangan anggota Serie-A. Inter berada dalam grup B dalam liga tersebut. Setelah hanya mampu mengumpulkan 11 angka, Inter berada di posisi terbawah klasemen akhir.

Hanya bertahan satu musim akhirnya C.C.I bubar karena akhirnya dicapai persetujuan dengan FIGC melalui petisi yang dilayangkan oleh Direktur harian La Gazzetta dello Sport yakni Emilio Colombo dan dikenal dengan petisi Comprommeso Colombo. Tim-tim yang berlaga di liga C.C.I pun bergabung kembali dalam FIGC, yang mengakibatkan format dan kompetisi disusun ulang dengan menggabungkan tim-tim yang berlaga di liga C.C.I dan Serie-A FIGC sesuai dengan poin-poin kesepakatan dalam petisi tersebut.
Karena Inter berada di posisi terbawah sehingga Inter harus mengikuti fase Spareggi (Babak kualifikasi pen-degradasi-an), dan Inter berhasil lolos kembali bermain di kompetisi Serie A setelah mengalahkan SC Italia-Milan 2-0 kemudian Libertas Firenze dengan agregat 4-1 (3-0 & 1-1) di kualifikasi Spareggi tersebut.

== INTER SEMPAT BERGANTI NAMA==
Maju pesat, sayangnya anjlok juga pesat. Internazionale setelah itu menurun prestasinya. Hingga akhirnya trofi kedua diraihnya jauh pada musim 1919-1920. Saat itu Internazionale dibawah presiden Giorgio Hulss dan allenatore Nino Resegotti. Yang menjadi kapten Virgillio Fossati II (bukan Virgillio Fossati I).
Cerita selanjutnya berkaitan dengan catatan sejarah besar yang diperbincangkan di Eropa dan Belahan Dunia Lain. Di Zaman Fasis, Italia dikenal dengan kediktatoran Benito Mussolini. Dia bercita-cita menjadikan Italia Negara Super Power. Imbasnya terjadi pada kebijakannya di Negeri Spaghetti. Semua hal diaturnya agar sesuai dengan paham yang mau ia bangun. Itulah kenapa pada musim 1928, Internaionale dipaksa melebur dengan klub lokal Milanese Union Sportivo. Bergantilah nama klub ini menjadi Ambrosiana SS Milano. Bahkan setahun kemudian presiden klub terpilih Oreste Simonotti mematenkan nama Inter menjadi AS Ambrosiana pada tahun 1929.


Kala itu Internazionale dianggap Mussolini tak sesuai dengan fahamnya. Maklum, klub ini banyak diperkuat pemain asing. Padahal sebagai Negara penganut faham fasis, Italia lebih mengunggulkan bangsanya sendiri. Atau dengan kata lain, anti asing. Pada akhirnya pada tahun 1931, presiden baru Inter Ferdinando Pozzani mengubahnya lagi menjadi AS Ambrosiana-Inter.

Meski harus berganti nama, Inter tetap maju. Mereka masih mampu berbicara. Tiga gelar berhasil diraih saat bernama AS Ambrosiana-Inter. Bahkan, saat meraih Scudetto ketiganya di musim 1929-1930, mereka dilatih allenatore asing, Arpad Veisz. Cukup unik kan? Inter pertama kali memenangkan Piala Italia pada tahun 1938-1939.

Dalam proses merebut gelar, kontribusi pemuda bernama Giuseppe Meazza sangat besar. Kesuksesan klub di Era 1930-an tak bisa dilepaskan dari pemain yang kelak menjadi Legenda Sepanjang Masa bagi Inter dan Italia.


Usai perang Dunia II, persisnya pada 1946, Ambrosiana-Inter kembali ke fitrahnya. Mereka kembali ke nama pertamanya, Internazionale Milano (samapi sekarang). Orang yang punya peran besar terhadap hal ini adalah Carlo Masseroni Presiden klub sejak tahun 1942.

Kostum putih dengan tanda silang merah di dada – dipakai pada Era Fasis, juga ditinggalkan. Kemudian Inter memakai kostum yang sama seperti pada awal berdirinya. Selama 12 tahun Masseroni menjadi nahkoda kapal Internazionale, dua Scudetti berhasil digenggam. Hebatnya, itu dilakukan dua musim berturut-turut, 1952-1953 dan 1953-1954 dengan pelatihnya Alfredo Foni.

==LA GRANDE INTER==
Saat kapal induk Internazionale dipegang oleh Angelo Moratti, di mulailah Era Keemasan Inter yang sampai hari ini sering diperbincangkan tifosi. Selama Angelo Moratti berkuasa, total tujuh gelah diraih Inter. Benar-benar hebat, karena tak hanya gelar Lokal, gelar Eropa pun diraih Inter.

Pada Piala Champion – yang sekarang dikenal Liga Champions, di musim 1963-1964 dan 1964-1965, serta Piala Interkontinental –yang sekarng dikenal Piala Dunia Antar Klub, musim 1964 dan 1965 merupakan bukti betapa Inter saat itu begitu perkasa dan disegani di Eropa. Keperkasaan mereka semakin menjadi-jadi pada musim 1964-1965 , mereka meraih tiga gelar sekaligus yakni Scudetto, Piala Champion, dan Piala Interkontinental.

