Inter beruntung terhindar dari kekalahan di Stadion Olimpico, Snin (21/1) WIB berkat gol yang dibuat Rodrigo Palacio di akhir babak pertama. Gol tersebut membuat skor imbang 1-1 setelah Roma lebih dulu unggul lewat eksekusi penalti Francesco Totti di menit 21.
Meski tak meraup poin penuh, Stramaccioni mengaku tak merasa kecewa. Pasalnya Roma disebut sang pelatih bermain sangat baik, sementara Inter sedikit pincang di lini depan karena stok striker habis.
"Pontensi Roma di kandangnya sendiri sangat besar, itu karena keberadaan pelatih Zdenek Zeman serta kulitas pemain-pemain yang dimilikinya," Kata Stramaccioni usai pertandingan.
"Mereka memulai pertandingan dengan sangat tangguh dan membuat kami dalam tekanan serius di 20 menit pertama pertandingan. Setelah jeda saya baru melihat Inter yang bagus dan saya pikir imbang adalah hasil yang adil. Kami merasakan absennya pemain-pemain menyerang kami," lanjutnya seperti dikutip dari Football Italia.
Dalam pertandingan tersebut Inter tak diperkuat beberapa pemain depannya seperti Antonio Cassano, Diego Milito serta gelandang serang Philippe Coutinho dan Ricky Alvarez. Kondisi itu membuat Stramaccioni untuk kali pertama menjadikan Marko Livaja sebagai starter di Seri A.
"Saya memilih dua gelandang yang bisa berlari lebih banyak, karena kami butuh kecepatan untuk menantang gelandang-gelandang tengah Roma. Cambiasso pemain yang penting buat kami, tapi untuk pertandingan ini saya membuat keputusan lain. Livaja tampil hebat dan nyaris mencetak sebuah gol spektakuler," jelas Stramaccioni.

0 komentar:
Posting Komentar