Meskipun hanya laga eksibisi, namun tampil di hadapan puluhan ribu interisti, pendukung Inter di Indonesia merupakan sebuah penghormatan yang spesial di ujung karirnya. Musim depan, pemain berkebangsaan Italia itu tak lagi berkostum biru hitam setelah menyatakan berhenti.
Kiper ketiga Inter berusia 39 tahun itu akhirnya digantikan di babak kedua oleh Luca Castelazzi. Meski hanya 45 menit merasakan bermain di atas rumput SUGBK, Orlandoni sudah terkesan dengan penyambutan puluhan ribu Interisti yang memadati stadion dan tak lelah bernyanyi sepanjang 90 menit laga.
"Tifosi di sini sungguh luar biasa. Saya seperti merasa bermain di Giuseppe Meazza saya sangat senang dengan kedatangan ke Indonesia saat ini," tukas Orlandoni di mixed zone usai laga.
"Saya tidak pernah membayangkan akan memainkan pertandingan terakhir saya untuk Inter di Jakarta. Ini indah. Terima kasih Inter dan terima kasih Indonesia," kata Orlandini kepada Inter Channel usai menjalani laga.
Dalam laga yang berakhir 4-2, gawang Orlandoni kebobolan lewat aksi Patrich Wanggai. Tendangan Wanggai yang mengarahkan bola di sudut kanan gawang tak mampu dihalaunya.
Bagi Orlandoni, tampil di Gelora Bung Karno adalah sesuatu yang luar biasa. Apalagi kata dia, sambutan pecinta Inter sangat antusias. "Semua penggemar benar-benar istimewa, begitu banyak. Dan mereka benar-benar antusias," Ujar Orlandoni.
"Indonesia mencintai para pemain Inter dan saya senang dengan itu," tutup Orlandoni yang berencana menjadi pelatih kiper di Nerazzurri usai pensiun nanti.

0 komentar:
Posting Komentar