Di Era tersebut Inter Benar-benar ditakuti. Dengan formasi 4-2-4, Inter Hebat dalam pertahanan dan penyerangan. Bahkan, Inter sempat dikenal dengan sebutan The Winning Team. Tim ini terdiri dari Sarti (Kiper), Burgnich, Facchetti, Bedin, Guarneri (Bek), Picchi, Jair (Gelandang), Milani, Suarez, Mazzola, dan Corso (Striker).

Tak ahanya Angelo Moratti semata yang membuat Inter mencapai masa keemasannya. Sosok lain yang tak boleh dilupakan adalah pelatih Inter saat itu, Helenio Herrera.  Bahkan, tak berlebihan jika disebut dialah Sutradara sesungguhnya. Allenatore asal Argentina ini, mulai mengarsiteki Inter pada musim 1960-1961. Di tangan dinginnya Herrera, Inter memperagakan system pertahanan gerendel atau yang lebih dikenal dengan istilah Catenaccio. Dialah yang mempopulerkan taktik dan strategi model seperti itu. Kelak, gaya bertahan ala bertahan Catenaccio jadi cirri khas klub-klub dan timnas Italia.

Sebuah sukses klub kdang tak lepas dari masa suram. Demikian juga Inter. Klub yg pernah Berjaya di era 1960-an ini lantas merasakan kesuraman. Inter paceklik gelar selama empat musim (1966-1970). Tak satu gelar pun menghampiri mereka. Untung saja masa suram Inter itu tak berlangsung lama. Presiden baru, Ivanoe Fraizzoli berhasil membawa Inter Mengulangi masa keemasan kejayaannya. Ditandai dengan striker kurus, Alessandro Altobelli. Inter mulai merasakan kembali berbagai gelar juara.

Sukses Inter dimasa ini tak terlepas dari dua pelatih yaitu Gianni Invernizzi dan Eugenio Bersellini. Merekalah yang menyulap Inter kembali menjadi klub yang ditakuti. Invernizzi yang menangani Inter selama dua musim (1970 – 1972) berhasil menghadirkan satu Scudetto pada musim 1970-1971. Sementara Bersellini lebih hebat lagi. Raihan dua Scudetti plus dua Piala Italia merupakan kado manisnya selama lima musim bekerja untuk Inter.

Inter berhasil meraih gelar scudetto mereka yang ke 13 kali dan Piala Super Copa Italia pertama pada tahun 1988-1989 dibawah allenatore Giovanni Trapatoni. Internazionale juga sempat meraih  Piala UEFA tiga kali. Pertama di musim 1990/1991 mengalahkan AS. Roma, Di musim 1993/1994, Inter mengalahkan klub Austria Salzburg, dan di musim 1997-1998 mengalahkan Lazio.

Pada Tahun 2006 Inter merasakan kembali Scudetto setelah hampir 17 tahun menunggu, tetapi gelar ini di dapat melalui cara yang lain dari biasanya atau yang mereka sebut dengan “Scudetto of Honesty” (juara dari kejujuran), karena mereka tidak terbukti bersalah dalam skandal “calciopoli” yang ikut menyeret beberapa klub besar Italia yang terbukti bersalah dan mendapat penalti pengurangan poin juga pencopotan gelar bagi juara sebelumnya. Selanjutnya tahun 2007,  Inter berhasil menjadi juara bertahan, sekaligus menorehkan rekor dengan 17 kemenangan beruntun di kompetisi lokal.

Inter kembali menjadi juara bertahan pada tahun 2008, 2009 dan 2010. Inter juga adalah satu-satunya tim yang belum pernah terdegradasi terhitung dari sejak Serie A bergulir, karena itu di dalam lagu kebangsaan nya yang berjudul C’ e Solo l’Inter (hanya ada Inter satu-satunya) disebutkan bahwa Inter mempunyai gen Serie A dan tidak mengenal Seri lainnya.

Pada musim 2009-10 Inter menyamai rekor Juventus dan Torino dengan memenangi gelar Juara Seri A selama 5 Musim secara beruntun.

Inter baru memenangi lagi Liga Champions untuk yang ketiga kalinya pada musim 2009-10 dengan mengalahkan klub asal Jerman, Bayern Munchen di Final setelah sebelumnya pada Babak Semi final Internazionale secara mengejutkan mengalahkan klub asal Spanyol Barcelona yang saat itu sangat diunggulkan. Dengan kemenangan itu Inter menjadi satu-satunya tim asal Italia pertama yang meraih Treble Winners setelah memenangi semua kompetisi pada musim 2009-10 diantaranya Scudetto, Piala Italia, dan Liga Champions. Inilah era keemasan Inter di era millennium ini.

