Meski tak menyangka, Namun nasib telah mengubah jalan karier Mudingayi, dan kini tinggal bagaimana Mudingayi sendiri untuk bisa memberikan kontribusi bagi Inter dan memaksimalkan antusiasmenya ke lapangan, agar allenatore Andrea Stramaccioni mempercayainya di skuad utama.
“Saya tak pernah menduga akan bergabung ke Inter. Saya selalu berlatih keras untuk berada di sini dan saya takkan punya kebimbangan komitmen berkontribusi untuk Inter,” tutur Mudingayi.
“Sesaat setelah mendengar Inter tertarik pada saya, saya mengatakan kepada agen saya bahwa saya ingin bergabung. Saya tak pernah mempertimbangkan tawaran lain. Menunggu hanya akan menjadi hal yang menyulitkan. Saya memang sudah ingin datang ke sini,” tambah Mudingayi.
“Saya akan selalu memberi kemampuan maksimal. Pelatih masih memutuskan posisi di posisi mana saya akan dimainkan. Apakah saya emosional? Tentu saja. Klub ini selalu mencapai hal hebat dan saya yakin musim ini, Inter akan mampu berbicara banyak,” lanjut centrocampista berpostur 180cm tersebut.
Selain itu Mudingayi juga menjadikan sosok Claude Makélélé sebagai inspirasinya untuk bersinar membela Inter. Pasalnya, Selain berasal dari tanah leluhur yang sama – Rep. Demokratik Kongo, juga karena capaian prestasinya. Makélélé sukses mengantar tim nasional Prancis ke final Piala Dunia, meski sudah terhitung punggawa gaek.
Mudingayi mengagumi kekayaan pengalaman dan ketenangan serta kualitas fisik yang masih memadai yang dimiliki Makélélé. Ilham tersebut ingin dijadikan role model bagi Mudingayi, kala mengarungi petualangan Serie A bersama La Beneamata dengan status pinjaman, setelah empat musim berseragam Bologna.
“Saya tak punya pemain idola. Walau begitu, saya mencontoh Makelele yang selalu menjadi inspirasi saya. Saya mengagumi pemain yang punya kekuatan fisik dan mental seperti dirinya,” aku Mudingayi kepada La Gazzetta dello Sport, Sabtu (28/7/2012).

0 komentar:
Posting Komentar