Pelatih Inter, Andrea Stramaccioni merasa lega dan mengatakan bahwa Inter memang pantas untuk memenangi pertandingan tersebut. Pelatih berusia 36 tahun itu, sebelumnya mengira jika La Beneamata bisa memenangkan laga setelah sempat unggul 2-0 sampai sepuluh menit laga akan usai sebelum akhirnya Bologna bisa menyamakan skor dan memaksakan pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
"Saya pikir pertandingan sudah selesai setelah Palacio mencetak gol ... kemudian Diamanti memperkecil ketertinggalan. Kami sedikit tidak beruntung. Inter sempat bermain dengan 10 pemain karena kami cukup lama kehilangan Cassano (yang cedera)," ujar Stramaccioni kepada Rai Sport.
"Tapi tim kembali memberikan segalanya dan menunjukkan keberanian mereka. Kami memenanginya berkat kekuatan para pemain ini. Kami ingin tampil baik di kompetisi ini dan kami membuktikannya malam ini," lanjutnya seperti dilansir situs resmi Inter.
Stramaccioni juga memberikan pujian kepada Bologna yang sudah memberikan perlawanan sengit, dan hal itu menandakan bahwa setiap tim di Italia sangat serius menghadapi ajang Coppa Italia.
"Saya rasa hal terbaik adalah klub-klub Italia menunjukkan betapa pentingnya Coppa Italia untuk mereka, mereka semua ingin melakukannya dengan baik. Saya harus memberi selamat kepada Bologna, tapi para pemain saya pantas untuk memenangi pertandingan ini," tutur Strama kepada Inter Channel.
Dengan Kemenangan ini, Inter melangkah ke semi final dan akan berhadapan dengan pemenang laga antara Fiorentina dan Roma. Stramaccioni pun menilai ajang Coppa Italia ini akan semakin seru layaknya pertarungan di papan atas Serie A.
"Kami lolos ke semifinal dan entah Fiorentina atau Roma yang lolos, bersama Juventus, Lazio, dan kami sendiri, itu hampir sama dengan papan atas liga, semacam final four di basket," jelas mantan pelatih Primavera Inter ini.
Stramaccioni juga memuji lini tengah Inter yang sudah tampil solid, meskipun di sisi sayap yang ditempati Pereira sedikit tertekan dan kesulitan. Ia mengatakan : "Performa lini tengah Nerazzurri sangat fantastis. Kami sedikit kesulitan di posisi sayap. Pereira yang mengenakan masker di ganjal dua kali, tapi dia seorang pekerja keras. Ia tidak pernah menyerah untuk terus berusaha."

0 komentar:
Posting Komentar