C’ E’ SOLO INTER….
FORZA LA GRANDE INTER…..
by: Sneijdera D' Iniesta

Follow My Feeds

Viewer's

Search Now

 

My Categories

Alberto Pereira (1) Alfred Duncan (1) Alvaro Pereira (2) Andrea Ranocchia (17) Andrea Romano (1) Andrea Stramaccioni (72) Andreas 'Andy' Brehme (1) Andreas Granqvist (1) Antonio Cassano (11) Berita Liga Eropa Inter (48) Berita Transfers Inter (151) Catania vs Inter (5) Chievo vs Inter (1) Cluj vs Inter (4) Coppa Italia (22) Cristian Chivu (7) Dejan Stankovic (2) Derby Della Madoninna (1) Derby Della Madonnina (13) Diego Forlan (3) Diego Laxalt (1) Diego Milito (12) Diego Simeone (1) Douglas Maicon (4) Erick Thohir (9) Erik Lamela (1) Ernesto Paolillo (4) Esteban Cambiasso (15) Euro 2012 Polandia - Ukraina (1) Ezequiel Cirigliano (1) Ezequiel Schelotto (3) F.C. Internazionale Milano (23) Fernando Torres (1) Fiorentina vs Inter (3) Francesco Forte (2) Frank Lampard (2) Fredy Guarin (6) Gaby Mudingayi (2) Gallery Foto (4) Gallery Video (2) Giacinto Facchetti (1) Giampaolo Pazzini (5) Goran Pandev (3) Guiness International Champions Cup (6) Hasil Drawing 32 Besar Europa League (1) Hernanes (4) History (2) Ibrahim Mbaye (2) Igor Lichnovsky (1) Inter Campus (5) Inter Indonesia Tour 2012 (27) Inter Primavera (1) Inter vs Bologna (14) Inter vs Cagliari (6) Inter vs Chievo (4) Inter vs Fiorentina (3) Inter vs Genoa (7) Inter vs Juventus (21) Inter vs Lazio (8) Inter vs Milan (15) Inter vs Napoli (11) Inter vs Neftci (9) Inter vs Palermo (10) Inter vs Parma (8) Inter vs Partizan Belgrade (4) Inter vs Pescara (5) Inter vs Roma (3) Inter vs Rubin Kazan (3) Inter vs Sampdoria (4) Inter vs Sassuolo (2) Inter vs Siena (2) Inter vs Torino (1) Inter vs Trapani (5) Inter vs Verona (4) Interisti (1) Interisti Indonesia (6) Internazionale (7) Internazionale vs Tottenham Hotspur (7) Ishak Belfodil (3) Ivan Cordoba (5) Jadwal Coppa Italia (3) Jadwal Euro 2012 (1) Jadwal Inter Serie A 2013/2014 (1) Jadwal Lega Calcio Serie A Italia 2012-2013 (1) Jadwal Lengkap Dan Siaran Langsung Piala AFF 2012 (1) Jadwal Lengkap Inter Serie A Musim 2012 - 2013 (3) Jadwal Lengkap Serie A 2013/2014 (1) Jadwal Piala Eropa 2012 (1) Javier Hernandez (1) Javier Pastore (1) Javier Zanetti (65) Javier Zanetti Indonesian Idol 2012 (5) Jersey Baru Inter (1) Jersey Baru Inter 2012-2013 (2) Joel Obi (1) Jonathan (3) Jose Mourinho (3) Juan Vargas (1) Julio Cesar (5) Kabar Pra-Musim Inter (16) La Presidente (1) Laurent Blanc (1) Luc Castaignos (3) Lucas Moura (4) Luis Figo (1) MacDonald Mariga (1) Marco Andreolli (2) Marco Benassi (3) Marco Fassone (1) Mario Balotelli (5) Marko Livaja (3) Massimo Moratti (26) Mateo Kovacic (3) Mathieu Debuchy (3) Matias Silvestre (6) Mattia Destro (3) Mauro Icardi (1) Nemanja Vidic (4) News Serie A (8) News Update (475) NextGen Series (1) Nicola Berti (1) Nigel De Jong (2) Nuri Sahin (2) Official Store Inter (1) Palermo vs Inter (6) Paolo Orlandoni (2) Patrick Olsen (1) Pazza Inter Amala (1) Pernikahan Coutinho dan Aine (2) Perpisahan Lucio (1) Philippe Coutinho (13) Rekor Javier Zanetti (1) Ricky Alvarez (3) Rodrigo Palacio (7) Roma vs Inter (12) Samir Handanovic (7) Sampdoria vs Inter (1) Samuele Longo (1) Sebastian Giovinco (1) Sebastian Jung (1) Serie A (5) Serie A Italia 2012/2013 (148) Snjeider Tolak Kontrak Baru (2) Solo Inter (1) The Legends (4) The Stars (3) Today Bitrhday (2) Tommaso Rocchi (5) Tottenham Hotspur vs Internazionale (8) Trofeo Tim (1) Udinese vs Inter (4) Ultras Internazionale (1) WAGS Inter (1) Walter Gargano (3) Walter Mazzari (8) Wesley Sneijder (28) Younes Belhanda (1) Yuto Nagatomo (7) Zdravko Kuzmanovic (3)