Review : Indonesia Selection vs Internazionale 2-4LGI JAKARTA - Pertandingan persahabatan kedua antara Timnas Indonesia Selection vs Internazionale yang di gelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Sabtu 26-05-2012, kembali dimenangkan oleh Inter dengan skor 4-2.
Jalannya pertandingan ini cukup menegangkan dan menghibur, kedua tim sama-sama mencoba untuk menampilkan permainan yang menarik. Inter yang turun dengan beberapa pemain yang menjadi skuad inti di musim lalu seperti Javier Zanetti dan Diego Milito berusaha menekan Timnas Indonesia sejak kick off pertama dibunyikan.
Di awal pertandingan, Indonesia Selecition sebenarnya tampil percaya diri dan mencoba mengebrak Inter. Usaha Indonesia cukup bagus. Namun, berangsur Inter kemudian mulai menguasai pertandingan.
Begitu mendapat kesempatan, tekanan Inter membuat Indonesia kesulitan. Pada menit ke-5, Jonathan mencoba menusuk sisi kiri pertahanan Indonesia, akselerasinya berhasil membuat pemain belakang kerepotan dan mengirim umpan pada Douglas Maicon. Ia menendang bola ke gawang, tapi diblok pemain Indonesia, lalu Sepakan keras dari Coutinho mampu menjebol gawang Markus Horizon.
Tak beberapa lama kemudian, Indonesia nyaris kebobolan. Sebuah serangan balik Inter diakhiri tendangan Samuele Longo. Bola sudah melewati Horizon dan tinggal beberapa centimeter masuk ke gawnag, tapi keburu dihalau Abdul Rahman.
Inter makin percaya diri dan permainan pun menjadi seru.Sebuah serangan Indonesia yang diawali Oktovianus Maniani berhasil mengirim bola ke depan gawang Inter. Ferdinand Sinaga yang dituju, gagal meraih bola yang dibuang Cambiasso. Namun, bola mengarah ke Patrich Wanggai yang dengan cepat menendangnya ke gawang Inter, menaklukkan kiper Palo Orlandoni dan gol, 1-1.
Pertarungan kemudian menjadi ketat. Kedua tim saling melakukan serangan. Namun, peluang Inter lebih banyak. Bahkan, pada menit ke-24 Samuele Longo tinggal berhadapan dengan Markus Horison saat menerima umpan silang Diego Milito. Namun, tendangannya kurang sempurna dan bola lepas, kemudian dikuasai Harry Saputra.
Empat menit kemudian, Angelo Palombo sukses mengarahkan bola tendangan bebas ke gawang Indonesia, tapi masih bisa diblok Horison. Namun, semenit kemudian kembali terjadi kemelut di gawang Indonesia. Beruntung, tendangan Walter Samuel justru mengenai tangan Coutinho.
Di 15 menit terakhir babak pertama, Inter terus menekan Indonesia. Namun, mereka hanya mampu mencetak peluang demi peluang, tanpa mampu menambah gol. Barulah di menit ke-42, Coutinho kembali membobol gawang Indonesia.
Gol ini diawali aksi Jonathan. Ia kemudian memberikan bola kepada Milito. Tanpa kontrol, Milito memberikan bola kepada Coutinho dan langsung menendangnya ke gawang dan gol, sekaligus membuat babak pertama berakhir 2-1 untuk Inter.
Di babak kedua tempo pertandingan tak berubah, baik Indonesia maupun Inter tampil langsung menyerang pertahanan lawannya. Indonesia mencuri peluang lebih dulu. Irfan Bachdim lolos dari kawalan saat memburu umpan terobosan. Dia kemudian memberikan umpan manis ke depan gawang, tapi Maniani gagal menyundul bola.
Sempat terjadi insiden pada menit ke-58, kala Diego Michiels berkontak tubuh dengan Ivan Cordoba. Cordoba tampak emosi dan mengayunkan tangan hingga hidung Michiels berdarah.
Begitu pertandingan dimulai, Inter langsung menyerang. Sebuah umpan terobosan Cambiasso mampu disontek Giampaolo Pazzini dan gol. Inter pun unggul 3-1.
Tenaga Indonesia rupanya sedikit berkurang, tak ada lagi akselerasi-akselerasi yang dilakukan oleh para pemain Indonesia yang terkenal dengan kecepatannya. Indonesia lalu membuat banyak perubahan, termasuk memasukkan pemain gaek Kurniawan Dwi Yulianto. Patrich Wanggai juga ditarik untuk diganti Titus Bonai. Namun, Indonesia tetap lebih sering tertekan.
Bahkan, pada menit ke-74, Indonesia kembali kebobolan. Kali ini, Pazzini yang mencetak gol, setelah menerobos pertahanan Indonesia dan bekerja sama dengan Milito.
Pada menit ke-85, Titus Bonai melakukan aksi menawan. Dia melewati empat pemain Inter dan mampu membuka peluang. Namun, tendangannya masih melambung, meski ada ruang tembak cukup besar.
Para pemain Indonesia tampaknya kembali bersemangat, pasalnya dukungan kini mulai diberikan oleh suporter yang memadati GBK. Nyanyian-nyanyian penyemangat melecut gairah skuad Garuda untuk mengejar ketinggalan meski waktu semakin menipis.
Sebuah peluang kembali tercipta bagi Indonesia melalui liukan yang dilakukan oleh Kurniawan Dwi Yulianto, namun tendangan Kurus masih mampu di tepis oleh Castelazzi.
Di menit-menit akhir pertandingan, Indonesia mulai melancarkan beberapa serangan berbahaya. Pada masa injury time, terobosan Valentino membuat pertahanan Inter. Ia kemudian memberikan umpan silang kepada Yoshua Pahabol. Dengan mudah, Pahabol memotong bola dan gol. Meski begitu, Indonesia akhirnya harus menerima kekalahan 2-4.
Sebuah pertandingan yang sangat menarik, pengalaman yang berharga bagi para pemain Indonesia dan juga pengalaman yang menakjubkan bagi Internazionale dalam kunjungannya di Indonesia.
Hal itu terlihat dari penghormatan Javier Zanetti kepada Interisti Indonesia dengan mengelilingi Stadion Gelora Bung Karno. Grazie La Beneamata.
Susunan Pemain
Indonesia Selection: 12-Markus Horison (22-Syamsidar 77), 4-Diego Michiels, 14-Abdul Rahman, 17-Harry Saputra (18-Valentino 82), 21-Hengky Ardiles (15-M Bachtiar 72), 8-Ellie Aiboy (10-Kurniawan Dwi Julianto 53), 11-Bima Sakti (c), 13-Lucky Wahyu (7-Busari 42), 23-Oktovianus Maniani (6-Satrio Syam 78), 3-Ferdinand Sinaga (9-Irfan Bachdim 30), 5-Patrich Wanggai (25-Titus Bonai 56)
Cadangan: 22-Syamsidar, 1-M Ridwan, 6-Satrio Syam, 7-Busari, 9-Irfan Bachdim, 10-Kurniawan Dwi Julianto, 15-M Bachtiar, 18-Valentino, 25-Titus Bonai.
Pelatih: Nil Maizar
Inter Milan: 21-Paolo Orlandoni (12-Luca Castellazzi 45), 2-Ivan Cordoba, 4-Javier Zanetti (48-Lorenzo Crisetig 90), 13-Maicon, 25-Walter Samuel (24-Paolo Hernan Dellafiore 59), 42-Jonathan (34-Cristiano Biraghi 69), 17-Angelo Palombo (18-Andrea Poli 45), 19-Esteban Cambiasso, 29-Coutinho, 22-Diego Milito, 81-Samuele Longo (7-Giampaolo Pazzini 45)
Cadangan: 91-Raffaele Di Gennaro, 12-Luca Castellazzi, 7-Giampaolo Pazzini, 18-Andrea Poli, 24-Paolo Hernan Dellafiore, 34-Cristiano Biraghi, 48-Lorenzo Crisetig, 53-Luca Tremolada, 96-Giovanni Terrani.
Pelatih: Andrea Stramaccioni.
((by: lagrandeinternazionale.blogspot.com))
0 komentar:
Posting Komentar